Mohon tunggu...
Ari Indarto
Ari Indarto Mohon Tunggu... Guru - Guru Kolese

Seputar Cerita, Seputar Peristiwa

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Bergumul dalam Persoalan Kemanusiaan

15 November 2022   11:06 Diperbarui: 15 November 2022   11:11 115
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan tidak akan dilepaskan dengan peran guru, Kehadirannya begitu dominan dalam seluruh proses pendidikan. Meskipun kurikulum merdeka membuka kebebasan setiap guru untuk mengambil peran mengembangkan karakter siswa. Toh, banyak juga guru yang masih terjebak dalam ruang kelas, sekadar meminta menghafal dan menjawab soal. 

Tugas guru tidak sebatas pengajar, dia harus hadir di depan siswa  sebagai pendidik, pembimbing dan pengarah.  Tugas guru sebagai pengajar biasanya dikaitkan dengan tugasnya memberikan siswa soal-soal yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Setelah materi selesai, ada soal yang harus dijawab oleh siswa. Kompetensi siswa diukur dengan nilai yang didapat dari hasil ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester. Ulangan-ulangan akan menggambarkan kompetensi siswa alam mengikuti pelajaran. Terkadang gambaran kompetensi lain tidak tergambarkan, seperti sikap dalam mengerjakan tugas, kegembiraaan dalam menyelesaikan tugas, cara dia belajar.  Beragam  proses panjang di kelas  tapi tidak pernah menjadi bagian dari evaluasi proses belajar. 

Tentu saja tugas guru tidak akan lepas dari materi yang diajarkan meski kurikulum merdeka menuntut guru juga untuk menjadi pelatih kehidupan. Guru tidak hanya menuntut siswa untuk memahami materi pelajaran yang selalu menjadi tuntutan kurikulum sepanjang waktu. Guru harus menjadi pelatih siswa dalam menjalani kehidupannya. Banyak sarana untuk belajar, salah satunya adalah media online. Informasi yang ada di internet sangat tidak terbatas. Bahkan siswa dapat menemukan informasi terbaru dalam hitungan detik. Lalu, apakah guru harus terdiam begitu saja ketika sang anak berselancar mangarungi dunia nan maha luas.  

Berbagai ragam persoalan kehidupan setiap hari menghiasi media-media online. Informasi  tersedia begirtu banyak di sekotar kita, mulai dari  ketidakadilan, ketidakberdayaan, penjajahan ekonomi, kerusakan lingkungan, intoleransi, dan sebagainya. Apakah ini masih belum cukup untuk mempersiapkan anak-anak kita terjun ke dunia yang sebenarnya. Padahal, guru tidak perlu membuat persoalan. Namun, apakah guru berani menghadirkan berbagai permasalahan kehidupan di kelas dan  menjadikan kelas sebagai laboratorum masyarakat di kelas.  

Menghadirkan Peristiwa Kemanusiaan

Perkembanghan dunia dengan teknologi yang semakin canggih seperti menguasai sendi-sendir kehidupan kita. Pada kahirnya masalah kehidupan juga akan semakin kompleks. Hadirnya guru dalam kurikulum merdeka bukan hanya sebagai pengajar saja, ketrampilan  ketrampilan hidup anak didik harus menjadi tujuan utama. Ketrampilan hidap bisa dicapai dengan melibatkan siswa dalam berbagai permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap kritis dan peduli adalah kuci utama. Persoalan proses pengadilan Ferdi Sambo, misalnya, menjadi contoh bagaimana penegakan hukum menjadi dasar kehidupan bernegara. Peristiwa Ferdi Sambo yang menyita berbagai media nasional selama beberapa minggu teakhir begitu hangat menjadi bahan diskusi. Bukan hanya dari aspek hukum, bahkan sampai merambah privasi para terdakwa. Apalagi bacaan-bcaan referensi dihadirkan dalam setiap pembicaraan, rasanya dua jam pelajaran menjadi begitu singkat. 

Masalah kejahatan ekonomi pun menarik untuk jadi bahasan. Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK menemukan 88 platform pinjaman online ilegal (pinjol ilegal) yang berpotensi merugikan masyarakat pada Oktober 2022. Bahkan, ejak tahun 2018 sampai dengan Oktober 2022 ini, jumlah platform pinjaman online ilegal yang telah ditutup menjadi sebanyak 4.352 pinjol ilegal. Apalagi dengan masalah kesehatan yang muncul di tengah-tengah masyarakat, misalnya, kasus 154  gagal ginjal akut yang melanda DKI Jakarta. Terlebih munculnya masalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menarik izin edar beberapa obat  lantaran menggunakan bahan baku zat pelarut dan produk jadi dengan cemaran Etilen Glikol (EG) serta Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas aman. Tercatat 73 obat sirop ditarik oleh BPOM. Berbagai peristiwa tersebut bisa menjadi bahan diskusi yang menarik untuk dihadirkan di ruang kelas.

Apalagi sebuah peritiwa nyata terjadi di Jakarta. Satu keluarga meninggal karena kelaparan di Jakarta Barat. Satu keluarga yang terdiri dari empat orang ditemukan tewas di Perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis, 10 November 2022. Isu yang berkembang, keempat orang meninggal karena kelaparan. Meski demikian, terdapat beberapa kejanggalan dari kematian satu keluarga tersebut. Pertama adalah mereka dipandang berkecukupan di mata warga sekitar. Dari video yang banyak beredar di media sosial, rumah keluarga tersebut cukup bagus dan megah. Sebuah peristiwa ironis. Dan ini bisa menjadi sebuah contoh, menggerakkan sikap kritis siswa.

Informasi dalam ranah internasional pun bisa menjadi bagian diskusi. Misalnya, menurut laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA) dalam Global Humanitarian Review menyebutkan, sebanyak 235 juta orang di seantero jagat perlu bantuan. Konflik berkepanjangan, dampak perubahan iklim, dan pandemi Covid-19 memukul warga dunia paling rentan dengan keras. Dari berbagai negara yang menjadi titik panas krisis kemanusiaan, warta yang terdengar tak kunjung membaik. Bahkan dibanyak negara krisis kemanusiaan itu terjadi, misalnya Yaman, Afghanistan, Etiopia, Sudan Selatan, Myanmar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun