Mohon tunggu...
anifa adlina
anifa adlina Mohon Tunggu... anifa

pelajar yang masih belajar dan terus belajar

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Seminar Kampung dan Kirab Busana Daur Ulang oleh KKN PMM Universitas Muhammadiyah Malang

17 September 2020   08:21 Diperbarui: 17 September 2020   08:25 12 2 0 Mohon Tunggu...

Bertempat dibalai dusun busu pada 13/09 adik-adik gubuk baca Bersama dengan KKN Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan seminar kampung dan kirab busana daur ulang. Yang mana acara seminar diisi oleh Wilda Fizriyani selaku jurnalis harian republika online dan umul azizah selaku area funding & Transsation Manager Bank Syariah Mandiri Area Malang.

Merupakan salah satu tempat di desa slamparejo tepatnya di dusun busu. Gubuk baca lereng busu merupakan salah satu tempat yang mewadahi anak-anak untuk mengisi waktu dengan belajar dan mengeksplor kemampuannya. Kehangatan didusun ini yang mengumpulkan kebersamaan adik-adik mulai dari anak-anak maupun dewasa. Mulai dari belajar sampai dengan mengabdi, dengan berbekal ilmu yang dimiliki untuk berbagi ilmu kepada adik-adik lereng busu ini.

Seminar kampung yang diadakan merupakan seminar perdana yang diadakan didusun ini. bekerja sama dengan KKN Universitas Muhammadiyah Malang ini untuk memeriahkan acara seminar. dimulai dengan kirab busana yang digagas langsung oleh para mahasiswa UMM ini dilengkapi dengan tarian adat jabung yaitu tari klono.  menjadikan acara seminar kampung ramai ditonton oleh antusias masyarakat terutama anak-anak.

Busana kirab yang dikenakan merupakan busana daur ulang, berbahan dasarkan kresek dan kain bekas, diharapkan dapat membuka wawasan kepada masyarakat sekitar bahwa sampah anorganik yang berada disekitar dapat dimanfaatkan menjadi barang yang memiliki nilai guna. Suhasti Nabila menuturkan bahwa "acara ini, kirab busana daur ulang sudah dipersiapkan dengan matang untuk menghasilkan baju yang mewah ketika dikenakan. Kami menyiapkan 10 baju dalam waktu seminggu".

bertemakan "wanita dan karir" membuka menset masyarakat sekitar terutama wanita yang berada didusun. Wanita yang tidak berani bermimpi tinggi kerena minimnya dorongan semangat maupun biaya menjadikan mereka pupus harapan dan memilih untuk menikah dengan usia dini. seperti yang dipaparkan wilda fizriyani menuturkan bahwa "selagi masih punya mimpi pasti ada jalan, selagi masih punya mimpi pasti..." 

begitu pula yang dipaparkan oleh pemateri kedua "kejarlah mimpi setinggi langit, namun jangan lupa berpijak ketanah. Kejarlah mimpi setinggi langit, namun jagan lupa jika kita akan kembali ketanah" ujar umul azizah. 

Banyaknya motivasi yang diberikan diharapkan bisa membuka wawasan masyarakat bahwa seseorang terutama wanita tak mampu mengeksplor kemampuan, namun dengan adanya seminar ini mengajarkan untuk mengejar mimpi setinggi mungkin dan mengeksplor kemampuan sebanyak-banyaknya. "karena seorang wanita tidak melulu tentang sumur, Kasur, dapur, namun lebih dari itu". Tutupnya

VIDEO PILIHAN