Mohon tunggu...
ArieSadhar
ArieSadhar Mohon Tunggu... Administrasi - Mahasiswa Kebijakan Publik

Auditor, Blogger, Author OOM ALFA (Bukune, 2013) dapat dipantau di @ariesadhar dan ariesadhar.com

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis

Akhir Indah Dongeng Kevin Cordon

1 Agustus 2021   11:52 Diperbarui: 1 Agustus 2021   12:11 117 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Akhir Indah Dongeng Kevin Cordon
Bulutangkis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Vladislav Vasnetsov

Para Badminton Lovers lawas sebenarnya tidak terlalu asing dengan nama Kevin Cordon. Bagaimanapun, tahun 2011 lalu, Kevin Cordon muda pernah mengalahkan Chen Long muda di babak pertama kejuaraan dunia. Cordon sendiri pada turnamen tersebut terhenti di perempat final oleh Dato Lee Chong Wei.

Sekadar trivia, pada tahun itu, Cordon kalah dua kali pada Vladimir Ivanov yang main single. Iya, Ivanov yang lebih kita kenal pada duet Rusia yang pernah menjadi juara All England itu.

Lolos ke 16 besar Olimpiade pada dasarnya juga bukan kali pertama bagi Cordon. Di London, Cordon memupuskan harapan pebulutangkis tuan rumah Rajiv Ouseph di babak round robin sebelum kemudian dikalahkan Sho Sasaki di babak knock out.

Karena posisinya di Guatemala, maka cukup sulit baginya untuk berlaga pada turnamen-turnamen besar yang rata-rata digelar di Asia dan Eropa. Bukan apa-apa, dia pernah mencoba misalnya pada tahun 2012 ke tur Asia Tenggara dan di 3 turnamen dia tersingkir langsung di babak pertama. Jadi, dari prize money juga nggak nutup kalau pergi jauh-jauh alias ya harus ada dukungan dari federasi.

Di kancah badminton benua Amerika pun, Cordon sebenarnya tidak terlalu menguasai persaigan juga. Dengan Brian Yang dari Kanada, Cordon tidak pernah menang dalam 5 pertemuan. Cordon sendiri lebih sering menang melawan Lino Munoz dari Meksiko. Terakhir, dia sempat ikut tur Eropa dan untuk kita ketahui bahwa Kevin Cordon adalah salah satu lawan yang dikalahkan oleh atlet swasta Indonesia bernama Panji Ahmad Maulana dalam perjalanan ke final.

Kevin Cordon memperoleh sorotan pada Olimpiade Tokyo setelah lolos sampai final. Kalau ditelaah sebenarnya ada sedikit faktor keberuntungan selain tentu saja dia memang memainkan laga dengan baik.

Cordon ada di grup C dengan Munoz sang musuh bebuyutan dan Ng Ka Long Angus dari Hong Kong sebagai unggulan. Munoz dapat dikalahkan dengan baik, demikian pula sang unggulan. Hanya butuh 42 menit bagi Cordon untuk mengalahkan jagoan Hong Kong tersebut. Karena di grup C itu, Cordon memanfaatkan kesempatan dengan sangat baik.

Di 16 besar dia bersua Mark Caljouw dari Belanda. Pemain Belanda ini statusnya juga kejutan karena berhasil menyingkirkan unggulan asal India, Sai Praneeth. Di perempat final, Cordon sukses mengandaskan Heo Kwanghee. Heo ini termasuk mujur karena ada di grup A. Di Olimpiade, jalur unggulan 1-2 mendapat keringanan di 16 besar dengan bye. Keberhasilannya mengalahkan Kento Momota membuat Heo tidak perlu main ke 16 besar dan auto perempat final.

Jadi, di jalurnya, Kevin Cordon bersua sesama pemain-pemain kejutan. Bandingkan dengan lapak sebelah yang belum-belum sudah mempertemukan Viktor Axelsen dngan Wang Tzu Wei dan kemudian Shi Yu Qi. Cordon memanfaatkan rejekinya dengan baik dan penampilan prima.

Seperti dikutip dari aleteia.org, Cordon adalah salah satu pemain yang latihannya terdampak virus Corona. Sports center di La Union, Zacapa, tempatnya tinggal dialihfungsikan sebagai tempat penanganan COVID-19. Cordon sendiri sebagai pemain nomor 1 Guatemala hampir pasti mendapat tempat di Olimpiade karena yang boleh mengirim 2 tempat hanya yang ada di 16 besar, sedangkan lepas dari situ setiap negara hanya boleh mengirim 1 pemain.

Persiapan Kevin Cordon tentu menjadi sulit. Namun dia tidak menyerah dan akhirnya menemukan tempat baru untuk latihan: aula gereja San Fransisco de Asis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN