Mohon tunggu...
Andri Asmara
Andri Asmara Mohon Tunggu... Penulis

Musik adalah serpihan bebunyian surga yang jatuh ke dunia.

Selanjutnya

Tutup

Musik Pilihan

Yamko Rambe Yamko Milik Siapa?

28 Juni 2020   14:06 Diperbarui: 28 Juni 2020   14:04 172 4 1 Mohon Tunggu...

Suatu hari sebelum pandemi, teman saya yang jarang saling sapa tiba-tiba nongol di pesan WA. Dia sepertinya mau menanyakan hal yang penting, sampai-sampai dia meminta izin dulu untuk ganggu. Karena kebetulan juga waktu itu jadwal saya sedang berada  di venue sebuah acara, akhirnya mengalah untuk keluar sebentar. Lalu perlahan dia utarakan maksudnya, yaitu bertanya tentang satu perihal yang cukup mengejutkan.

Isi pesannya kira-kira begini, "nyong, kamu tahu sumber bacaan yang bisa jadi rujukan kalau lagu Yamko Rambe Yamko itu beneran asli Papua?". Sontak sebelum membalasnya, saya googling, karena pertanyaan ini memang sedikit menggelitik saat itu. Saat proses loading browser sedang memuat, dia sudah menimpali pesan lagi yang kira-kira isinya begini, "soalnya ini orang tua muridku yang asli Papua malah bingung, nanyain ke aku, itu lagu Yamko Rambe Yamko seperti bukan lagu Papua, mereka tidak familiar dan bahkan tidak tahu artinya, padahal kan sudah populer banget buat lomba-lomba juga."

Saya langsung mengambil jawaban tengah kira-kira seperti ini, "sebentar, tidak tahu itu sangat personal dan subjektif. Jangan terus menjudge langsung bahwa keabsahannya lagu tersebut diragukan", sembari saya lanjut googling.

Di timeline pencarian, yang saya temui rata-rata hanya web penyedia lirik, lalu video lomba menyanyi, dan berita-berita ceremonial. Namun ada satu artikel lewat yaitu tentang arti dari lagu Yamko Rambe Yamko. Saya klik, artikelnya singkat, yaitu tentang arti lagunya mengisahkan tentang peperangan. Saya kalut, tidak menemukan jawaban atas pertanyaan teman saya itu. Saya putar otak, dia terus menimpali pesan-pesan pendek ,menerangkan alasan kronologisnya kenapa sampai ada pertanyaan itu. Lalu dengan bimbang, saya menjawab,

"ngene wae, dijawab, kalau untuk faktanya, belum tahu persis kalau lagu itu milik Papua atau bukan, karena sangat sulit menulusuri jejak sejarah untuk jenis folksong. Namun yang jelas, lagu itu sudah populer di Indonesia sebagai lagu daerah Papua. Untuk kriteria bahwa itu merupakan lagu daerah asli, aku kurang reti."

Sepertinya teman saya tidak puas dengan jawaban itu. Dia menimpali pesan, merajuk kalau bisa dikasih rujukan literatur satu saja untuk meyakinkannya. Saya diam, akhirnya saya menolak dengan halus, bahwa upaya saya sudah mentok disitu, dan saya timpali dengan alasan sedang dalam acara jadi tidak leluasa waktunya. Dia mengucapkan banyak terima kasih, lalu menutup obrolan pesan kami.

Sehabis itu saya tidak ambil pusing, karena saya sendiri belum sampai memikirkan hal itu terlalu dalam. Saya anggap hanya sharing biasa, konfirmasi wawasan antar teman, dan tidak ada alasan lagi untuk tidak melanjutkan kegiatan saya di acara tersebut saat itu. Saya berkeyakinan mereka hanya salah faham, karena saya sendiri dari kecil menyimak apa yang diajarkan di sekolah dasar, yaitu meyakini bahwa lagu tersebut berasal dari Irian Jaya (sebutan masa itu), dan saya hafal tema lagunya.

Sampai pada Jumat kemarin, saya memperoleh tweet dari seseorang. Dia mengkonfirmasi tanggapan saya pada suatu utas pendek  di hari itu juga dari akun @PapuaItuKita yang berisi, "Lagu Yamko Rambe Yamko, lagu daerah Irian Jaya/Papua. Artis besar sampai anak sekolah menyanyi lagu itu. Coba cek tanya ke orang Papua mana, bahasa Papua mana? Orang Papua tidak tau & tidak mengakui itu sebagai lagu daerah. Siapa Paksa jadi lagu Papua?"

Seketika langsung teringat pada teman yang saya utarakan di paragraf pertama tulisan ini, bahwa dia juga pernah bertanya hal yang sama, yaitu asal muasal lagu Yamko Rambe Yamko. Berarti wacana ini cukup meluas tanpa saya ketahui, dan bodohnya saya tidak punya sense untuk menangkap urgensinya . Saya balas tweet itu dengan motif jawaban yang agak mirip dengan sebelumnya, yaitu intinya tentang perbanyak kajian dari segi musik maupun liriknya dulu, jangan bernafsu untuk judge.

Saya mulai tergugah untuk menelusuri, sampailah pada pernyataan Seba Woseba di Facebook 2 tahun yang lalu menambah asumsi bahwa lagu itu masih meninggalkan tanda tanya. Melihat data-data yang ia berikan, saya semakin dilema. Karena wacananya, belum ada satupun dari ratusan suku Papua mengklaim bahwa lirik itu bahasa mereka. Dan mereka semua meragukan. Ini cukup menohok, lalu timbul pertanyaan bahwa itu lagu sebenarnya dari mana? Kok dilabelin lagu daerah Papua, sementara masyarakatnya sendiri tidak tahu makna dan bahasanya?

Tak kekurangan upaya, saya menghubungi teman musisi Papua. Saya konfirmasikan masalah ini, namun sepertinya ia sedang sibuk mengerjakan sesuatu. Ia hanya mengakui kalau ia belum familiar dengan bahasa dalam lagu ini. Ia akan mengkaji dan mengkonfirmasi teman-teman yang lain di Papua perihal ini. Syukurlah, minimal ada yang bisa dinantikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x