Arif Khunaifi
Arif Khunaifi profesional

Manusia biasa dari bumi Indonesia .:. Ingin terus belajar agar bermanfaat bagi alam semesta... .:. IG & Twitter: @arifkhunaifi .:. Facebook: Arif Khunaifi .:.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Tips agar Tetap Tenang dan Terhindar dari Hingar Bingar Politik

7 Desember 2018   08:24 Diperbarui: 7 Desember 2018   12:59 535 8 2
Tips agar Tetap Tenang dan Terhindar dari Hingar Bingar Politik
Ilustrasi (Pixabay)

Hingar-bingar kabar tidak benar alias hoak cukup berkembang pesat di dunia maya maupun dunia nyata. Terutama dalam bidang politik. Tentu saja ini sering membuat hati panas para pembaca. 

Saling curiga dan saling fitnah terjadi dimana-mana. Tidak jarang hal ini berujung terputusnya persahabatan dan tali saudara yang sudah dibangun sejak lama.

Kabar bohong tidak hanya terjadi sekali atau dua kali saja dalam setiap bulannya. Bahkan bisa mencapai puluhan kali membuat orang yang membaca maupun mendengar kabar berita semakin bingung membedakan mana berita yang benar dan mana berita yang bohong.

Tidak luput pula perdebatan yang sengit sering terjadi di dunia maya terutama di sosial media membuat waktu terbuang habis didepan layar HP maupun laptop. Kewajiban terhadap keluarga dan tetangga pun terabaikan.

Fenomena yang terjadi di atas, seakan Tuhan menggiring orang yang ingin hatinya adem, ayem dan tentrem untuk kembali berbondong-bondong menuju kepada Sang Maha Pemberi Kabar Berita. 

Pemberi Kabar yang tidak pernah bohong. Dia yang telah membumikan kabar tersebut melalui Kanjeng Nabi Muhammad Saw dengan kitab Suci al-Qur'an dan al-Hadis.

Dan orang yang benar-benar meyakini dan mengimani kabar di dua pusaka tersebut hidupnya penuh ketenangan dan ketentraman. Karena kabar yang terdapat di dalamnya bukan sekedar kabar biasa, namun kabar dari Sang Pencipta alam jagat raya. Di dalamya terdapat petunjuk yang luar bisa hebatnya.

Contohnya saja, jika penulis menemui sebuah masalah dalam hidup. Cukup mengambil wudlu kemudian sholat hajat dua rakaat dan ditutup dengan doa memohon petunjuk kepada Allah Swt. Setelah itu kemudian membuka kitab suci al-Qur'an sekenanya.

Usai membaca satu halaman al-Qur'an, kemudian membaca terjemah dan tafsirnya. Dan menurut pengalaman selama ini, penulis selalu mendapatkan jalan keluar yang terbaik dari masalah yang terjadi. 

Bahkan lebih baik dari yang penulis awal sangka. Itulah bukti bahwa al-Qur'an benar-benar kitab petunjuk bagi yang meyakininya. Hudan lilmuttaqiin.

Namun dunia terbalik memang benar-benar terjadi di masyarakat muslim. 

Mampu membeli barang-barang elektronik maupun otomotif dengan harga mahal, tetapi membeli al-Qur'an dan yang mendukung pemahaman seperti terjemahan, hadis, maupun tafsirnya tidak dilakukan. Padahal itulah yang mampu menenangkan hati dan pikiran.

ilustrasi: alislah.com
ilustrasi: alislah.com
Padahal, barang-barang elektronik seperti halnya HP hakikatnya membuat tidak tenang jika ditinggalkan. Sungguh berbeda dengan al-Quran atau buku keilmuan yang tetap tenang jika ditinggalkan.

Penulis pernah menyoba meninggalkan buku tebal di pagar Masjid Agung Jombang untuk sholat berjamaah dengan keyakinan buku tersebut tidak akan hilang. Dan ternyata usai sholat penulis kembali ke tempat buku tersebut dan tidak hilang.

Kemudian penulis bertanya dalam hati. Seandainya yang ditinggalkan di pagar tersebut adalah HP, apakah masih ada di tempat atau hilang. Jawabannya bisa dikatakan 90% kemungkinan HP itu akan hilang. La wong ada orang tertidur di masjid dan HP-nya tergeletak di sampingnya saja hilang. Hehe...

Ya. Orang mengaku muslim namun tidak membaca dan mendalami al-Qur'an dan al-Hadis ibarat orang yang beli barang namun malas untuk membaca buku panduan yang sudah dibawakan dari pabriknya. Bisa dipastikan barang tersebut tidak tahan lama dibandingkan jika dia mau membaca buku panduannya.

Dari sepuluh orang yang membeli barang baru, mungkin hanya satu atau dua orang saja mau membuka buku paduannya. Dan begitulah potret mayoritas masyarakat kita yang malas dan lemah dalam membaca. Padahal itulah perintah wahyu yang pertama kali turun.

Tentu. Atas rahmat dan kasih sayang Alloh-lah kabar panduan hidup didunia itu sampai kepada kita. Bayangkan saja jika Allah Azza Wajalla menciptakan manusia tanpa kabar petunjuk hidup di dunia. Semua bisa hancur berantakan tidak karuan karena tanpa ada tatanan.

Kemudian mari kita kembali bertanya pada diri masing-masing. Berapa halaman kitab dan buku yang kita baca dan memahami maknanya dalam sehari? Lalu dari yang kita baca itu berapa persen yang sudah diamalkan dengan penuh keikhlasan?

Jawabnya tentu hanya masing-masing diri yang tahu...

.:. Wallahu A'lam .:.