Humor Pilihan

Menanggapi Fenomena Kebelet Nikah!

15 Mei 2019   19:31 Diperbarui: 15 Mei 2019   19:33 96 1 1

Dulu saya sensi sekali setiap membaca tulisan di akun-akun dakwah (dakwah yang isinya membahas tentang cinta-cintaan). Sekarang masih sensi, sih, tetapi dari pengalaman teman-teman di sekitar, saya mulai bisa memahami kenapa mereka yang lelah ingin menyerah dengan menikah.

saya juga punya nenek yang tak kalah hebat dalam hal manas-manasi hati. nenek saya sudah tua sekali. Beliau seumuran dengan stave rogers, namun nenek saya lebih layu duluan mengingat "captain america" saat itu membeku di dalam es dan baru dibangunkan di abad ke 21, sedangkan nenek saya tetap terpapapar radiasi pemanasan global selama satu abad terakhir.

Nenek saya suka sekali membawa-bawa kematian kalau berbicara, pagi itu, Tiba-tiba dia terjatuh dan meminta untuk dipangku cucunya yang paling tampan. otomatis saya memangkunya, sambil menarik nafas dalam-dalam, beliau berkata

"opi?"

Bukan nek, ini arda.(sepupu saya opi memang tampan, tapi beliau tidak berada di lokasi waktu itu, jadi tetap saya yang paling tampan)

"nenekmu ini sudah tua le"

Iya nek, tahu.

"nenekmu ini mbok ya dikasih buyut, nenek pengen nimang buyut"(sambil menatap mata saya dalam-dalam)

Sudah menjadi sifat dasar manusia yang tidak pernah merasa puas pada suatu hal, Saya lantas berfikir dalam hati.karna Konon kata ibu saya, dulu nenek juga pernah pura-pura sekarat untuk menyuruh ayah dan ibu saya menikah cepet. Hmmm...

"nenek harap kamu bisa ngasih buyut sebelum nenek mati. (suasana tambah tegang)

Nek, istigfar nek...

"Kalau nenek dipanggil sebelum kalian menikah, bagaimana?"

Ya kan ada allah nek (jawab saya sambil tertawa) huehuehue...

blukkk!!!! suara Tampolan derigen dari ibu saya yang tepat mendarat di kening!

Kejadian itu tepat satu tahun yang lalu. Sebenarnya bukan Cuma di rumah, saya mendapatkan tekanan tentang pernikahan. di kampus, di sosmed, dan masih banyak lagi.

Di kampus misalnya, teman-teman saya. banyak membicarakan masalah pernikahan. Tentang rencana, kapan, dimana, padahal belum tau sama siapanya. pfffftttttt... kebanyakan sudah berhijrah, tapi sebentar..

Kamu sekarang umur berapa? Sudah nulis berapa buku? "Heran gak, kenapa karya aja belum punya, kuliah belum lulus tapi galau nikah teross". Menjawab pertanyaan itu ada seorang uhkty, dia bicara dengan lantangnya "kita menikah itu untuk menghindari zina" lah, bukanya untuk menghindari zina, meninggal juga bisa ya?

Bukan! maksud saya adalah bukanya jodoh sudah ada yang ngatur? Bukanya mending fokus upgrade kualitas daripada sibuk mencari? Katanya hijrah,, muslim itu artinya berserah diri, bukan memusingkan diri dan mempertahankan sifat yang penuh pengharapan kepada selain allah ta'ala

Beberapa ukhti lantas baper. "Ada ruang hampa yang perlu diisi agar tak lagi kesepian."

Dengarkanlah wahai uhkty...yakinkah dirimu dengan menikah nanti nggak akan kesepian? Percayalah ya, ukhti, kesepian ini hanya sementara. Nanti ketika ukhti meninggal, yang menemanimu di liang lahat hanyalah amal sholih, bukan lelaki sholih yang kamu idam-idamkan seumur hidupmu ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2