Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Guru

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Asyiknya Bertanam Bunga Wijaya Kusuma

11 Februari 2019   20:56 Diperbarui: 16 Februari 2019   10:53 860 16 10
Asyiknya Bertanam Bunga Wijaya Kusuma
Bunga Wijaya Kusuma. Photo by Ari

Beberapa tahun silam, saya lupa kapan tepatnya, saya melihat di halaman depan rumah orang, yang saya juga tidak kenal, serumpun bunga cantik mekar putih semarak dan sangat indah. Saya hanya terkagum dan tidak tahu nama bunga tersebut. 

Dalam suatu acara lain, saya ke Surabaya dan melihat koleksi tanaman bunga milik salah satu sahabat saya. Ada bunga Wijaya kusuma. Saya sangat penasaran. Lalu saya membawa beberapa tangkai daun jauh-jauh dari Surabaya. 

Tanaman bunga wijaya kusuma saya bawa masuk rumah. Photo by Ari
Tanaman bunga wijaya kusuma saya bawa masuk rumah. Photo by Ari
Singkat cerita, saya pun menanam daun-daun tersebut di dalam pot plastik. Lalu saya amati pertumbuhannya. Gambar di atas adalah bunga wijaya kusuma yang sudah mekar. Terbanyak yang pernah saya punya mekar bersama, ada 4 bunga. 

Saya sengaja membawanya ke dalam rumah, agar bisa menikmati dengan puas keindahannya dan juga harum bunganya. Berikut ini saya fotokan bunganya saat mekar sempurna ya.

Bunga Wijaya Kusuma. Photo by Ari
Bunga Wijaya Kusuma. Photo by Ari
Sedikit cerita mengenai bunga ini yang menjadi salah satu koleksi kesayangan saya di rumah. Berawal hanya dari beberapa helai daun, tanaman ini sengaja saya perbanyak begitu muncul daun yang rimbun. 

Saya potong satu daun sampai pangkalnya, lalu saya tancapkan lagi sebagai induk tanaman baru. Dan berhasil. Saya sekarang mempunyai beberapa pot tanaman bunga Wijaya kusuma di rumah. Bukan hanya itu saja. Ketika saya akhirnya harus keluar rumah untuk bekerja di kota lain, saya pun membawa beberapa helai daunnya ke kota di mana saya tinggal. 

Koleksi tanaman saya di kota tempat saya tinggal sekarang. Photo by Ari
Koleksi tanaman saya di kota tempat saya tinggal sekarang. Photo by Ari
Perhatikan gambar di atas. Saya tidak punya lahan luas seperti di rumah ibu di kampung. Saya hanya bisa bercocok tanam di sebaris balkon depan kamar. Dan saya pun tetap menikmati berkebun di balkon.

Tiga pot tanaman dari kanan adalah koleksi tanaman wijaya kusuma. Dari beberapa helai yang saya bawa, tumbuh subur sampai beberapa pot.

Tanaman Wijaya Kusuma. Photo by Ari
Tanaman Wijaya Kusuma. Photo by Ari
Kelemahannya adalah tanaman saya kurang dapat sinar matahari yang terik karena di balkon cukup terlindungi atap. Hasilnya tanaman ini hanya berdaun lebat dan segar.

Dua tahun saya menanan dan membiarkannya tumbuh tanpa melihat bunga cantik. Padahal secara normal, tidak butuh waktu selama itu bila kondisi mendukung. 

Daun tanaman Wihaya Kusuma. Photo by Ari
Daun tanaman Wihaya Kusuma. Photo by Ari
Melihat daun yang sesegar ini, sesubur ini, saya berharap ini tanaman sayur yang bisa saya panen dan nikmati. Sayangnya bukan. Saya tidak ambil pusing meskipun tidak melihat bunganya. 

Sampai suatu kali, saya sedang menyirami tanaman ini, ada sepucuk sangat kecil kuncup calon bunga di ujung daun. 

Calon bunga Wijaya kusuma. Kuncup sangat kecil. Photo by Ari
Calon bunga Wijaya kusuma. Kuncup sangat kecil. Photo by Ari
Saya amati dan saya perhatikan baik-baik kuncup itu. Senang sekali. Sambil harap-harap cemas kuncup ini bisa tumbuh sampai mekar. 
Kuncup terus tumbuh membesar. Photo by Ari
Kuncup terus tumbuh membesar. Photo by Ari
Kuncup kecil itu terus tumbuh membesar dan segar. Tidak ada tanda-tanda layu menguning dan gugur. Pernah saya mengalami itu, melihat kuncup bunga tidak mekar malah kering dan gugur. 
Dua kuncup wijaya kusuma. Photo by Ari
Dua kuncup wijaya kusuma. Photo by Ari
Seiring berjalannya waktu, kuncup itu semakin menunjukkan tanda-tanda akan mekar. Malahan saya menemukan temannya. Ada lebih dari satu alias ada dua. Senang rasanya hati saya. Butuh waktu sekitar 3 minggu dari kuncup paling kecil sampai akhirnya mekar.
Kuncup Wijaya Kusuma siap mekar. Photo by Ari
Kuncup Wijaya Kusuma siap mekar. Photo by Ari
Lihat foto di atas. Detik-detik menjelang bunga mekar. Bagi yang mengenal bunga Wijaya Kusuma, pasti tahu ya kalau mekarnya hanya sejenak saja, dan waktu tertentu. 
Kuncup mulai merekah. Photo by Ari
Kuncup mulai merekah. Photo by Ari
Lihat bagian ujung kuncup yang siap mekar menjadi bunga. Malam hari adalah waktu yang dipilih bunga ini untuk mekar. Sekitar pukul 9 malam sudah mulai mekar kuncupnya perlahan.

