Keamanan

Menggandeng Papua, dari Militeristik Menjadi Humanis

6 Desember 2018   20:11 Diperbarui: 6 Desember 2018   20:28 134 0 0
Menggandeng Papua, dari Militeristik Menjadi Humanis
foto:infobreakingnews.com

Ada cara yang tak biasa ditunjukkan oleh Jokowi dalam merangkul Papua. Yaitu cara yang lebih humanis dan mengerti atas kebutuhan yang diinginkan.

Papua menjadi daerah yang selama ini selalu mengumandangkan kemerdekaan. Segelintir kelompok menganggap perlu Papua memisahkan diri dengan Indonesia.

Kemudian sikap yang ditunjukkan saat pemerintahan sebelumnya ialah dengan memasang penjaga negara menghadapi kelompok tersebut. Pendekatan militer diterapkan untuk menghadapi Papua.

TNI ditempatkan pada pos-pos di Papua menertibkan kelompok tersebut. Sungguh sadis masyarakat dihadapkan dengan pasukan militer berkekuatan lengkap.

Agaknya berbeda jika Jokowi yang sudah hadir disana. Pemerintahan masa Jokowi dengan konsep Nawacita punya pendekatan yang lebih humanis.

Bagi Jokowi tidak bisa kekerasan dilawan dengan kekerasan. Pembangkangan harus dihadapi dengan pendekatan persuasif. Dengan begitu akan muncul keharmonisan.

Nampaknya itulah yang bisa kita saksikan sekarang. Jokowi menjawab permasalahan Papua dengan memberikan kesejahteraan pada Papua.

Masyarakat Papua selalu diberikan insentif bahwa Papua masih menjadi bagian dari Indonesia. Prioritasnya memberi kesejahteraan secara utuh dan menyeluruh.

Hasilnya pun lebih nyata. Dari segi ekonomi Papua meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Tingkat kemiskinan turun ekonomi membaik.

Desa-desa di Papua punya anggaran yang dikelola untuk kepentingan Desa. Infrastruktur dibangun memudahkan mobilitas masyarakat Papua.

Listrik sudah masuk dan bisa dirasakan sampai ke pedalaman. BBM menjadi satu harga sama dengan harga di daerah lain. Betapa papua menjadi daerah yang sangat baik sekarang.

Solusinya sederhana dengan perhatian dan kepedulian membangun daerah pinggiran. Juga dengan menyadarkan bahwa potensi papua yang sangat baik untuk di kelola.

Konsep Nawacita inilah yang dirasa lebih humanis ketimbang harus dilawan dengan kekerasan menempatkan militer pada masyarakat Papua yang seharusnya militer lebih tepat menjaga Negara dari gangguan luar.

Kita patut berbangga wilayah perbatasan Indonesia dijaga dengan baik. Tentunya tidak terlepas dari konsep yang paripurna yaitu Nawacita.