Mohon tunggu...
Ariby Zahron
Ariby Zahron Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

Orang orang mengenalnya sebagai ariby, nama yang disematkan di setiap karya tulis yang ia ciptakan. Ariby Zahron juga suka memesan nasi bakar. Remaja Malang yang sedang mengabdi di tengah keramaian kotanya. Kadang-kadang ia jatuh cinta dengan Kota Malang lewat tulisannya sendiri

Selanjutnya

Tutup

Home

Malang: Status Kota Dingin yang Terhenti

5 September 2022   16:13 Diperbarui: 5 September 2022   16:16 65 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Home. Sumber ilustrasi: Unsplash

Kondisi iklim Kota Malang selama tahun 2022 tercatat rata-rata suhu udara berkisar antara 22,7C -- 25,1C. Sedangkan suhu maksimum mencapai 32,7C dan suhu minimum 18,4C . Rata kelembaban udara berkisar 79% -- 86%. Dengan kelembaban maksimum 99% dan minimum mencapai 40%.

Deskripsi singkat geografis Kota Malang berkisar rerata pada tingkat dataran tinggi. Kesejukan dan kedamaian penduduknya selalu terbayang pada banyak orang terutama masyarakat barat. Entah dari suhu udara yang menenangkan, kota tujuan pendidikan, wisata alam terbesar, dan juga mempunyai tanah yang potensial berbagai macam.

Akan tetapi baru baru ini warga Kota Malang mengeluh akan keberadaannya sendiri. Sebagai tuan rumah dari berbagai pelancong dan perantau luar sana, mereka hebat dalam penyesalan keadaan kotanya kini. Mereka beranggapan bahwa kekuasaannya kini dijajah. Problematika Kota Malang kini adalah kemacetan lalu lintas dan tamu-tamu peradaban.

Membuat prihatin dengan penampakan Kota Malang yang sekarang sedikit berbeda wajahnya bahkan banyak yang telah berubah, baik dari sisi kebersihan, demografis, maupun integrasi. Kota Malang adalah bentuk kedua dari Yogyakarta. Akan tetapi problematika ini justru membuat Kota Malang menjadi gugup dalam menyikapi beberapa perubahan produk peradaban ini.

Mulai dari kemacetan sampai banyaknya parkir liar dimana mana membuat Kota Malang kwalahan dalam melawan masalah ini. Misal adanya pembangunan jalan tol menuju Malang dengan tiga gerbang utama (Singosari, Pakis, dan Sawojajar) justru menjadi titik kemacetan baru, terutama menjelang akhir pekan seperti di Jl. Ranugrati serta Jl. Muharto setelah exit gate Malang (Sawojajar), dan di perempatan Karanglo hingga Karangploso setelah exit gate Singosari. Lamanya durasi lampu merah kerap jadi momok utama. Berikutnya ada fenomena parkir liar. Kendaraan-kendaraan terpaksa berjejeran di pinggir jalan karena tempat-tempat yang mereka kunjungi nggak mampu menyediakan fasilitas parkir yang luas. Contohnya di sepanjang Suhat, daerah Klojen dekat stasiun, pasar Splindit, dan di ruas-ruas jalan Semeru. Karakter jalan yang tidak selebar jalanan di kota-kota besar lainnya tentu jadi masalah. Jika Surabaya punya akses masuk dengan lebih dari lima lajur seperti di Jl. Ahmad Yani, Kota Malang masih setia dengan dua lajurnya. Jalan-jalan di pusat kota juga nggak begitu lebar. Fakta keterbatasan lahan untuk pelebaran jalan ini menandakan Malang butuh solusi lain untuk mengatasi kemacetan.

Sebab faktor-faktor tersebut seolah meyakinkan penduduk Kota Malang bahwa bumi yang mereka miliki kini perlahan memudar suhu dinginnya. Udara yang dahulu sakral dengan keekstriman suhunya kini menyamakan suhu ibukota pada umumnya, sungguh miris.

Selain itu Kota Malang yang menjadi predikat utama dalam menanggung kota pendidikan di Indonesia juga mengalami kekalahan padahal
Kota Malang dikenal sebagai salah satu kota tujuan pendidikan terkemuka di Indonesia karena banyak universitas dan politeknik negeri maupun swasta yang terkenal hingga seluruh Indonesia dan menjadi salah satu tujuan pendidikan berada di kota ini, yang di antaranya yang paling terkenal adalah Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang.

Kekalahan yang paling utama adalah angka putus sekolah yang masih meninggi dan juga semangat berliteratur yang kurang. Saya harap Kota Malang kembali kalahkan Jogja sebagai kota multitalenta dalam pendidikan.

Ketika saya menemukan sebuah tweet yang bertuliskan "Kesempurnaan adalah ketika umr Jakarta ditambah biaya hidup Jogja dan bernuansa Bandung" maka saya adalah orang yang pertama kali menolak ucapan itu. Karena Kota Malang adalah surga Indonesia yang tersembunyi, disana adalah keistimewaan yang tidak kalah saingnya dengan Daerah Istimewa. Yang terakhir, saya harap Kota Malang kembali kepada wajah kenyamanan seperti dahulu sehingga masyarakat luar memandang Kota Malang ini sebagai kota yang komplit ekosistemnya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Home Selengkapnya
Lihat Home Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan