Mohon tunggu...
Antonius BrilyanKristatianto
Antonius BrilyanKristatianto Mohon Tunggu... Mahasiswa - Studend of Trisakti School Of Management

Studend of Trisakti School Of Management

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Mengenal Apa Itu Budaya Risiko dan Penerapannya di Masa Covid-19

17 September 2021   23:00 Diperbarui: 17 September 2021   23:03 40 1 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Mengenal Apa Itu Budaya Risiko dan Penerapannya di Masa Covid-19
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Sebelum kita masuk ketopik utama pembahasan kita kali ini, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa sih itu Risiko? Mulai dari definisinya yang dikutip dari Wikipedia, Risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Ada juga definisi lain menurut KBBI dimana Risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Lalu apa saja contoh risiko tersebut, yaitu dilingkungan sekolah misalnya risiko adanya hukuman yang didapat jika tidak datang tepat waktu ke sekolah yang sudah disepakati dalam aturan sekolah tersebut, contoh lainnya risiko terjadinya kecelakaan, kebakaran, dan lain-lain.

Barulah kita masuk ke Budaya Risiko, setelah kita mengetahui apa itu Risiko dan apa saja contoh-contoh risiko, maka kita sekarang berlanjut ke Budaya Risiko, definisi ini dikutip dari buku Embun, Budaya Risiko adalah Istilah yang menggambarkan nilai-nilai, keyakinan, pengetahuan dan pemahaman tentang risiko secara bersama oleh sekelompok orang dengan memiliki tujuan yang sama. Dimana Budaya risiko merupakan sistem nilai dan perilaku yang ada di seluruh organisasi dalam bentuk pengambilan keputusan terkait dengan risiko. 

Dengan Budaya Risiko yang kuat dalam artian punya penerapan yang bagus dari suatu perusahaan tersebut, maka perusahaan itu memiliki pendekatan yang konsisten dan berulang ketika membuat keputusan bisnis yang penting, dimana dengan adanya Budaya Risiko ini dapat membantu manajemen dan juga dapat mengukur dampak risiko yang akan terjadi. 

Budaya Risiko yang kuat tersebut dapat dibangun dari waktu kewaktu, tetapi budaya tersebut juga harus dapat memberi inspirasi bagi karyawan-karyawan yang bekerja.

Untuk contoh penerapannya sendiri dimasa pandemi covid-19 ini bagaimana? Kita ambil contoh penerapannya adalah budaya risiko yang dilakukan oleh pemerintah. 

Kita tahu bahwa sejak awal covid-19 ini hadir di Indonesia, pemerintah langsung bergegas mengidentifikasi risiko yang terjadi apabila masyarakat terkena covid-19 ini, akibat yang ditimbulkan ketika masyarakat terkena covid-19 ialah kemungkinan akan terjadinya sesak nafas, pengecap rasa yang kurang, penciuman yang tumpul, dan bahkan bisa sampai kematian.

Setelah dilakukannya identifikasi terhadap risiko tersebut, pemerintah melakukan analisa, dimana analisa yang dimaksud ini adalah keputusan pemerintah, yang keputusan tersebut bisa berubah-ubah. 

Tidak hanya sampai dianalisa, pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap risiko covid-19 tersebut, dimana setiap daerah mempunyai tingkat keparahan covid-19nya yang berbeda-beda. Hasil evaluasi tersebut tentunya dapat dijadikan pertimbangan untuk menghasilkan kebijakan yang tepat, harapannya tentu agar masyarakat tidak terkena covid-19.

Setelah dilakukannya evaluasi, maka pemerintah melakukan antisipasi kepada masyarakat diseluruh Indonesia terhadap risiko covid-19, dimana antisipasi yang dilakukan itu antara lain 3M yaitu Menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. 

Tidak hanya itu saja, pemerintah juga mengantisipasi dengan cara menerakan WFH, menerapkan PSBB, dan yang terbaru ditahun 2021 ini ialah PPKM yang sudah mencapai level 3. Akan tetapi dilansir dari CNBC, tingkat positif covid-19 di Indonesia turun 47%. Dimana sangat jelas bahwa budaya risiko yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia itu baik.

Maka dapat disimpulkan, Budaya risiko ini punya peranan yang sangat penting baik dilingkungan yang kecil hingga ke besar. Dengan budaya risiko yang diterapkan dengan baik, maka akan menghasilkan suatu pencapaian yang baik juga, tidak mudah untuk menerapkannya tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan