Mohon tunggu...
Mbah Ukik
Mbah Ukik Mohon Tunggu... Buruh - Jajah desa milang kori.

Wong desa

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Belanda akan Meninabobokan Argentina

4 Desember 2022   09:24 Diperbarui: 4 Desember 2022   09:26 297
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bintang kesiangan, redup. | Sumber: tangkap layar Kompas.com

Apa yang paling menarik tentang Argentina?

Bagi saya Argentina adalah tentang Efita Peron, Don't Cry for Me Argentina, Mario Kempes walo pada akhirnya ditenggelamkan oleh Maradona, Perang Malvinas, dan Piala Dunia 1978.

Apa yang paling menarik dari Belanda?
Bagi saya Belanda adalah negara kecil yang pernah membuat sengsara kepulauan Nusantara, Ratu Yuliana, lagu Nina Bobo dan Mama dari Hientje, klompen, Johan Cruyff, dan Piala Dunia 1974 & 1978.

Bicara tentang siapa yang terbaik antara Argentina dan Belanda dalam dunia sepakbola tentu banyak yang mengatakan Argentina. Mereka juara dunia 2 kali.
Apalagi saat ini punya Messi, bintang Venus yang mulai redup di ujung dini hari. Orang Jawa mengatakan lintang panjer rina - bintang yang bersinar di siang hari. Redup. Ada juga yang bilang lintang karipan - bintang kesiangan. Boleh jadi demikian karena harapan besar dari para pendukungnya di Argentina maupun di luar Argentina.


Belanda, selalu dipuja sebagai juara tanpa mahkota. Piala dunia 1974 begitu diramalkan menjadi juara ternyata permainan cantik Johan Cruyff dengan total footballnya diredam panser Frans Beckenbauer yang tak mau menyerah walau dengan tulang pundak mengsle.
Belanda pun pulang gontai tidak menangis. Kecuali saya dan juga penggemar Tim Orange yang getem-getem mendengar berita kekalahannya dari siaran berita pagi jam 7 dari RRI pusat Jakarta.

Johan Cruyff. | Sumber: tangkap layar Der Speigel
Johan Cruyff. | Sumber: tangkap layar Der Speigel

Piala dunia 1978, Belanda bermain cantik bertemu Argentina yang luwes dengan tarian Tango membuat Belanda kembali pulang tanpa piala dunia.

Saya dan seluruh kampung  yang nonton bareng di tivi cekli 12 inchi di teras rumah menjadi getem-getem. Tivi kecil yang pertama kali kami miliki hampir saja jatuh begitu gol penentu dari Mario Kempes masuk ke gawang Belanda untuk keduakalinya.

Sedih. Tentu saja. Bukan karena kekalahan Belanda dari Jerbar pada 1974 tapi demi mendengar berita jam 7 dari RRI saya terlambat sekolah dan disetrap guru SMP untuk menyapu halaman.

1978 kembali saya disetrap guru SLTA gegara terlambat bangun dan sekolah karena perpanjangan waktu Argentina dan Belanda.

2022, Belanda ingin jadi awan kelabu yang menutupi lintang karipan - Messi - agar tidak bersinar menjelang pagi.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun