Mohon tunggu...
Anton 99
Anton 99 Mohon Tunggu... Dosen - Lecturer at the University of Garut

Express yourself, practice writing at will and be creative for the benefit of anyone

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Tertawa Itu Sehat, Yuk! Kembangkan "Fokus Jenaka" dalam Diri

31 Agustus 2021   22:43 Diperbarui: 8 September 2021   16:17 113 18 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Tertawa Itu Sehat, Yuk! Kembangkan "Fokus Jenaka" dalam Diri
Ilustrasi fokus jenaka (Sumber: www.pexels.com)

Banyak orang yang mempercayai, bahwa humor dalam bentuk apapun dapat membantu menanggulangi kekuatan-kekuatan sikap negatif saat melakukan interaksinya.

Dengan humor, perspektif yang ada bisa berubah kearah yang lebih nyaman karena sikap serius yang menegangkan seolah dapat terbuyarkan menjadi suasana yang menarik dan enjoy dalam interaksi pergaulan waktu itu.

Selain itu dapat membantu memelihara keseimbangan hidup dalam interaksi sosial, bila sesuatu yang negatif merasuki kehidupan mereka, dengan segera mampu membalikan masalah dan mencari humor apapun yang barangkali yang ada dibalik itu.

Tertawa itu Sehat, oleh karena itu Yuk! Kembangkan "Fokus Jenaka" dalam Diri, siapa tahu menjadi solusi dalam mengatasi kepenatan, membuyarkan suasana serius, permasalahan dan kehampaan yang ada disekitar kita.

Jika berhasil, maka orang-orang yang mampu mengembangkan fokus jenaka dalam dirinya akan dapat meminimalisir dampak negatif masalah serius tersebut terhadap sikap positif mereka.

Perlu untuk di pahami bahwa rasa humor adalah kualitas sikap yang mendorong seseorang untuk memikirkan aspek-aspek yang lebih ringan dari suatu situasi yang mungkin sulit untuk dilihat orang lain dalam situasi yang sama.

Ada yang mengatakan: 

"Jikalau anda memandang hidup ini terlalu serius, maka anda akan susah" dan "jika anda mau belajar menertawakan kesulitan, hidup akan terasa lebih mudah".

Berbagai peristiwa yang dapat membantu meningkatkan rasa humor, biasanya terjadi berkali-kali dalam sehari sepanjang hidup. Kebanyakan akan lewat begitu saja kecuali jika mau belajar mengamatinya.

Untu membantu melakukannya, mungkin lebih baik kita menamakan keadaan mental ini dengan nama tertentu. Misalnya memberi nama "fokus jenaka", yang kedengarannya tidak karuan. Tetapi ini mencerminkan apa yang dilakukan orang-orang tertentu dalam kehidupan sehari-harinya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...
Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan