Andi Arifayani
Andi Arifayani pelajar/mahasiswa

www.andiarifayani.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Resolusi Oh Resolusi

10 Januari 2018   22:57 Diperbarui: 10 Januari 2018   23:01 445 1 0

Roda waktu rasanya berputar begitu cepat. Rasanya baru kemarin membuat resolusi 2017 sekarang malah sudah masuk 2018. Lalu apa kabar resolusinya, mbak? Saya bertanya pada diri sendiri bukan pada rumput yang bergoyang apa lagi pada follower instagram dan twitter yang tidak seberapa. 

Banyak mungkin yang bernasib seperti saya, menjalani sepanjang tahun dengan biasa-biasa saja. Resolusinya tingkat tinggi tapi tidak juga terealisasi. Mau saya sebut satu-satu? Ah, tidak usah. Saya cukup tahu diri. 

Tetapi jika melihat ke belakang, dibanding merutuki semua hal yang tidak diperoleh tahun 2017 saya memilih menyebutkan banyak hal yang saya dapatkan sepanjang tahun lalu. Dimulai dengan mengunjungi tempat baru, bertemu dan berjejaring dengan teman baru dan menjalani kehidupan baru setelah lepas kontrak kerja, hingga pengalaman baru yang memperkaya referensi hidup. Jika orang tua suka berkata 'kamu belum banyak makan asam garam kehidupan' pada anak muda, rasanya saya mulai mengerti dan merasakan betapa benar kalimat tersebut.

Seperti nasihat-nasihat para pemberi nasihat, keluar dan berjejaring seperti yang saya lakukan di tahun 2017 membuat saya bertemu banyak sosok hebat. Makassar sebagai tempat saya berkatifitas sehari-hari memang tidak lah luas. Namun kota ini memiliki banyak tempat dan manusia untuk belajar dan mengambil hikmah. 

Sebut saja perempuan bernama Bunga yang sudah saya kenal beberapa tahun belakangan. Perempuan beranak dua dan bersuami satu ini memiliki banyak kegiatan dan menginisiasi berbagai aktifitas sosial. Apakah dia ibu rumah tangga? Jika ditanya demikian, Ia akan menjawab dengan 'iya' yang tegas lalu berkata bahwa pekerjaannya sekarang sebagai fasilitator lembaga UN hanyalah sampingan. 

Semangat dan kerja keras Ibu Bunga ini yang tahun ini harus bisa saya contoh. Malu rasanya masih berumur dua puluhan dan masih keteteran mengatur waktu. Tahun 2018 ini, saya ingin bertemu dengan lebih banyak sosok-sosok seperti Ibu Bunga. Ingin memperluas jejaring dan bertemu dengan lebih banyak orang. 

Semakin menua ternyata membuat saya berpikir bukan untuk memperbanyak resolusi tetapi memperbanyak rasa syukur untuk hal-hal yang sudah saya peroleh setahun belakangan. Dengan demikian, saya bisa melalui tahun 2018 ini dengan bekal semangat positif akan hal-hal baik yang akan datang. Tentu masih dengan pertanyaan, "kapan menikah?"