Mohon tunggu...
andry natawijaya
andry natawijaya Mohon Tunggu... apa yang kutulis tetap tertulis..

yang enteng-enteng aja...

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Kekayaan Intelektual dalam Bisnis

17 November 2019   15:10 Diperbarui: 17 November 2019   18:16 0 15 1 Mohon Tunggu...
Kekayaan Intelektual dalam Bisnis
Ilustrasi Intellectual property | Sumber gambar: ifia.com

Liriknya bercerita tentang seorang gadis yang ingin membeli segalanya untuk dimilikinya, termasuk tangga menuju surga.

Jimmy Page dan Robert Plant menulis lagu masterpiece berjudul Stairway to Heaven di sebuah pondok bernama Bron-Yr-Aur di negara Wales untuk mengisi album keempat Led Zeppelin. Lagu tersebut dirilis pada tahun 1971, lantas menjadi salah satu lagu rock terbaik sepanjang masa.

Penulisan Stairway to Heaven dilakukan setelah Jimmy Page merangkai nada dasar dalam jangka waktu panjang, dengan gaya musik progressive rock, Stairway to Heaven menjadi sebuah lagu rumit namun mudah didengar.

Lagu ciptaan kreasi seorang musisi adalah kekayaan intelektual yang dapat mendatangkan uang. Perlu diketahui bahwa Led Zeppelin memperoleh banyak penghasilan dari lagu Stairway to Heaven.

Selain lagu tersebut menjadi hit di banyak negara, tak jarang musisi lain meng-cover Stairway to Heaven, sehingga Led Zeppelin berhak memperoleh royalti atas hak cipta jika Stairway to Heaven digunakan demi kepentingan komersil.

Ilustrasi: digitalmusicnews.com
Ilustrasi: digitalmusicnews.com
Dalam bisnis seringkali kekayaan intelektual menjadi pembeda juga menentukan arah persaingan, bisa saja produk maupun jasa yang dijual kepada konsumen sama namun pada akhirnya peran kekayaan intelektual yang melekat pada produk atau jasa berhasil memenangkan perhatian konsumen.

Kekayaan Intelektual 
Intellectual property atau kekayaan intelektual adalah istilah yang dipergunakan merujuk kepada seperangkat hak eksklusif yang masing-masing diberikan kepada seseorang yang telah menghasilkan karya dari olah pikirnya, yang memiliki wujud, sifat atau memenuhi kriteria tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jadi kekayaan intelektual muncul setelah seseorang menciptakan sesuatu untuk tujuan tertentu, wujud serta eksistensinya bisa beragam, termasuk juga tentunya untuk urusan bisnis.

Cakupan kekayaan intelektual dapat berupa merek, hak cipta dan paten, desain, lisensi dan waralaba maupun informasi yang bersifat rahasia. Hal-hal tersebut menjadi sangat penting bagi suatu perusahaan guna menjual produk dan jasanya.

Ilustrasi: marieclaire.co.uk
Ilustrasi: marieclaire.co.uk
Konsumen bisa tertarik membeli produk atau jasa tidak semata disebabkan oleh fungsi utamanya, tapi faktor keunikan maupun daya tarik sisi emosional sangat berpengaruh bagi konsumen untuk memutuskan pembelian. Jangan heran jika suatu produk menjadi sangat mahal karena suatu perusahaan berhasil mengoptimalkan fungsi dari kekayaan intelektualnya.

Kekayaan Intelektual Dalam Jaringan Bisnis
Bill Gates sebagai pendiri Microsoft adalah contoh nyata dari seorang mahasiswa yang tidak lulus kuliah menjadi sosok pengusaha sukses berkat kekayaan properti.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x