Mohon tunggu...
Aris Heru Utomo
Aris Heru Utomo Mohon Tunggu... Pemerhati Hubungan Internasional, penyuka buku, kuliner, travel dan film serta olahbraga

Pemerhati hubungan internasional dan penyuka sepakbola. Menulis lewat blog sejak 2006 dan akan terus menulis untuk mencoba mengikat makna, melawan lupa, dan berbagi inspirasi lewat tulisan. Pendiri dan Ketua Komunitas Blogger Bekasi serta deklarator dan pendiri Komunitas Blogger ASEAN. Blog personal: http://arisheruutomo.com. Twitter: @arisheruutomo

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Sudahkah Kita Mewujudkan Pancasila dalam Tindakan?

4 Juni 2020   06:47 Diperbarui: 4 Juni 2020   06:58 58 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sudahkah Kita Mewujudkan Pancasila dalam Tindakan?
Tema Peringatan Hari Lahir Pancasila 2020 Pancasila Dalam Tindakan Gotong Roying Menuju Indonesia Maju--olahan pribadi dari vivanews.com

Bulan Juni adalah bulan Pancasila. Pada bulan ini diperingati hari kelahiran Pancasila pada 1 Juni 1945. Dan secara kebetulan pula bila bulan Juni ini bertepatan dengan kelahiran penggali Pancasila dan juga Proklamator Kemerdekaan RI Ir. Sukarno pada 6 Juni 1901. Serangkaian kegiatan, mulai dari upacara kenegaraan hingga diskusi dan perlombaan dilakukan oleh Pemerintah dan anggota masyarakat.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mengingat bahwa kita berada di tengah wabah Covid-19, maka pada tahun ini puncak peringatan hari lahir Pancasila diperingati upacara virtual yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo pada 1 Juni 2020. Saat upacara berlangsung, Presiden RI berada  dari kediamannya di Istana Bogor dan para peserta upacara berada di kantor/kediaman masing-masing.

Meski upacara berlangsung virtual bukan berarti makna peringatan berkurang. Justru di tengah keprihatinan wabah Covid-19, perbincangan  mengenai Pancasila di dunia maya meningkat dan sangat terasa. Berbagai diskusi daring untuk lebih memahami nilai-nilai Pancasila marak dilakukan oleh anggota masyarakat.

Dari sekian banyak permasalahan yang mengemuka tentang Pancasila, permasalahan yang paling banyak dikemukakan adalah sudah seberapa dalamkah kita memahami dan mengamalkan nilai inti Pancasila? Sudah seberapa nyata Pancasila di dalam tindakan kita?" Tidak mengherankan apabila sebagian besar diskusi di dunia mengambil tema tentang "Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila."

Dari permasalahan yang paling mengemuka tersebut saya melihat bahwa masyarakat tidak lagi mempermasalahkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Masyarakat melihat bahwa Pancasila yang diwariskan dari para pendiri bangsa sudah final. Pancasila telah terbukti menjadi pemersatu kemerdekaan Indonesia dan memelihara kesatuan dan persatuan bangsa dan negara di setiap badai yang bergejolak. Yang diinginkan masyarakat adalah bagaimana Pancasila dalam tindakan kehidupan bernegara dan bermasyarakat sehari-hari.

Kita memahami bahwa setiap sila dari Pancasila memiliki makna sendiri dan dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari sesuai yang terkandung dalam makna tersebut. Pancasila tidak lahir di ruang hampa, melainkan melalui sebuah proses dialektika yang panjang sehingga apa yang tercantum di dalamnya  akan selalu kontekstual bagi masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke dengan sejuta perbedaan yang menghiasinya.

Namun demikian, dari berbagai survey yang dilakukan, tampaknya nilai-nilai Pancasila tak lagi menjadi acuan dalam membangun realitas sosial, sehingga kerap kita temui pertentangan dan perselisihan. Muncul fenomena pertentangan suku, agama, ras, dan antar golongan yang menjadi momok menakutkan. Belum lagi ditambah dengan berkembangnya radikalisme dan paham-paham intoleran lainnya.

Tidak mengherankan apabila dalam sambutannya di acara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020, Presiden RI Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menghadirkan nilai-nilai luhur Pancasila secara nyata dalam kehidupan kita.

Presiden menunjukkan bahwa praktek nyata perwujudan nilai-nilai Pancasila tersebut bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah. Bukan hanya itu, guna mewujudkan Pancasila dalam tindakan, Presiden juga mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai ke daerah untuk terus meneguhkan keberpihakan kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok, ras, dan agama, serta untuk memenuhi kewajiban kita melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Ajakan Kepala Negara tersebut memperlihatkan bahwa melalui peringatan Hari Lahir Pancasila kita mesti kembali ke titik nol kesadaran akan nilai-nilai Pancasila dan bahwa kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk mengaktualisasikannya dalam kehidupan nyata, menjadikan Pancasila dalam tindakan, diantaranya melalui gotong royong.

Tindakan saling tolong menolong dan bergotong rotong yang dilakukan masyarakat saat merespon wabah Covid-19 menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila masih berakar kuat di dalam kehidupan masyarakat. Dengan semangat saling tolong menolong dan gotong-royong serta didukung dengan teknologi komunikasi, masyarakat berbondong-bondong mengulurkan tangan, memberi bantuan kepada kepada mereka yang terdampak secara ekonomi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x