Mohon tunggu...
Andryadi
Andryadi Mohon Tunggu... Dosen

Knowledge is Power

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Gerakan Literasi Nasional

19 Agustus 2019   14:53 Diperbarui: 19 Agustus 2019   14:57 0 0 0 Mohon Tunggu...
Gerakan Literasi Nasional
Gambar: Suara Pendidikan

Setelah sukses melakukan kegiatan pembinaan teknis kelompok literasi di Kota Jambi pada tanggal 14-16. Hari ini Senin, 19/08/2019 Muara Bungo. Gerakan Literasi Nasional (GLN) dalam pembinaan teknis kelompok literasi yang diadakan di Hotel Batang Bungo Kabupaten Bungo akan dilaksanakan selama 3 hari mulai dari tanggal 19-21 mendatang.

Pembinaan ini diikuti oleh 30 peserta, mulai dari pendidik (guru dan dosen), pustakawan hingga kelompok penggiat literasi.

Kepala kantor Bahasa Provinsi Jambi bapak Saiful Bahri Lubis, SS. Mengatakan pentingnya untuk menopang gerakkan literasi, bukan hanya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dilakukan oleh guru dan siswa, juga Gerakan Literasi Masyarakat (GLM) yang dilakukan oleh orang tua dan segenap masyarakat untuk terus menumbuh kembangkan minat literasi.

Pembinaan ini dibuka langsung oleh bapak Zulpadli, SE sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bungo, beliau menyatakan bahwa kemajuan suatu daerah diwujudkan melalui literasi dan pendidikan.

Lalu, Apa siiih... literasi yang akhir-akhir ini sering dibicarakan. Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa.

Untuk terus menggerakkan literasi, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di Kabupaten Kerinci, Tebo dan Merangin.

Dokpri
Dokpri

Analisis saya, ketika berbicara literasi maka identiknya dengan membaca, walaupun sebenarnya makna literasi sangat luas. Ditengah era teknologi informasi kita harus terus melakukan gerakan literasi salah satunya melalui membaca buku-buku dalam bentuk (hardware) yang tersedia  dengan terus melakukan penyesuaian dan pembaharuan dengan buku-buku dalam bentuk elektronik (software)

Penggiat literasi memiliki kendala untuk memiliki buku dalam bentuk hardware karena memiliki price yang lumayan tinggi. Namun, apapun bentuknya literasi harus terus dilaksanakan melalui pengasahan skill yang telah dimiliki serta terus menjaga kelesterian adat serta budaya bangsa kita. karena ada 6 (enam) dasar literasi yaitu literasi baca tulis, numerasi, digital, sains, finansial, serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

Masalah utama yang ada di Indonesia sebetulnya bukanlah aliterasi (buta aksara) melainkan kenyataan bahwa mereka yang sudah bisa membaca, tetapi tidak mau membaca, baik yang tersurat maupun yang tersirat.

Kita semua punya tanggung jawab untuk menggerakkan literasi.

Salam Literasi