andry natawijaya
andry natawijaya apa yang kutulis, tetap tertulis

yang enteng-enteng aja...

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

Hubungan "Artificial Intelligence" dengan Pertumbuhan Bisnis

13 April 2018   21:51 Diperbarui: 14 April 2018   09:51 2024 4 3
Hubungan "Artificial Intelligence" dengan Pertumbuhan Bisnis
Dokumentasi: callsumo.com

Revolusi industri klasik yang menciptakan perubahan dari proses manual yang dilakukan oleh manusia kemudian berganti melalui proses mesin telah mengalami pergeseran seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi.

Saat ini telah ramai dibicarakan era Industri 4.0, yang berarti proses industri telah lebih canggih lagi. Tren industri melangkah maju meninggalkan era komputer dan proses otomasi (Industri 3.0) menjadi era pertukaran data aktual melalui serangkaian proses yang dilakukan oleh cyber physical system.

Konteks lebih lanjut dalam persaingan dunia bisnis adalah terkait dengan data. Persaingan bisnis dalam era Industri 4.0 akan berlangsung dengan sangat ketat dan dinamis, karena semuanya bergantung kepada arus data yang mengalir dan berkembang seiring dengan teknologi yang semakin canggih.

Jika ada pendapat yang menyatakan bahwa sang pemenang adalah pihak yang menguasai informasi, maka dalam era Industri 4.0 pihak pemenang adalah pihak yang berhasil menguasai dan melakukan analisis data dengan akurat sebagaii sumber informasi. Maka tak dapat dielakan lagi segala perubahan terjadi sangat cepat dan menuntut usaha yang keras dan cerdas bagi para pelaku usaha.

Era Big Data dan Persoalannya

Kehadiran internet merupakan pemicu utama yang menyebabkan tingginya arus data dalam setiap aspek kehidupan, termasuk bisnis. Begitu banyak data yang hilir mudik dalam suatu jaringan.

Salah satu contoh sederhana jika kita membutuhkan informasi, saat ini akan sangat mudah. Tinggal ketik kata kunci di mesin pencari, maka akan muncul banyak sekali data yang terkait. Kita tinggal memilih data yang dibutuhkan.

Begitu pula dengan dunia bisnis, keberadaan internet menjadi media penunjang utama yang saat ini semakin dibutuhkan. Bisnis dan internet sudah sangat sulit untuk dipisahkan, dan tentunya setiap kebutuhan informasi guna menyokong kelangsungan usaha diperoleh pula dari internet.

Namun tingginya arus data di internet dan juga data internal setiap pelaku bisnis terkadang tidak terstruktur dengan baik dan setiap data memiliki spesifikasi yang berbeda. Masalah lainnya adalah data-data tersebut tidak terhubung secara langsung satu sama lain. 

Sementara persaingan bisnis yang semakin ketat membutuhkan informasi yang akurat dan data yang tepat untuk mengambil keputusan yang sesuai. Satu persoalan lagi, ternyata mengolah dan mengkorelasikan data agar terstruktur dan terintegrasi ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.

(Dokumentasi: letemps.ch)
(Dokumentasi: letemps.ch)

Proses data yang besar dan banyak, serta agar semua data dapat terhubung dan terstruktur tidak mungkin dikelola secara manual. Cara tradisional dengan menggunakan komputer biasa tidak mendukung lagi menghasilkan informasi yang jelas dan optimal.

Untuk mengatasi masalah ini membutuhkan suatu solusi dan solusi tersebut telah hadir melalui bentuk artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Mengenai Artificial Intelligence

Artificial Intelligence (AI) yang mungkin dulu identik dengan film fiksi ilmiah seperti The Matrix atau serial The Terminator saat ini sudah mulai menjadi objek nyata dalam kehidupan. Definisi dari AI adalah kecerdasaan buatan/kecerdasan entitas ilmiah yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah.

Lantas apa kegunaan AI ini? Dalam dunia usaha yang membutuhkan informasi dari hasil pengolahan data, AI dapat digunakan sebagai media untuk melakukan menghimpun dan menganalisis data yang semula tidak terstruktur dan terhubung. Kemudian melalui serangkaian proses algoritma dan sistematika data yang canggih, AI akan melalukan analisis data dan pola perilaku dan tren dari suatu objek data, dalam dunia bisnis objek data tersebut katakanlah sebagai konsumen atau tren industri.

Kemudian pola dan tren tersebut disajikan kepada pengguna dalam bentuk suatu kesimpulan hasil analisis yang dapat membantu pengguna untuk mengambil suatu keputusan.

Kapasitas komputer biasa saat ini dapat dikatakan sudah sangat terbatas, apalagi kemampuan pikiran manusia yang juga memiliki keterbatasan dalam membaca dan menganalisis data. Sebagai gambaran bagaimana rasanya jika seorang pekerja harus membaca data sebanyak seribu halaman atau data sebanyak 1 terabyte.

Tentunya hasilnya tidak akan maksimal. Jadi AI bukanlah fungsi management information system yang biasa digunakan pada era klasik yang hanya sebatas menghasikan data tetapi tidak dapat membaca dan menganalisis lebih lanjut. Proses analisis data dilakukan oleh manusia dengan membaca data dari MIS untuk menghasilkan informasi guna mengambil keputusan bisnis. Tetapi analisis tersebut juga sangat terbatas.

(Dokumentasi: govtech.com)
(Dokumentasi: govtech.com)

Lebih lanjut lagi AI merupakan rangkaian program kecerdasan yang digabungkan agar dapat memiliki rasa dan pemikiran seperti layaknya manusia tetapi dengan kapasitas lebih jauh. Bahkan dapat melakukan analisis untuk pola dan tren dengan jangka waktu yang lebih panjang.

