Mohon tunggu...
Maria Margaretha
Maria Margaretha Mohon Tunggu... Guru SD. Blogger.

Teaching 1...2...3. Knowledge is a power. Long Life Learner

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

[Hari Anak Indonesia] Masa Depan Anak Masa Kini Kita

24 Juli 2014   14:04 Diperbarui: 18 Juni 2015   05:22 81 10 9 Mohon Tunggu...

Masa Depan Anak Masa Kini Kita

oleh: Maria Margaretha

Pertengahan minggu ini adalah hari anak Indonesia. Tulisan tulisan bertema anak di kompasiana pada tanggal 23 Juli ini boleh dikatakan minim, dibandingkan tayangan tulisan berkenaan dengan hasil pilpres 2014 yang diumumkan semalam sebelumnya. Hal ini terjadi karena memang beberapa keadaan bersilangan. Termasuk juga beberapa tulisan mengenai mudik aman.

Sebelum menjadi dewasa, setiap orang pernah merasakan menjadi anak-anak. Ada masa-masa yang kita lalui yang mungkin tetap kita ingat dari masa kanak-kanak kita. Namun tak jarang kita melupakannya, dengan alasan tertentu. Masa kini kita sebenarnya bentukan dari masa kanak-kanak.

Kepedulian kepada anak-anak mestinya digagas dengan sungguh-sungguh. Sebagai individu yang dewasa, kita perlu memikirkan apa yang kita tanamkan pada anak-anak kita. Apakah ketidakpedulian, apakah kekerasan, apakah keegoisan, apakah rasa hormat, apakah sikap tabah, semua tidak lahir tanpa proses.

1. Tanamkan hal positif. Jika kita ingin anak-anak kita menjadi anak yang peduli, kita berikan mereka contoh sikap peduli. Kita memuji mereka saat menunjukkan sikap yang sama dan mendorong mereka tetap melakukannya. Membiasakan tidak mudah, karena peran serta orang tua, kita sebagai orang dewasa sungguh jadi kiblat, pattern, pola dan patokan anak.

Kita ingin anak kita tabah? Hindari bersikap terlalu protektif. Izinkan untuk mencoba dengan pendampingan.

Banyak sekali pendidikan profesi di dunia ini. Namun profesi orang tua, apalagi ayah dan ibu tak ada pendidikannya. Padahal profesi ini paling penting, paling signifikan terhadap perkembangan masa depan anak-anak. Ada anak-anak yang dilukai karena diabaikan orang tuanya. Ada anak-anak yang dilukai karena terlalu diproteksi, ada anak-anak yang dilukai karena dituntut berlebihan oleh orang tuanya, ada anak-anak yang dilukai karena orang tua yang tak menghiraukan kelengkapan kebutuhan anak, selain kebutuhan dirinya sendiri. Anak-anak terluka karena orang tua. Orang tua tak pernah menyadari karena tidak tahu, bagaimana menjadi orang tua seharusnya. Tidak ada pendidikannya jadi orang tua.

2. Ciptakan lingkungan yang sehat.

Orang tua yang merokok, pikirkan kesehatan anak-anak di sekitarmu kalau mau merokok. Orang tua yang suka merumpi, ingat bahwa anak-anak kita menyerap apa yang kita lakukan. Orang tua yang suka marah apalagi. Kesehatan mental dan fisik, itu maksud saya.

3. Izinkan mereka melalui masa kanak-kanak sebagai kanak-kanak

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN