Ardiansyah Taher
Ardiansyah Taher Sociolinguist

Music, Sports, Languages

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Inilah Lapangan Sintetis Berstandar FIFA Pertama di Indonesia

13 September 2017   02:55 Diperbarui: 13 September 2017   07:59 4633 7 2
Inilah Lapangan Sintetis Berstandar FIFA Pertama di Indonesia
Suasana lapangan di National Youth Training Center (Foto: Ardiansyah)

Lapangan ini diklaim sebagai lapangan dengan rumput artifisial berstandar FIFA pertama di Indonesia, tapi bukan di Jakarta ataupun kota-kota besar lainnya.

Selain Stadion Universitas Indonesia yang kini menjelma menjadi stadion mewah dengan rumput artifisial/sintetisnya yang berlokasi di tengah kota, warga Depok juga bangga memiliki pusat latihan timnas yang dinamakan National Youth Training Center (NYTC). Hadirnya lapangan baru dengan rumput sintetis kualitas dunia tentu sangat menunjang proses latihan timnas sepak bola Indonesia dalam pemusatan latihan.

Suasana di pinggir lapangan (Foto: Ardiansyah)
Suasana di pinggir lapangan (Foto: Ardiansyah)

Suasana di pinggir lapangan (Foto: Ardiansyah)
Suasana di pinggir lapangan (Foto: Ardiansyah)

Lapangan ini adalah bagian dari proyek FIFA yang dinamakan Goal yang sudah dicanangkan sejak 1999. Proyek ini menyasar ke negara-negara ASEAN lewat pembangunan pusat latihan tim nasional. Tak tanggung-tanggung, sudah lebih dari 200 Juta Dolar AS digelontorkan FIFA dan Indonesia beruntung sekali bisa mendapatkan bantuan ini mengingat potensi sepak bola negara kita sangat besar namun tidak berbanting lurus dengan sarana dan prasarananya.

Sawangan dipilih sebagai lokasi pemugaran lapangan bukan tanpa alasan. Kawasan yang merupakan kompleks olahraga Pelita Bakrie ini memang sudah menjadi pusat latihan timnas usia muda beberapa tahun ke belakang meski agak jauh dari pusat kota terutama hotel atau penginapan dimana para atlet beristirahat.

Rumput sintetisnya oke punya! (Foto: Ardiansyah)
Rumput sintetisnya oke punya! (Foto: Ardiansyah)

Kondisi rumput artifisial berstandar FIFA (Foto: Ardiansyah)
Kondisi rumput artifisial berstandar FIFA (Foto: Ardiansyah)

Menurut Direktur Sarana dan Prasarana PSSI, Chandra Solehan, lapangan ini satu-satunya yang sesuai standar FIFA. Seperti yang dilansir depokpos.com. Beliau menambahkan, drainase lapangan ini sangat bagus meski menggunakan rumput sintetis karena lapisan batu setebal 25 cm dibawahnya.

Mari kita melihat lebih dekat dan mencoba bermain sepak bola di lapangan ini. Wah, rasanya begitu nyaman sekali seperti menginjak rumput asli. Tingkat ketebalan rumputnya pas dan kondisi tanah yang rata membuat aliran bola begitu lancar.

Rumput lapangannya sih memang berstandar Internasional, tapi...

Bagaimana dengan fasilitas penunjang lainnya? Hhhmmm, sayangnya masih belum lengkap. Lampu lapangan belum dipasang sehingga tidak bisa digunakan di malam hari, tribun lapangan tidak layak dan juga bangku pemain cadangan yang belum tersedia, begitu juga dengan ruang ganti serta kamar mandi yang tidak terlihat di sekitar lapangan.

Lapangannya bagus, tapi kok Tribunnya begini? (Foto: Ardiansyah)
Lapangannya bagus, tapi kok Tribunnya begini? (Foto: Ardiansyah)

Beberapa bangunan rumah di dekat lapangan juga terlihat seperti tanpa penghuni seperti rumah kosong. Hanya ada pos keamanan yang dijaga oleh seorang satpam yang merangkap menjadi penjaga parkir kendaraan.

Ada rumah kosong di dekat lapangan (Foto: Ardiansyah)
Ada rumah kosong di dekat lapangan (Foto: Ardiansyah)

Terlihat juga rumah kosong di area parkir (Foto: Ardiansyah)
Terlihat juga rumah kosong di area parkir (Foto: Ardiansyah)

Mungkin proyek pembangunan komplek latihan PSSI yang dikhususkan untuk timnas muda ini masih dalam tahap pengembangan, atau mungkin memang tidak dilanjutkan. Padahal, jika kita menelusuri area sekitar, masih banyak lapangan atau lahan yang belum terurus layaknya tanah kosong. Masih banyak juga sawah dan empang milik warga sekitar. Penerangan jalan serta kondisi jalan pun masih kurang dari kata layak untuk pusat latihan sekalas tim nasional.

Meskipun lokasinya agak kurang strategis jika dijangkau dari tengah Kota Depok, area yang juga menjadi markas klub voli Pelita Jaya Sawangan ini sangat bagus jika memang serius digarap menjadi pusat olahraga yang diperuntukkan untuk tim nasional terutama sepak bola dan futsal. Pembangunan mess untuk atlet serta sarana lain di dekat lapangan latihan sebaiknya diutamakan juga karena suasana sekitar sangat asri dan nyaman, jauh dari hingar bingar suasana kota. Bisa dibilang, suasana di sini masih "kampung banget".

Agak ngeri juga sih kalo main sewaktu hujan, banyak tiang sutet mengelilingi lapangan (Foto: Ardiansyah)
Agak ngeri juga sih kalo main sewaktu hujan, banyak tiang sutet mengelilingi lapangan (Foto: Ardiansyah)

Semoga saja kompleks latihan timnas ini bisa terus dibangun menjadi pusat latihan standar dunia, tidak kalah dengan kompleks Gelora Bung Karno yang juga sedang bebenah menuju event besar di tahun depan, Asian Games. Berharap pemerintah pusat juga turut membangun pusat latihan ini, jangan hanya berharap bantuan FIFA saja.