Mohon tunggu...
Arief MuhamadFR
Arief MuhamadFR Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Penggunaan Masker di Desa Kloposawit Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

30 Juni 2020   21:30 Diperbarui: 30 Juni 2020   21:29 3 0 0 Mohon Tunggu...

Buluspesantren-Penggunaan masker di desa Kloposawit meningkat di tengah pandemi covid-19. Hal ini tidak lepas dari kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret  yang dilaksanakan sebagai relawan covid-19 ditempat tinggal masing-masing mahasiswanya. Mahasiswa KKN Covid-19 UNS. Mahasiswa KKN Covid-19 UNS, Arief Muhamad F.R, Prodi PGSD Kebumen FKIP UNS yang tergabung dalam kegiatan KKN Covid -19 Tahap II dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Cucuk Wawan Budiyanto, ST., Ph.D.

Didalam masa pandemi sekarang ini, tidak dipungkiri bahwa dengan beredarnya kabar virus corona yang telah menjangkiti Indonesia berdampak pada sikap masyarakat yang menjadi lebih over-protektif terhadap lingkungan sekitarnya. Ketakutan terhadap virus corona akan memberikan pengaruh terhadap sikap sosial masing-masing individu. Kita akan lebih mudah menaruh curiga pada orang yang batuk, bersin, atau terlihat pucat di sekitar lingkungan kita.

Menghadapi kondisi demikian, pemerintah menginstruksikan agar warga masyarakat selalu menggunakan masker untuk mengurangi resiko terpapar virus covid-19. Terlepas dari instruksi pemerintah terkait penggunaan masker, masih banyak warga Indonesia yang masih tidak mengindahkan instruksi tersebut, termasuk diantaranya yaitu di kecamatan buluspesantren kabupaten Kebumen. Salah satu wilayah di kecamatan buluspesantren yang masih minim penggunaan masker ialah desa kloposawit.

Attabik, salah seorang warga desa kloposawit RT 01/02 mengungkapkan bahwa penggunaan masker di wilayah tempat tinggalnya masih rendah. "Betul mas, di desa ini, yang memakai masker saat beraktivitas di luar rumah masih sedikit, saya sering menjumpai warga desa ini berada di luar rumah tanpa memakai masker", ungkapnya pada tanggal 16-05-2020.

Minimnya penggunaan masker oleh warga desa kloposawit dikarenakan rendahnya tingkat kesadaran warga atas pentingnya penggunaan masker di masa pandemi. Adapun peningkatan penggunaan masker di tengah pandemi covid-19 di desa ini salah satunya dikarenakan adanya program KKN dari salah seorang warga desa ini yang merupakan mahasiswa UNS, yaitu Arief Muhammad Fachrur Rozi. 

Program KKN yang dilaksanakan oleh Arief Muhammad Fachrur Rozi atau kerap disapa Oji ini yaitu sosialisasi pentingnya penggunaan masker di masa pandemi, edukasi pembuatan masker dan gerakan Masyarakat sehat, serta pembagian masker. 

Sosialisasi pentingnya penggunaan masker bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa Kloposawit bahwa penggunaan masker adalah penting untuk meminimalisir resiko terpapar covid-19. 

Selanjutnya program edukasi pembuatan masker yang ditujukan pada ibu-ibu warga desa kloposawit bertujuan agar ibu-ibu di desa ini bisa secara membuat masker kain sederhana tanpa mesin jahit bagi dirinya dan keluarganya. 

Edukasi gerakan Masyarakat sehat dilakukan salah satunya dengan praktik cuci tangan dengan benar kepada anak-anak desa Kloposawit. Edukasi ini bertujuan agar anak-anak yang senang bermain di lingkungan luar tetap dapat menjaga kesehatan dirinya dengan cara mencuci tangan dengan baik dan benar.

"Program kkn yang saya laksanakan dilatar belakangi oleh kondisi di wilayah tempat saya tinggal yang masih sangat minim penggunaan masker. Saya berharap dengan dilakukannya sosialisasi dan edukasi ini, warga masyarakat di desa ini akan memiliki kesadaran bahwa penggunaan masker di tengah pandemi covid-19 ini adalah sangat penting", tutur Oji pada awal Juni lalu.

Setelah dilaksanakan program kkn oleh mahasiswa UNS tersebut, diketahui bahwa penggunaan masker di desa Kloposawit meningkat tajam. Hampir semua warga yang terlihat beraktivitas di luar rumah mengenakan masker.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x