Mohon tunggu...
Anika Wisahra
Anika Wisahra Mohon Tunggu... Mahasiswa

Never give up !

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Ketulusan Tenaga Pendidik di Era Pandemi Covid-19

13 Juni 2021   21:05 Diperbarui: 13 Juni 2021   21:12 35 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketulusan Tenaga Pendidik di Era Pandemi Covid-19
Foto: Dokumentasi Pribadi

Semenjak Pandemi Covid-19 menyerang di Indonesia, pemerintah mulai meliburkan sekolah-sekolah di semua jenjang seperti PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Social distancing (pembatasan sosial) mulai dilakukan dengan membatasi segala kegiatan yang mengumpulkan massa. Protokol kesehatan mulai diterapkan disetiap lapisan masyarakat seperti: menggunakan masker, menjaga jarak apabila berada di tempat keramaian, Selalu menjaga kebersihan, mencuci tangan setelah selesai melakukan segala jenis aktivitas.

Menurut Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4 tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19) pada point 2 berbunyi "bahwa proses belajar dari rumah dilaksanakan dengan ketentuan yakni: (1) Belajar dari rumah melalui pembelajaran daring / jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman. (2) Bekerja dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid -19. (3) Aktivitas dan tugas pembelajaran Belajar dari Rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses / fasilitas belajar di rumah. (4) Bukti atau produk aktivitas Belajar dari rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna bagi guru tanpa diharuskan memberi skor dengan nilai kuantitatif".

" Selama pandemi tempat bimbel dibuka atau yang biasa dikenal belajar secara offline tapi untuk sekarang di saat pandemi cara mengajar agak berbeda karena harus mengikuti protokol kesehatan agar semua anak murid tidak terpapar oleh virus " Ujar Rosmala selaku Guru Bimbel Rumah Pintar Cengkareng (13/06/2021) .

Lebih lanjut Ros mengungkapkan dirinya banyak mengalami kendala Salah satunya banyak anak-anak murid yang tidak fokus saat belajar karena mereka lebih fokus kepada gadget mereka. Lalu, tugas dari sekolah yang terkadang memberatkan siswa dan terlalu banyak. Sehingga banyak murid yang mengeluhkan tugas tersebut.

Namun demikian, hal itu tidak menyurutkan semangat dan tulus untuk mengajar bahkan ros berharap dapat tetap tulus dan bertanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa.

" Untuk menghadapi kendala tersebut, banyak cara yang saya lakukan. Yang pertama, memberikan konsentrasi lebih kepada anak-anak murid dengan belajar sambil bermain, Membentuk sebuah kelompok belajar, Membuat tanya  jawab, dsb dan yang terpenting Tetap menebarkan cinta kasih dan sayang kepada murid-murid dan Jangan pernah lelah untuk mengajarkan tentang hal kebaikan " Pungkas Ros.

VIDEO PILIHAN