Mohon tunggu...
ArdaDinata.com
ArdaDinata.com Mohon Tunggu...

Pengasuh Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, blogger, dan penulis lepas. Minatnya dalam bidang motivasi, pendidikan, keluarga, psikologi, kesehatan, lingkungan hidup, dan jurnalistik. Kegiatan harian, selain membaca dan menulis, juga tercatat sebagai seorang PNS di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbangkes Kementerian Kesehatan R.I. \r\nhttp://www.ArdaDinata.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Virus Menulis: Menulis Itu Sendiri

4 November 2011   11:35 Diperbarui: 26 Juni 2015   00:04 0 0 3 Mohon Tunggu...

Virus menulis itu menulis itu sendiri. Membiakan kata menjadi aneka kata-kata. Menjadi kalimat-kalimat. Kalimat menjadi paragraf. Paragraf yang terkumpul dengan baik itulah tulisan. Untuk sampai tahap ini kita harus berhabit ria dengan membaca, mengamati, dan merenung. Terus tulis apapun yang kita dapat dari habit tersebut. Terus aja lakukan itu, sambil belajar bagaimana orang lain menulis yaitu dengan cara membaca tulisan mereka.

oleh ARDA DINATA

VIRUS itu mahluk hidup yang sangat cepat penyebarannya. Keberadaannya bisa menyebar melalui berbagai media. Lalu, apa hubungannya dengan menulis. Menulis bisa dijadikan media penyebaran ide sedahsyat penyebaran virus. Ngak percaya? Coba aja buktikan sendiri he....

Pada bagian lain, bicara virusdan menulis. Ternyata banyak juga orang yang ingin terjangkiti oleh virus menulis. tepatnya, banyak temen-temen yang ingin bisa menulis. Tapi, lucunya mereka hanya sekadar keinginan. Tidak pernah mencoba menuangkannya dalam bentuk tulisan. Atau kalau pun dia menuangkan dalam bentuk tulisan, tapi tidak menjadi kebiasaannya dengan terus menulis. Menulis apa pun, yang penting melemaskan otot-otot kepenulisan dalam fisik, pikiran, dan jiwa kita. Padahal, menulis itu adalah sebuah ketrampilan yang harus terus dilatih untuk dapat memahirkannya. Anda setuju??

Jadi, virus menulis itu, sejatinya adalah menulis itu sendiri. Membiakan kata menjadi aneka kata-kata. Merangkai kata menjadi kalimat-kalimat. Menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf yang simultan. Pada akhirnya, paragraf yang terkumpul dengan baik itu akan menjadi sebuah tulisan utuh yang siap dimaknai pembacanya.

Untuk sampai pada tahap tersebut, tentu kita harus berhabit ria dengan kebiasaan membaca, mengamati, dan merenung merefleksikan fenomena yang terlihat dan dirasakan oleh panca indera kita. Langkah selanjutnya adalah dengan terus menulis apa pun yang kita dapat dari habit tersebut. Terus aja lakukan menulis itu, sambil belajar bagaimana cara orang lain menulis yaitu dengan cara membaca tulisan mereka.

Semoga tulisan singkat ini, dapat menjadi penyemangat diri kita dalam membangun habit menulis dalam hidup keseharian kita. Bagaimana menurut pendapat temen-temen???

Salam menulis dan sukses selalu.....amin....

Semarang, 06 Mei 2011; 08:58.

Arda Dinata

MIQRA INDONESIA, sebuah komunitas yang berusaha selalu belajar mengembangkan diri melalui INSPIRASI KECERDASAN HATI. Tulisan-tulisan di blog ini merupakan catatan tentang berbagai inspirasi yang telah dikembangkan menjadi tulisan sederhana dengan berusaha memasukan hikmah di dalamnya. Sahabat KOMPASIANER silahkan memberi komentar dan masukan atas apapun tentang isi tulisan di blog ini. Saya tunggu komentarnya sekarang juga ya...!!! Salam inspirasi dan sukses selalu buat Anda.

< HOME >

KONTEN MENARIK LAINNYA
x