Mohon tunggu...
Arief Herlambang
Arief Herlambang Mohon Tunggu... Hanya seorang penulis biasa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Transportasi

Tenggelamnya KRI Nanggala 402

3 Mei 2021   15:20 Diperbarui: 3 Mei 2021   15:26 21 2 0 Mohon Tunggu...

Pada (24/4/2021) lalu, Indonesia kembali mengalami duka cita yang cukup mendalam. Sebab, beberapa prajurit terbaik Indonesia gugur dalam insiden tenggelamnya kapal selam TNI angkatan laut republik Indonesia. Kapal selam yang bernama KRI Nanggala 402 buatan Jerman tersebut tenggelam di perairan laut Bali. Akibatnya sebanyak 53 awak kapal gugur dalam insiden ini. Awalnya kapal selam ini mengalami hilang kontak sebelum dinyatakan tenggelam atau status nya sub-sunk oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Kapal selam ini ditemukan oleh kapal MV Swift Rescue dari Singapura di perairan laut Bali pada kedalaman 838 meter di bawah kedalaman laut. Kapal selam ini terbelah menjadi 3 bagian besar saat ditemukan, dan seluruh awak kapal dinyatakan gugur atau tidak ada yang selamat. Belum diketahui dengan pasti apa penyebab tenggelamnya kapal selam ini. Hingga saat ini pihak terkait masih melakukan penyelidikan penyebab dari tenggelamnya KRI Nanggala 402 ini. Disini penulis akan memberikan opini tentang insiden tersebut menurut beberapa sudut pandang.

Usia kapal. Indonesia memiliki beberapa kapal selam, baik itu buatan luar negeri maupun produksi Indonesia sendiri. KRI Nanggala 402 merupakan kapal selam buatan Jerman yang dipesan oleh Indonesia pada tahun 1977 dan mulai bertugas pada tahun 1981. Jika dihitung pada saat kapal telah dinyatakan tenggelam, usia nya kurang lebih 40 tahun, hampir sama dengan KRI Cakra 401 yang merupakan kapal selam Indonesia yang lainnya. Menurut penulis, di usia tersebut kendaraan mana pun bisa dibilang sudah sangat tua dan perlu diberikan perhatian khusus, karena bisa saja banyak bagian kapal yang sudah rusak dan sudah tidak bisa lagi berjalan dengan normal, termasuk KRI Nanggala 402. Walaupun di usia nya yang sudah tua, KRI Nanggala 402 sebelum dinyatakan tenggelam pastinya mendapatkan perawatan yang intensif oleh TNI-AL, seperti pengecekan sebelum berlayar, pergantian spare part yang sudah mulai rusak atau tidak layak pakai, dan lain-lain. Akan tetapi nasi telah menjadi bubur, pelajaran yang bisa diambil adalah dengan melakukan perawatan terhadap kapal selam yang sudah tua lainnya yaitu Cakra 401. Dan jika Indonesia memiliki dana yang lebih bisa saja untuk mengganti atau membeli kapal selam yang baru

Minimnya alutsista dan dana untuk membelinya. Indonesia memiliki prajurit TNI yang luar biasa hebat. Akan tetapi kehebatan tersebut jika tidak memiliki persenjataan yang lengkap dan canggih, tentu dirasa masih ada yang kurang. Hal ini dikarenakan alutsista (alat utama sistem senjata) yang dimiliki oleh Indonesia dinilai minim dan kurang modern. Contohnya adalah KRI Nanggala 402 yang telah berusia 40 tahun. Mentri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto berharap untuk segera modernisasi alutsista. “Alutsista kita memang karena terpaksa kita belum modernisasi lebih cepat. Ini mendesak, kita harus modernisasi lebih cepat. Saya yakin dalam waktu dekat alutsista bisa dimodernisasi tiga matra,” kata Prabowo dalam jumpa pers, Kamis (22/4/2021). Akan tetapi, rencana ini dirasa sulit untuk diwujudkan. Pasalnya, biaya yang diperlukan untuk keperluan alutsista ini bisa dibilang sangat mahal. “Alutsista di bidang pertahanan memang cukup mahal. Bahkan bisa saya katakan ya sangat mahal. Sangat mahal,” kata Prabowo saat menggelar konferensi pers di Bali, Kamis (22/4). (Sumber kedua kutipan/CNNIndonesia).

Video viral yang menyebar terkait awak kapal. Di media sosial viral sebuah video yang menunjukkan seorang anak dari salah satu awak kapal selam Nanggala 402. Dalam video tersebut terdapat seorang anak awak kapal yang menahan ayah nya di dalam kamar untuk pergi bertugas. Banyak netizen atau warga net yang bilang bahwa anak tersebut seperti ada firasat yang buruk akan terjadi kepada ayahnya. Yang dirasakan anak itu bisa saja benar, namun kurang masuk akal. Menurut sudut pandang penulis, anak tersebut menahan ayah nya di kamar lantaran tidak ingin ayah nya pergi untuk waktu yang lama dikarenakan bertugas sebagai TNI. Anak tersebut ingin berlama-lama untuk bermain bersama ayah nya, akan tetapi tuhan sudah berkehendak lain.

Dibalik dugaan semua orang tentang apa yang terjadi pada KRI Nanggala 402 belum tentu semuanya benar. Untuk saat ini kita sebagai masyarakat sedang menanti fakta apa yang bisa menyebabkan kapal selam tersebut tenggelam dan menyebabkan 53 prajurit terbaik bangsa gugur dalam insiden tersebut. Untuk saat ini kita hanya bisa berdoa supaya keluarga korban yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x