Mohon tunggu...
Annisa NurHalizah
Annisa NurHalizah Mohon Tunggu... me

If you get hurt and can get past it, then you are strong to face other injuries

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Mie Instan, Kebiasaan, dan Kesehatan

22 Juni 2021   12:05 Diperbarui: 22 Juni 2021   13:35 84 1 0 Mohon Tunggu...

Pagi makan mie, siang makan mie, hujan-hujan makan mie, lapar tengah malam makan mie, lagi kesel makan mie? Sama aku juga hehe.. Tetapi setelah aku cari tahu dan perlu kita ketahui..

Mie instan adalah salah satu makanan yang tersedia dalam kemasan dan kini sudah banyak produsen mie instan baik dalam maupun luar negeri. Para produsen mie instan mengeluarkan produk mereka dengan berbagai jenis, rasa, dan harga yang terjangkau untuk menarik minat konsumennya. Selain itu cara penyajian mie instan yang praktis untuk dibuat, mie instan juga mudah ditemukan dan dibeli di berbagai pasar swalayan ataupun supermarket di sekitar rumah sehingga hal inilah yang membuat mie instan banyak digemari orang banyak.

Apalagi saat lapar tengah malam ataupun musim hujan makan mie instan rebus sudah menjadi kebiasaan orang banyak, dikarenakan memberikan sensasi hangat saat menyantap mie instan dan memberi rasa relaks ketika menyeruput kuahnya. Rasa gurih yang dihasilkan dari kombinasi bumbu pada mie instan membuat tubuh melepaskan hormon-hormon relaksasi.

Tetapi perlu kita ketahui dibalik kenikmatnya, mie instan memiliki banyak zat berbahaya untuk tubuh kita apabila dikonsumsi berlebihan. Mengapa begitu? Sebab kandungan yang ada didalam mie instan sebagiannya adalah karbohidrat, lemak, dan garam yang tinggi, tetapi rendah protein, serat, vitamin, dan mineral. Hal ini akan menyebabkan kurangnya asupan nutrisi dalam tubuh. Lebih parahnya dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Penelitian di Korea Selatan menunjukkan bahwa memakan mie Instan secara berlebihan dapat meningkatkan resiko sekumpulan gejala penyakit yang dapat menyebabkan hipertensi, kadar gula darah tinggi, dan obesitas. Hal ini dapat terjadi karena tingginya kandungan sodium dan lemak jenuh tidak sehat yang terdapat pada mie instan.

Salah satu komposisi yang terdapat didalam mie instan adalah Maida. Maida ialah olahan tepung terigu yang diperoleh dari gandum dan sudah mengalami proses penggilingan, penghalusan, dan pemutihan. Maida yang terkandung pada mie instan tidak memiliki kandungan nutrisi apa pun, maida juga memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga dapat meningkatkan gula darah yang dapat diabetes tipe 2. Selain itu saat mengkonsumsi maida, pankreas akan melepaskan insulin dengan segera untuk mencernanya, yang seharusnya membutuhkan waktu, hal ini menyebabkan sistem saluran pencerna menjadi bekerja lebih berat dan dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan.

Terdapat juga bumbu penyedap untuk meningkatkan rasa menjadi lebih gurih, sehingga mie instan memiliki kandungan garam atau natrium yang tinggi maka dapat menyebabkan penumpukan natrium dan cairan di dalam tubuh, dan jika berlebihan bagi tubuh dapat berdampak buruk seperti gangguan pada jantung, diabetes, hipertensi, gangguan pada lambung, dan terganggunya fungsi ginjal.

Selain itu mie instan merupakan makanan yang melalui proses pengelolaannya panjang dan mengandung pengawet dan zat aditif jika dikonsumsi berlebihan dapat menekan kinerja organ hati karena sulit dicerna oleh sistem saluran pencernaan. Jika dibiarkan terus menerus organ hati bisa kewalahan dan dapat menimbun lemak dalam selnya sendiri, akibatnya akan menimbulkan kerusakan organ hati yang dapat menyebabkan pembengkakan.

Namun, realitanya saat tidak ada alternatif makanan lain atau ketika butuh makanan yang cepat, ada beberapa cara yang dapat lakukan agar mie instan menjadi lebih menyehatkan. Berikut adalah tips memakan mie instan yang sehat:

  • Mengurangi bumbu mie instan

Salah satu penyebab mie instan tidak sehat ialah kandungan natrium yang tinggi pada bumbunya, seperti yang sudah kita bahas sebelumnya. Oleh karena itu, dalam membuat mie instan yang sehat, sebaiknya masukkan bumbu mie instan secukupnya saja. Apabila rasa mie instan menjadi kurang enak, bisa ditambahkan penyedap rasa alami seperti bawang merah, bawang putih, daun bawang, atau cabai.

  • Menambahkan sayuran

Kandungan maida pada mie instan dapat menyebabkan diabetes tipe 2, maka dari itu kita bisa menambahkan sayur-sayuran agar mie instan yang kita makan lebih sehat. Seperti sawi, wortel, dan tomat.

  • Menambahkan protein

Kembali lagi pada kandungan utama pada mie instan yaitu maida yang hanya mengandung karbohidrat. Maka dari itu agar kita mendapatkan gizi yang seimbang kita bisa menambahkan protein ke dalam mie instan, seperti telur atau daging tanpa lemak.

  • Mengurangi konsumsi mie instan

Meski kita sudah menambahkan sayur-sayuran untuk membuat mie instan yang sehat, tetapi tetap saja tidak dianjurkan untuk mengonsumsinya secara rutin ataupun berlebihan. Lebih baik membatasi konsumsi mie instan, paling banyak satu bungkus saja dalam satu minggu.

  • Memasak mie instan hingga matang

Memakan mie instan yang setengah matang bisa membuat usus bekerja lebih keras, jika dibandingkan ketika memakan secara matang. Hal ini akan menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan dan keseimbangan tubuh.

  • Tidak memasak bumbu mie instan secara bersamaan

Bumbu mie instan mengandung MSG, jika MSG mencapai suhu 120 derajat akan berdampak buru pada tubuh. MSG tersebut dapat berubah menjadi zat karsinogen yang dapat memicu sel kanker.

  • Membuang air rebusan mie instan

Saat kita merebus mie maka air rebusan mie instan akan berubah warna menjadi kekuningan dan air itu mengadungan zat pengawet yang akan ikut larut ke dalam air. Sehingga dengan mengganti dengan air panas yang baru kita dapat mengurangi zat pengawet tidak akan ikut termakan.

Demikian pembahasan yang telah disampaikan, setelah mengetahui dampak buruk dari kebiasaan mie instan yuk sama-sama mengubah pola hidup kita dengan makan makanan yang lebih memberikan manfaat pada tubuh kita.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x