Bunga akan mekar sempurna sekitar pukul 10 malam sampai 11 malam. Berdasarkan pengamatan saya. Tentu saja setelah itu saya tinggal tidur. Tidak saya tungguin semalaman. Hajya menikmati mekar sempurna dan mencium harumhya si bunga cantik ini.

Bunga wijaya kusuma mekar sempurna. Photo by Ari
Bunga wijaya kusuma mekar sempurna. Photo by Ari
Bunga Wijaya Kusuma disebut juga Sri Rejeki. Banyak yang mempercayai saat bunga mekar, berarti si pemilik bunga sedang punya banyak rejeki yang dikaitkan dengan uang. Itu kata orang. Saya pribadi tidak mempercayainya. Saya hanya penggemar bunga yang akan menikmati dan menanti mekarnya bunga yang saya suka ini.
Bunga wijaya kusuma koleksi saya mekar. Photo by Ari
Bunga wijaya kusuma koleksi saya mekar. Photo by Ari
Ini kedua bunga saya yang mekar sempurna sekitar pukul 10-an malam. Sempat saya letakkan tepat dibawah jendela agar saya tidak perlu keluar ke balkon di malam hari. Setelah itu, saya kembalikan ke tempat semula keesokan harinya. Bunganya sudah mulai menguncup di pagi hari.
Foto bunga wijaya kusuma di pagi hari sekitar pukul 6. Photo by Ari
Foto bunga wijaya kusuma di pagi hari sekitar pukul 6. Photo by Ari
Semakin siang bunga ini akan semakin menutup dan lama-kelamaan layu. Ada tetangga saya yang tidak tahu kalau bunga ini hanya mekar sempurna di malam hari

Dia bertanya ke saya, apa rahasianya bunga saya bisa mekar sementara punya dia selalu seperti layu. Setelah saya jelaskan sifat bunga ini yang mau mekarnya malam hari, baru tetangga saya mengerti, harus malam hari menikmati bunga itu mekar. 

The Cereus. Queen of the night. Sri Rejeki. Wijaya Kusuma. Photo by Ari
The Cereus. Queen of the night. Sri Rejeki. Wijaya Kusuma. Photo by Ari
Karena itulah bunga ini dijuluki "Queen of the night". Nah kalau membicarakan dengan sesama penggemar bunga mancanegara, sebutlah The Cereus, mereka akan paham kalau bunga cantik ini yang sedang dibicarakan. 

Saya memang tidak banyak mengulas cara merawat bunga ini agar tumbuh subur. Anda bisa dengan mudah cari di internet. Jadi di sini, saya hanya membagikan kisah berkebun saya. 

Wijaya kusuma jenis besar lebih tahan lama mekarnya. Photo by Ari
Wijaya kusuma jenis besar lebih tahan lama mekarnya. Photo by Ari
Karena termasuk jenis kaktus, tanaman bunga Wijaya kusuma ini mudah dikembangbiakan. Bisa melalui daun dan ditancapkan saja ke tanah. Butuh sinar matahari yang cukup banyak agar sering berbunga.

Dan tidak membutuhkan banyak air, jadi tidak perlu disirami terlalu sering. Asal tanahnya tudak nampak kering sama sekali. Atau bisa gunakan pot yang berlubang bawahnya sehingga airnya mengalir keluar. Tanah tidak perlu terlalu lembab

Bunga Wijaya kusuma. Photo by Ari
Bunga Wijaya kusuma. Photo by Ari
Jika dirawat baik-baik, bunga Wijaya kusuma ini bisa sampai menghasilkan buah. Dan jika direbus, bunga dan buahnya, menurut cerita teman saya, cukup baik untuk kesehatan dan kesegaran badan.

Kalau Anda mau tahu lebih lanjut, bisa cari info manfaat bunga wijaya kusuma di internet ya. Saya pribadi belum pernah coba hanya menurut cerita teman syaa yang juga memiliki koleksi bunga ini dan ayahnya biasa merebus bunga dan huahnya untuk kesehatan.

Bunga Wijaya Kusuma. Photo by Ari
Bunga Wijaya Kusuma. Photo by Ari
Demikian kisah singkat hobi saya berkebun. Merawat tanaman bunga Wijaya Kusuma, The Cereus, Queen of the night, Sri Rejeki. 

Tangerang, 11 Februari 2019

Written by Ari Budiyanti