Irfan Hanif
Irfan Hanif Keep Learn

Sarjana Ilmu Komunikasi, Fikom Budi Luhur | Terus asah kreativitas | Kembangkan ide-ide menarik | Jadi yang terbaik dan bisa percaya diri | Coba berpikir di luar hal yang biasa.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Biasakan Berkata Sopan

7 Agustus 2018   22:17 Diperbarui: 7 Agustus 2018   22:32 422 2 0

Kemampuan dalam berbahasa secara baik dan benar memang sudah banyak dilakukan serta diterapkan oleh kebanyakan orang, terutama bagi kebanyakan orang-orang tua yang sangat mengerti betul lantunan bahasa yang sopan dan harus diucapkan. 

Belum lagi kepada atasan atau orang yang lebih tua. Misalkan saja kepada atasan di suatu perusahaan, pasti yang dibutuhkan sikap sopan dan keterampilan yang baik, bahasa yang sopan juga diperlukan. 

Bila atasan memberi perintah kepada bawahan agar menyelesaikan pekerjaannya atau menyuruhnya untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan klien, maka bahasa yang diucapkan mengandung unsur kalimat baku didalamnya. 

Berbeda jika atasannya itu adalah seorang anak muda yang usia tidak jauh dari karyawannya, mungkin diantara mereka akan mencerminkan rasa santai, enjoy, dan tidak merasa takut untuk saling menggunakan perkataan layaknya sesama teman.

Tapi tetap dalam pekerjaannya, janganlah sesekali melunjak hanya karena mendapatkan atasan yang santai. Atasan yang santai bukan berarti tidak bekerja sesuai aturan, namun hanya membuat karyawannya agar lebih betah bekerja di perusahaan itu. 

Karena jika atasannya santai, jalinan komunikasinya juga dibilang santai layaknya teman, maka si karyawan akan merasa nyaman sekali bekerja di perusahaan tersebut. 

Perkataan sopan juga harus diterapkan kepada orang yang lebih tua (tidak hanya atasan), tetapi seperti kepada kakak kelas, senior di kampus, dosen, dan bahkan kepada orang yang sudah lanjut usia (lansia). Untuk orang yang sudah lansia dalam berkata harus hati-hati, jangan sampai kita terlihat kurang ajar didepannya. Misalkan saat sedang bertemu seorang lansia yang kita kenal, sebaiknya cium tangan dan membungkukkan badan. 

Selain itu jika ingin mengobrol sebentar haruslah agak dibungkukkan sedikit (bila kita lebih tinggi dari beliau), serta gunakan perkataan yang sangat sopan dan ramah didepannya. 

Berkata sopan sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan, apalagi untuk anak remaja dan yang baru memasuki masa dewasa. Bila mereka tidak bisa menerapkan perkataan yang sopan itu artinya salah orang tua mereka. Seperti apa mereka di didik dulunya, mengapa bisa seperti itu sekarang ini, mengapa orang tuanya kurang peduli terhadap hal itu, karena itu semua akan membuat citra diri menjadi buruk di depan orang. 

Semuanya itu pada dasarnya bersumber pada orang tuanya, karena saat kita dilahirkan kita mulai memasuki dunia baru dan kita diajarkan banyak hal olehnya. Mulai dari makan, berpakaian, bicara, kemampuan bahasa yang baik dan benar, sopan santun, tanggung jawab, semuanya itu diajarkan oleh orang tua pada awalnya. 

Bila orang tua kita dulunya mengajarkan kita akan semua hal itu dengan terus menerus dan agak keras, mungkin saat kita beranjak dewasa kita sudah bisa mengerti betul bagaimana cara kita menyikapi orang lain dengan cara yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan. Mana yang baik dan mana yang buruk.

Menjalin hubungan dengan sesama temanpun juga harus bisa berkata sopan, biarpun kita sudah kenal lama dengannya tapi bukan berarti kita seenaknya dalam berbicara apalagi bercanda. 

Sebab jika bercanda dengan perkataan yang dapat membuat teman merasa kesal dan marah, pasti akan menjadi tidak menyenangkan bagi diri kita. Jadi, hati-hatilah pula dalam bercanda dan berkata-kata. Hanya dari perkataan saja bisa membuat kita merasa dikucilkan dan bahkan dibenci.

Tetapi jangan sampai hal itu terjadi pada diri kita semua, yang namanya dengan teman boleh bercanda, boleh iseng, boleh saling ledek-ledekkan namun tidak serius. Hanya untuk hiburan saja dan lucu-lucuan saja. Karena yang namanya akrab dengan teman ataupun siapa saja pasti ujung-ujungnya akan seperti itu.

Bagaimana mungkin akrab dengan teman tanpa ada hal itu semua? Yang ada diri kita merasa asing dihadapannya. Dan harus bisa membedakan mana yang bercanda dan mana yang serius. Jangan sampai bercandaan itu terbawa oleh perasaan atau istilah jaman sekarang 'baper'.

Jika kalian ingin menemui orang ternama seperti gubernur juga harus sopan. Bukan harus lagi, melainkan wajib untuk sangat sopan. Karena beliau adalah orang ternama, orang yang bertanggung jawab atas kenyamanan, ketertiban, kebersihan, kesempurnaan suatu kota. 

Beliau adalah pemimpin kota, jadi jika ingin bertemu dengannya memang harus membuat perjanjian terlebih dahulu melalui pihak yang bersangkutan, mengingat tugasnya sangat sibuk.

Bila berhasil menemui barulah kalian wawancara dengannya tentunya dengan salam pembuka, asalnya darimana, semuanya dikatakan dengan sangat sopan. Kemungkinan akan membuat kita berdebar-debar karena dapat berkomunikasi dengan orang ternama yang merupakan pemimpin suatu kota. 

Mengobrolah seperti biasa namun harus dengan penampilan yang rapi, tutur kata yang baik, dan usahakan jangan tegang karena beliau juga orang biasa. Hanya saja yang membedakan adalah status sosialnya, maka itu terlihat gugup saat berbincang dengannya. 

Terapkanlah selalu perkataan yang sopan kepada siapa saja. Teman, keluarga, saudara, senior, atasan, bahkan hingga orang hebat yang masuk dalam kategori orang ternama dan luar biasa akan perjuangannya.