Mohon tunggu...
Anton Sujarwo
Anton Sujarwo Mohon Tunggu... Penulis Buku, Freelancer, Content Writer, Pengajar Kelas Literasi

Anton Sujarwo adalah penulis kelahiran Bengkulu yang banyak menulis buku-buku bertemakan mountaineering atau pendakian gunung. Ia adalah penulis Indonesia yang pertama dan satu-satunya yang berhasil menulis 8 judul buku sejarah dunia mountaineering populer. Semua karyanya diterbitkan secara mandiri dan melalui jalur indie, sehingga memang belum dapat tersebar layaknya buku-buku lain yang diterbitkan secara mayor. Hingga hari ini dalam waktu 2 tahun, ia telah merilis 12 judul buku dan menulis ribuan artikel, baik tentang mountaineering mau pun tentang banyak hal lain untuk kepentingan copywriting dan content writing. Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca di blog; www.penulisgunung.id www.akasakaoutdoor.co.id www.arcopodojournal.com www.arcopodojournal.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Inikah Penyebab Kematian Pendaki Gunung Top Itu yang Sesungguhnya?

28 April 2021   09:19 Diperbarui: 28 April 2021   11:10 161 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Inikah Penyebab Kematian Pendaki Gunung Top Itu yang Sesungguhnya?
www.theeconomist.com

Artikel ini bersumber dari buku HARI TERAKHIR DI ATAS GUNUNG karya Anton Sujarwo yang dirilis secara online pada awal April 2021 kemarin. Buku-buku mountaineering lainnya karya Anton Sujarwo dapat dengan mudah dilihat pula disini.

***

Apa yang sebenarnya telah terjadi pada Ueli Steck pada saat hari kematiannya ketika itu?

Meskipun ada begitu banyak spekulasi-spekulasi dan asumsi-asumsi yang bersliweran pasca kematiannya, namun pertanyaan dasar tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Ueli Steck tidak pernah terjawab sampai saat ini.

Setelah mengirim pesan kepada Tenji Sherpa bahwa ia akan mendaki Nuptse pada saat itu (29 April 2017, malam harinya) Ueli Steck tidak dapat dihubungi lagi. Ia juga tidak menjawab pesan yang menjadi respon Tenji Sherpa untuknya. Akan tetapi pada sekitar jam 04:30 pagi (tanggal 30 April 2017), Ueli Steck masih terkonfirmasi berjalan beriringan dengan pendaki Perancis bernama Yannick Graziani menuju gletser dari Camp 2.

Sementara Graziani meneruskan perjalanannya menuju Camp 3 dalam upaya mendaki Everest tanpa tabung oksigen, Ueli Steck berbelok ke kanan dan mulai mendaki Nuptse. Beberapa saksi mengatakan ada yang melihat sosok Steck di dinding Nuptse itu menjelang subuh, ketika cahaya matahari Himalaya baru membiaskan sinarnya dalam temaram.

Diperkirakan bahwa poisisi jatuh Steck berada sekitar 1000 kaki dari puncak Nuptse, atau sekitar 300 meter dari titik tertinggi gunung Nuptse. Namun untuk memastikan lokasi persis jatuhnya Ueli Steck juga tidak dapat dipastikan, tidak ada satu orang pun yang melihat dengan sangat akurat pristiwa tragis itu berlangsung.

Penyebab kematian Steck karena terjatuh dari tebing Nuptse, adalah sesuatu yang sudah pasti dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Akan tetapi, misteri bagaimana ia bisa terjatuh? Untuk apa dia di sana? Apa yang telah terjadi sebenarnya? Apakah ia terpeleset atau bagaimana kejadian sesungguhnya? sama sekali menjadi misteri yang tidak pernah terjawab sampai kapan pun.

Ada banyak asumsi yang bermunculan mengenai penyebab kematian Steck. Mengingat karir dan reputasinya yang sangat mengagumkan, ia adalah raja speed ascent modern, tidak ada pendaki lain yang berdiri di tempat Steck berada, maka agak sulit pula memprediksi secara akurat apakah yang sebenarnya telah terjadi dengan sang legenda.

Jonathan Griffith yang pernah menjadi rekan mendaki Ueli Steck sebelumnya, memberi sedikit penjelasan mengenai kehadiran Steck di tebing Nuptse. Menurut Griffith, Ueli Steck sudah pasti memilih mendaki Nuptse yang lebih 'memberikan cita rasa mendaki' daripada melakukan perjalanan dari Lhotse Face ke South Col jika tujuannya sama-sama untuk aklimatisasi. Orang-orang seperti Steck akan selalu menempatkan diri mereka untuk melakukan sesuatu yang baru, yang lebih menantang, yang tidak membosankan dan yang tidak biasa-biasa saja.

Pendapat Griffith ini dapat diterima, setidaknya oleh beberapa orang yang mengenal Steck dengan baik. Itu mungkin saja telah menjawab pertanyaan mengapa Steck mendaki tebing Nuptse.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN