Mohon tunggu...
Prof Dr Apridar SE M Si
Prof Dr Apridar SE M Si Mohon Tunggu... Dosen - Universitas Syiah Kuala

Guru besar ilmu ekonomi studi pembangunan Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (apridar@unsyiah.ac.id)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kebenaran Merupakan Rahmat bagi Semua

15 Oktober 2021   21:00 Diperbarui: 15 Oktober 2021   21:13 87 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Perputaran matahari yang berjalan pada porosnya sebagai bahagian dari sunatullah sebagai pertanda pergantian waktu yang akan menoreh sejarah untuk dikenang sebagai pengalaman hidup di dunia. Perbuatan kebajikan merupakan amal baik yang akan membangkitkan kembali peradaban, serta tirani kezaliman merupakan borok sebagai pengalaman kelam yang merusak tatanan kehidupan umat manusia dimuka bumi ini.

Prestasi yang dipahat dengan baik yaitu dengan mensukuri terhadap nikmat yang Allah SWT curahkan, sehingga akan selalu beliau lipat gandakan dengan keberkahan yang begitu nikmat. Kekufuran dan kezaliman dari tangan-tangan kotor sebagai bentuk pembangkangan terhadap kebenaran dari yang dibawakan oleh rasulullah, akan memperoleh kehancuran didunia sebagai panjar dari hukuman serta nantinya akan mendapat siksa yang amat berat diakhirat.

Islam merupakan agama “rahmatan lil alamin”, yaitu agama yang merupakan bentuk rahmat dan rasa kasih sayang yang diberikan Allah SWT kepada seluruh alam semesta.  Sehingga keberadaan Islam dimuka bumi ini menjadi rahmat bagi seluruh mahluk yang ada didunia ini. Dimana petunjuk serta kewajiban yang mesti dilaksanakan umat Islam selalu dilakukan dengan tindakan yang bermanfat dan terbaik bagi seluruh mahluk ciptaan Allah SWT. Kebaikan yang dilakukan Islam, belum tentu disenangi oleh kaum yang menutupi kebenaran.

Tidak akan senang orang kafir dan munafik sebelum kaum muslimin mengikuti kesesatan sebagai mana yang mereka lakukan. Sehingga dengan lantang dan keangkuhan mereka selalu akan menghalang-halangi orang yang akan beribadah agar menjadi sesat sebagai mana yang dibisikkan setan. 

Berbagai bujuk rayu mereka lakukan dengan meminta kepada umat muslim untuk mau beribadah sebagai mana mereka melakukannya, kemudian mereka juga berjanji akan beribadah sebagai mana umat muslim lakukan secara bergantian dengan dalih sebagai bagian dari toleransi. Namun petunjuk dengan tegas menyatakan “Lakum dinanukum waliadin” yaitu bagimu agama mu, bagiku agama ku.

Setiap tahunnya kaum kafir dan munafik selalu berusahan untuk terus mengajak agar umat muslim agar terbelenggu dalam kekufuran yaitu dengan mengajak agar ikut ibadah umat kafir seperti halnya terhadap perayaan tahun baru mereka. Bila tidak mau mengikuti pengaruh mereka, maka sering dilebelkan sebagai orang yang tidak toleran. Apalagi bila berada pada daerah yang jumlah kaum non-muslim dominan, maka umat muslim sering di paksakan untuk murtat atau minimal akan dipersulit untuk melaksanakan ibadah bagi umat muslim. 

Hal ini sebagai mana yang sering dilakukan kaum kafir extrim Ameka Serikat (AS) melakukan dengan merusak rumah ibadah umat Islam, bahkan sampai dengan membunuhnya dengan keji atau mereka selalu melakukan protes serta demontrasi ketika umat muslim melaksanakan shalat. Namun hal tersebut tidak pernah terjadi pada Negara yang mayoritas muslim terhadap kaum yang minoritas.

Sikap yang selalu menutupi diri atas kebenaran atau hidayah Allah, sehingga hatinya dikunci mati dan tidak dapat lagi menerima kebenaran atas kesombongan dan kezaliman  yang selalu mereka lakukan. Sebagai mana azab atas kezaliman yang telah dilakukan kaum Luth di negeri Sodom salah satu kota di Yordania dengan melakukan perjinahan sesama jenis, dimana negeri tersebut Allah balikkan hingga semuanya binasa. Begitu halnya yang dilakukan oleh kaum Nabi Nuh yang tidak mengakui keberadaan tuhan penciptanya dengan tetap menyembah berhala bahkan mengusir pengikut Nabi Nuh, sehingga di azab dengan hujan yang dapat menenggelamkan seluruh masyarakat yang zalim tersebut.

Fakta sejarah yang terjadi serta telah di ukirkan kembali dalam Al Quran seharusnya menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk selalu beriman dan taat kepada Allah SWT. Kezaliman yang telah dilakukan oleh berbagai umat terdahulu beserta  azap yang diterima begitu pedih seharusnya menjadi peringatan bagi umat dimuka bumi ini. Hukuman tambahan tentu akan mereka terima lebih berat lagi nanti di akhirat. Dimana akibat dari kemungkaran yang selalu mereka perbuat, menjadikan hati mereka tertutupi oleh noda hitam sehingga tidak dapat lagi menerima kebajikan taufiq dan hidayah dari Allah SWT.

Prilaku kemungkaran yang dilakukan manusia, dan diabadikan dalam kitap suci merupakan peringatan nyata agar manusia jangan lagi mengulangi kesalahan tersebut. Namun banyak sekali umat manusia yang mengabaikan peringatan tersebut, bahkan dengan bangganya mereka mempertontonkan kezaliman tersebut dengan bangga kepada khalayak ramai. Sehingga pantaslah bagi mereka yang bangga dengan dosa-dosanya terhadap prilaku yang tidak manusiawi tersebut diganjar dengan azab yang menghinakan.

Berbagai kebajikan yang diperintahkan kepada umat manusia untuk memelihara kehidupan di muka bumi ini banyak yang tidak menaati. Bahkan kerusakan yang diperbuat oleh tangan-tangan kotornya dikatakan sebagai bagian dari memperbaiki bumi ini. Kebohongan yang selalu mereka lakukan, tidak lagi membuat dirinya risih, bahkan dengan keseringan terhadap prilaku buruk yang dilakonkan manjadikan ia menikmati kemungkaran yang diperbuatnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan