Mohon tunggu...
Purbo Iriantono
Purbo Iriantono Mohon Tunggu... Jalani inspirasi yang berjalan

"Semangat selalu mencari yang paling ideal dan paling mengakar" merupakan hal yang paling krusial dalam jiwa seorang yang selalu merasa kehausan kasih...

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Giring dan Slam Dunk Kekepoan!

25 Agustus 2020   12:15 Diperbarui: 25 Agustus 2020   22:53 52 3 0 Mohon Tunggu...

Fenomena pengajuan calon presiden 2024 yang sangat berani dari partai (PSI)pengusung yang tidak kalah nekatnya, menarik minat, setidaknya minat penulis yang hidup di tengah negeri bhineka ini. 

Di tengah kegelapan krisis pandemik melanda negeri, dan di tengah gejolak politik tarik-menarik dengan tema berulang dan jadul, maka keberanian untuk memecah situasi dan menggedor kesadaran etika politik dalam prosesi kepemimpinan yang kerap diabaikan secara sengaja, patut kita hargai. 

Terlepas dari semua prasangka negatif, desakan itu menggambarkan batas kesabaran generasi kekinian yang mulai muak dengan pola-pola jadul "konfrontasi" politik yang temanya diulang-ulang.

Setidaknya, pemimpin masa depan bangsa adalah pemimpin yang selalu berusaha menemukan potensi terbaik dari orang ataupun kelompok atau pun masyarakat yang dipimpinnya.

Sebagai peluang untuk pengembangan diri, untuk tumbuh-kembang kelompok, dan demi kemajuan masyarakat luas.Ia menghadapi realitas keterkungkungan manusia yang dipimpin bukan sebagai "fatally limit border", melainkan sebagai isyarat adanya pengaruh daya dominasi negatif yang luar-biasa yang harus ia segera atasi sebagai semacam tantangan atas kemampuannya memimpin.

     Pada titik inilah terletak pusat kelemahan pemimpin yang hanya menonjolkan aspek nilai-nilai idealis pribadinya; karena tuntutan untuk mau dan sanggup melawan pengaruh dominasian.

Yang menyebabkan kelumpuhan diri dari kelompok atau masyarakat adalah juga tuntutan untuk segera keluar dari zona aman, dari zona tradisional yang stagnan (karena ada zona tradisional yang progresif), dari pengaruh semua ajaran yang kaku dan bersifat tertutup ; "it means personal great war!"

Tapi, hal tersebut di atas  juga mengimplikasikan tuntutan peran kritis dan fundamental bagi seorang pemimpin, yakni mampu memadukan atau mempersatukan masyarakat dengan kode moral yang koheren dan dengan cara dipaksakan (diwajibkan) melalui piranti sistem pemerintahan yang kuat dan etis. 

Kode moral ini akan berlandaskan pada apa yang dibutuhkan untuk kebaikan atau kemaslahatan terbesar masyarakatnya.

Terkait pemahaman tentang kemampuan pemimpin ideal dan handal untuk dapat atau mampu memaksakan persatuan kode moral ini, penulis petik dari cendikiawan Cina jadul bernama Mozi, sang inspirator bagi Sun Yat Sen dan Mao Zedong. 

Di dalam ranah negeri kebhinekaan seperti Indonesia, peran dan fungsi kritis pemimpin sebagai tokoh sentral pemersatu kode moral merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN