Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, mendongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Resensi Buku: Lima Bahasa Kasih untuk Anak-anak (Bab 1: Cinta Tanpa Syarat)

12 Maret 2020   05:00 Diperbarui: 12 Maret 2020   06:10 174 19 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Resensi Buku: Lima Bahasa Kasih untuk Anak-anak (Bab 1: Cinta Tanpa Syarat)
Buku Lima Bahasa Kasih untuk Anak-Anak. Photo by Ari

Sebagai seorang pendidik di sekolah dasar, saya memerlukan buku-buku panduan untuk saya jadikan acuan dalam mengajar. Mengajar anak-anak usia kecil perlu mengedepankan pendidikan karakter. 

Tidak cukup hanya mengisi koqnitif anak saja. Namun kebutuhan emosi anak pun harus diperhatikan.berikut ini akan saya bagikan sedikit bagian dari buku yang pernah saya baca dan sangat bermanfaat bagi saya pribadi.

Judul buku adalah Lima bahasa kasih untuk anak-anak yang ditulis oleh  Gary Chapman and Ross Campbell, M.D.


Saya akan membagikan hal-hal.penting yang saya dapatkan dari buku ini khususnya di bab 1. 


Bab 1 : Dasarnya adalah CINTA


Beberapa masalah yang dihadapi orang tua berkaitan dengan buah hatinya antara lain adalah anak mereka seperti anti sosial, terlalu pendiam atau pemalu dan ada juga yang suka melawan. Tentu saja hal-hal tersebut firasa sangat tidak nyaman. 

Hal tersebut menjadi sumber masalah dan harus dicari penyebabnya lebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengatasinya. Perilaku anak yang kurang baik tersebut seringkali disebabkan karena kondisi di sekelilingnya mendukung atau mendorongnya menjadi pribadi yang tidak menyenangkan. 

Jika kebutuhan emosional anak tidak terpenuhi, maka masalah-masalah tersbit akan tombul. Masing-masing orang tua harus mengoreksi sendiri berkaitan dengan hal atau kebutuhan apa yang kurang dari anak mereka.

Kesulitan orang tua biasanya berkisar pada membuat anak mengerti bahwa mereka mengasihinya. Anak-anak menuntut orang tua mengasihi dengan cara yang mereka pahami. 

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Mereka harus berusaha untuk dapat mengisi "tangki emosional" anak mereka sampai penuh. Dengan demikian anak-anak akan mengerti bahwa mereka dicintai. 

Namun cinta macam apakah yang sesungguhnya dibutuhkan mereka?

Cinta tanoa syarat atau cinta sejati, itulah yang dobutuhkan anak-anak kita. Orang tua (dan juga guru) perlu mengisi tangki emosional anak dengan cinta tanpa syarat karena cinta sejati selalu tanpa pamrih/syarat. 

Cinta tanpa syarat adalah cinta yang utuh, yang menerima serta menegaskan seorang anak siapa dirinya dan bukan karena sesuatu yang telah dilakukannya. Tanpa memandang apa yang dilakukannya (atau tidak dilakukannya), orang tuanya tetap mencintainya. (Halaman 15-17).

Bagaimana kenyataannya dalam kehidupan? Sebagai orang tua, mereka mencintai anak-anak dan menginginkan anak mereka merasa dicintai. Tetapi pada kenyataannya hanya sedikit yang mengetahui cara menyampaikan perasaan tersebut secara memadai. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x