Hasilnya adalah berupa informasi yang disajikan secara lebih cepat, akurat dan terstruktur. Informasi ini kemudian dieksekusi oleh para eksekutif di dunia bisnis untuk meningkatkan usahanya.

Cara Proses Artificial Intelligence Dalam Dunia Bisnis

Penggunaan AI dalam dunia bisnis telah mulai dilakukan oleh berbagai sektor usaha.  Contoh dalam dunia perbankan, saat ini telah lahir konsep everyday bank yang menggabungkan dan menghubungkan perilaku dan kebutuhan nasabah dengan transaksi perbankan. Sejauh itukah peran AI dalam dunia usaha? Ternyata iya, AI telah dimanfaatkan sampai tahap bersinggungan langsung dengan konsumen.

Melalui AI data mengenai perilaku, selera, gaya hidup konsumen dianalisis dan dihimpun menjadi satu gambaran yang terstruktur. AI menciptakan pola dan tren dari apa yang dilakukan, diinginkan dan dibutuhkan konsumen? Lantas AI juga dapat memberikan opsi apa yang seharusnya dilakukan.

Kemudian informasi ini disampaikan kepada para petinggi perusahaan. Melalui sajian informasi yang diolah AI tentu lebih mudah bagi para pemangku kewenangan di level eksekutif perusahaan untuk menentukan arah keputusan yang harus diambil.

Jika era bisnis ketika data diolah dengan tradisional, analisis perilaku dan gaya konsumen dilakukan melalui serangkaian riset yang mungkin dilakukan secara manual, seperti survei atau wawancara. Tentunya metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun berkat kecanggihan teknologi, AI dapat menginventarisasi data melalui akses internet konsumen atau sumber data internal yang dimiliki perusahaan.

Dan dengan sendirinya AI mengolah data tersebut. Bagaimana AI dapat melakukan proses yang sedemikian rumit?  Hal tersebut dapat dilakukan AI karena AI memiliki kemampuan otonom yang memungkinkan penciptaan algoritma kompleks sehingga dapat mendorong pengambilan keputusan.

(Dokumentasi: tradeready.ca)
(Dokumentasi: tradeready.ca)

Artificial Intelligence dan Perilaku Konsumen

Berkat kecanggihan rancangan AI, maka masalah perusahaan dalam mengenali dan memahami konsumennya dapat diselesaikan dengan lebih mudah. Ya, karena AI dapat melakukan pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan konsumen. Sehingga mempermudah perusahaan dalam mengatasi permasalahan konsumen . Berikut adalah gambaran bagaimana peran AI dalam menyelesaikan masalah konsumen dan membantu perusahaan:

Konsumen terkadang tidak pernah merasa puas dengan produk dan jasa yang ditawarkan. Mereka selalu menginginkan lebih. Jika mereka kecewa, mereka dapat beralih kepada pesaing yang mampu memenuhi ekspektasi mereka. Konsumen menuntut adanya informasi, produk dan pelayanan yang cepat dan maksimal.

Persoalannya adalah bagaimana perusahaan dapat mengetahui apa yang ada dalam benak konsumen? Bagaimana untuk dapat berkomunikasi dengan konsumen yang jumlahnya banyak?

Jawabannya adalah melalui fungsi chatbot yang dapat menjadi solusi, karena chatbot bisa menghubungkan konsumen dengan perusahaan untuk berkomunikasi. Melalui AI arah komunikasi konsumen dianalisis berdasarkan data yang dihimpun agar dapat memberikan solusi yang memaksimalkan bagi konsumen, sekaligus memberikan feedback bagi perusahaan.

Konsumen yang telah menggunakan produk dan jasa yang ditawarkan tentunya telah tercatat rekam jejaknya dalam data perusahaan. Dengan memanfaatkan data tersebut, AI dapat membaca dan menganalisis pola perilaku konsumen, sehingga dapat memahami selera konsumen dan juga apa yang diperlukan konsumen.

Informasi ini kemudian disampaikan kepada perusahaan. Dan dengan gambaran yang nyata akan perilaku dan kebutuhan konsumen, maka perusahaan dapat mengambil tindakan dengan cepat, misalnya menawarkan produk dan jasa sesuai kebutuhan, atau mungkin mengembangkan produk dan jasa baru sesuai dengan perkembangan gaya hidup konsumen.

Hal ini lantas mendorong konsumen untuk membeli dan menggunakan produk atau jasa, yang artinya uang akan mengalir kepada kas perusahaan.

Setiap transaksi konsumen kemudian akan tercantum dalam suatu himpunan data. Yang kemudian dapat dimanfaatkan pula oleh perusahaan untuk menawarkan fitur jasa pembayaran guna mempermudahan konsumen dalam menyelesaikan transaksinya dan tentunya meningkatkan pendapatan perusahaan.

Contoh sederhana perusahaan bekerjasama dengan salah satu bank untuk transaksi. Melalui AI seluruh transaksi akan diarahkan kepada bank yang telah bekerjasama dan perusahaan memperoleh keuntungan tambahan dari komisi transaksi yang dibayarkan oleh bank.

Dengan demikian keberadaan AI pada dasarnya memberikan manfaat nyata bagi dunia bisnis, analisis dilakukan dengan mudah dan cepat. Informasi disampaikan dengan akurat dan terintegrasi. Kemudian keputusan apa yang harus ditentukan guna memenuhi kebutuhan perusahaan agar dapat bersaing dalam industri dapat diarahkan secara jelas dan sesuai tren yang berkembang.

(Sumber literatur: Wikipedia, Koran-jakarta.com, inc.com)