Ardiansyah Taher
Ardiansyah Taher Sociolinguist

Music, Sports, Languages

Selanjutnya

Tutup

Musik Artikel Utama

Ada yang Kurang dari Hammersonic Festival 2018

25 Juli 2018   09:38 Diperbarui: 26 Juli 2018   09:10 1438 6 0
Ada yang Kurang dari Hammersonic Festival 2018
Aksi panggung Ihsahn di Hammersonic 2018 (Dokumentasi Pribadi)

Akhir pekan lalu (22/7) para Metalheads berbondong-bondong membanjiri Pantai Karnaval Ancol dalam gelaran tahunan musik metal Hammersonic 2018.

Ada yang berbeda dari Hammersonic dibanding tahun-tahun sebelumnya. Rombongan para penonton berbaju hitam kali ini tidak hanya didominasi oleh anak Metal saja, namun juga penggemar musik ngebut Punk dan juga aliran musik lainnya. Sederet band dengan berbagai genre musik menjadi line up utama Hammersonic tahun ini.

Suasana di depan pintu masuk venue Hammersonic 2018 (Dokumentasi Pribadi)
Suasana di depan pintu masuk venue Hammersonic 2018 (Dokumentasi Pribadi)
Panggung utama Hammersonic 2018 yang megah (Dokumentasi Pribadi)
Panggung utama Hammersonic 2018 yang megah (Dokumentasi Pribadi)
Sebut saja H20 dan Dead Kennedys. Meski para personilnya sudah berumur, mereka tetap tampil prima menghibur para penggemarnya di Indonesia yang sudah merapat ke depan panggung sejak siang hari. Tentu kehadiran mereka berhasil memuaskan rasa rindu penggemarnya khususnya di Jakarta.

Ditambah lagi dengan aksi panggung unik band Brujeria dan legenda band black metal Emperor yang kini bersolo karir, Ihsahn berhasil membuat suasana malam di Ancol semakin panas. Hammersonic 2018 pun ditutup oleh aksi panggung In Flames yang juga eksis di ranah musik keras dunia.

Para wanita juga banyak yang datang ke Hammersonic 2018. Sebagian besar ingin menyaksikan "band gaul" asal Amerika Serikat, Escape The Fate. Aksi panggungnya yang nyentrik dan lagunya yang bersemangat membuat penonton kaum hawa tak berhenti berteriak.

Aksi dari band-band lokal juga tak kalah cadas. Di antaranya adalah Deadsquad, Saint Loco, hingga Koil dengan aksi gilanya menghancurkan 3 gitar dalam satu kali manggung! Uniknya lagi, band punk asli Indonesia seperti Marjinal dan Tjukimay juga meramaikan Hammersonic 2018 dengan aksi panggungnya yang menarik dan lagu-lagunya yang sarat kritik pemerintahan.

Guest Star yang kurang greget

Secara garis besar, Hammersonic memang berhasil menjadi magnet para pecinta musik keras di setiap tahunnya. Namun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tentu Hammersonic tahun ini agak berubah konsep di mana ada beberapa genre musik yang coba dilebur menjadi satu panggung.

Padahal, sempat ada isu beredar bahwa raja metal Slayer akan datang ke Indonesia mengingat mereka sedang dalam tur perpisahannya. Masih banyak juga band-band besar seperti Cradle Of Filth, Dimmu Borgir, Immortal, Anthrax, Kreator, dan Big 5 metal lainnya yang belum sempat mampir ke Hammersonic seperti edisi-edisi sebelumnya.

Bagaimana dengan Hammersonic 2019? 

Suasana di venue acara Hammersonic 2018 (Dokumentasi Pribadi)
Suasana di venue acara Hammersonic 2018 (Dokumentasi Pribadi)
Terlepas dari kekurangannya, Hammersonic sudah menjadi gelaran paling ditunggu-tunggu oleh pecinta musik keras di seluruh Indonesia. Setidaknya Hammersonic 2018 memiliki panggung yang lebih megah dan keren dibanding gelaran sebelumnya.

Bahkan Hammersonic tahun ini memperkenalkan maskotnya yang bernama Nic Hammerhead yang juga hadir di tengah-tengah keramaian penonton untuk memberikan semangat dari pinggir panggung. Sebuah inovasi yang bagus agar kemasan acara menjadi lebih menarik.

Nic hammerhead, maskot Hammersonic Festival (Dokumentasi Pribadi)
Nic hammerhead, maskot Hammersonic Festival (Dokumentasi Pribadi)
Tentu para Metalheads menginginkan sesuatu yang lebih wah lagi pada Hammersonic tahun depan. Dengan konsep yang lebih matang dan artis yang lebih greget lagi. Manakah band favoritmu yang wajib datang ke Hammersonic tahun depan? Kita tunggu saja nanti.