Politik

Elektabilitas Unggul, Mularis Djahri Tak Jumawa

13 September 2017   13:02 Diperbarui: 13 September 2017   13:24 191 0 0
Elektabilitas Unggul, Mularis Djahri Tak Jumawa
345517-12272212092017-md-lea1-59b8c89aa7249b6eb07c9c52.jpg

Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) telah dua kali melakukan survei tentang peta persaingan Pilkada Kota Palembang 2018.  Pada survei LSPI 28 April sampai 4 Mei 2017 lalu, posisi pertama diduduki Sarimuda dengan elektabilitas sebesar 24,7 persen kemudian Harnojoyo, 20,9 persen dan Mularis Djahri, 18,1 persen.

Kini posisi itu berubah, berdasarkan hasil survei yang dirilis LSPI pada Senin (11/9/2017), Mularis berada di posisi teratas unggul tipis dari Harnojoyo, sementara Sarimuda terpelanting ke posisi tiga tapi masih dalam rentang margin of error.

Menurut Direktur LSPI, Muchtar S. Shihab hasil Survei September ini memberi gambaran terjadinya kontes yang sengit diantara tiga tokoh yang merupakan veteran Pilkada sebelumnya. Tapi, meski sekarang Mularis unggul, karena pelaksanaan Pilkada masih lama, bagi Muchtar S. Shihab kemungkinan saling salip masih ada.

Dilihat dari hasil survei Mularis Djahri yang mencapai 25,4 persen, Muchtar menjelaskan  Mularis Djahri dipasangkan dengan siapapun memili peluang menang besar dibanding yang lain. Meski demikian, berpasangan dengan Lury Elza Alex Noerdin akan menjadi duet menakutkan bagi lawan-lawan politiknya. Secara personal Mularis memiliki elektabilitas sebesar 25,4 persen dan Lury Elza sebesar 8,5 persen, jika digabung elektabilitas keduanya akan berjumlah 33,9 persen.

Menanggapi hasil survei yang dilakukan oleh LSPI tersebut. Mularis Djahri tak jumawa. Karena baginya yang terpenting saat ini warga mengetahui program-program yang diwacanakannya. Tidak hanya darinya, tetapi juga dari kandidat lainnya. Sehingga warga bisa memilih siapa calon yang pantas untuk menjadi walikota Palembang.

Menurut Muchtar S. Shihab tingginya elektabilitas Mularis itu tak terlepas dari mulai timbulnya kepercayaan publik terhadap sosok Mularis Djahri. Masyarakat mengharapkan adanya pemimpin baru di Kota Palembang. Dan sosok baru yang dipercaya mampu membawa Palembang kekejayaan ada dalam diri Mularis Djahri.

Muchtar menutup pernyataanya dengan menjelaskan populasi survei yaitu seluruh warga Kota Palembang yang sudah berumur 17 tahun lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 820, dengan multisage random sampling. Adapun margin of error sebesar 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah terlatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu kelurahan yang terdiri hanya 10 responden.

Quality control dilakukan secara random sebanyak 20% dari total sampel dilakukan oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih. Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.