Mohon tunggu...
Annas Ashroji
Annas Ashroji Mohon Tunggu... edukasi

okelah

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Konsumsi

23 Mei 2019   01:43 Diperbarui: 23 Mei 2019   02:06 0 0 0 Mohon Tunggu...

Pada episode kali ini penulis akan sedikit mendeskripsikan tentang pengertian konsumsi, prinsip dasar konsumsi, dan model keseimbangan konsumsi dalam islam.

Banyak sekali pengertian konsumsi seperti menurut Hanarto dan sukarto bahwasannya konsumsi merupakan hasil usaha yang digunakan membeli barang atau jasa untuk memenuhi suatu kebutuhan hidup. 

Albert C Mayers juga mengatakan bahwa konsumsi merupakan penggunaan barang atau jasa yang berlangsung dan terakhir untuk memnuhi kebutuhan hidup manusia. Adapun menurut ilmu ekonomi bahwasannya ekonomi merupakan suatu kegiatan yang memanfaatkan, mnghabiskan kegunaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dalam upaya menjaga kelangsungan hidup.

Dalam islam anugrah adalah milik semua manusia. Terkadang hanya saja suasana yang membawa penyebab sebagian diantara anugrah itu berada di tangan orang tertentu. Dalam hal ini menjelaskan bahwa tidak hanya orang tertentu saja yang memanfaatkan anugrah itu melainkan orang lain juga berhak memiliki walaupun tidak memilikinya. Sebagaimana penjelasan hadits dibawah ini :
( )
Artinya: " dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya berkata, Rasulullah SWA bersabda : " makan dan minumlah, bersedekahlah serta berpakaianlah dengan tidak berlebihan dan tidak sombong." (HR. Nasa'i).

Dalam penjelasan hadits diatas menjelsakan bahwasannya kita sebagai manusia yang akan memanfaatkan atas barang konsumsi kita janganlah berlebihan. Karena dalam islam berlebihan adalah salah satu pemborosan atau menghambur-hamburkan harta tanpa guna. 

Janganlah diantara kita mengkonsumsi suatu barang yang salah, melanggar hukum, atau dengan cara yang tanpa aturan. Disisi lain dalam hadits ini juga mengajarkan kita untuk berbuat baik dan sederhana. 

Oleh karenannya yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah ketika kita memperoleh harta janganlah mempergunakan atau memanfaatkan dari harta itu sebagai hal-ha yang tidak berguna tetapi gunakanlah harta tersebut secara bijak dengan tidak menghambur-hamburkan.

Dalam ekonomi islam kecenderungan konsumen dalam menentukan pilihan konsumsi menyangkut masa lalu, budaya, selera, dan nilai nilai yang dianut, seperti agama dan adat. Model keseimbangan konsumsi dalam islam didasarkan pada prinsip keadilan distribusi. Kepuasan konsumsi seorang muslim tergantung pada nilai nilai agama yang telah diterapkan pada rutinitas kegiatannya, yang tercermin pada alokasi uang yang dibelanjakannya. 

Dalam islam juga memperhatikan aspek kecocokan, bersih, tidak menjijikkan, bukan hanya halal dan haramnya saja. Batasan konsumsi bukan hanya berlaku pada makanan an minuman saja. Akan tetapi juga mencakup jenis- jenis komoditas lainnya.

Pegharaman untuk komoditas karena zatnya pada hakikatnya akan memiliki kaitan langsung dalam bahaya moral dan spiritual. Konsumsi dalam islam bukan hanya secara materi saja melainkan konsumsi sosial yang berbentuk dalam zakat dan sedekah. Karena dalam islam memiliki peran yang penting sebagaimemperkuat sendi sendi sosial masyarakat. 

Kesimpulan dari penjelasan ini adalah kita sebagai pelaku konsumsi perlunya akan memperhatikan nilai nilai konsumsi agar barang yang kita buat atau kita konsumsi dapat menjunjung tinggi persaudaraan,atau pula sebagai pembangun pendapatan suatu negara. Kebersihan yang akan mengatur kita dalam konsumsi juga akan memberikan bahwa makanan yang haus baik dan cocok untuk dimakan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2