Media

Memperingati Maulid, Ponpes Maslakul Huda akan Mendatangkan Tokoh-tokoh yang Luar Biasa

14 November 2017   17:46 Diperbarui: 14 November 2017   18:03 241 0 0
Memperingati Maulid, Ponpes Maslakul Huda akan Mendatangkan Tokoh-tokoh yang Luar Biasa
masda-5a0ac8b0c252fa380a777092.jpg

Salah satu perayaan terbesar di Indonesia adalah perayaan ulang tahun Nabi Muhammad SAW. Tanggal Maulid Nabi didasarkan pada kalender hijriyah. Di Indonesia, umat islam merayakan Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan-kegiatan keagamaan sesuai dengan tradisi budaya tiap daerah masing-masing. Nah, sekarang kali ini pondok pesantren yang ada di kabupaten Lamongan kecamatan Paciran, lebih tepatnya di dusun Dengok akan memeriahkan maulidurrosulullah SAW dengan berbagai kegiatan yang menarik. Nah inilah jadwal kegiatannya:

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Nah, kali ini pondok pesantren Maslakul Huda akan mendatangkan tokoh-tokoh yang luar biasa. Diantaranya adalah Drs.H.Saifullah yusuf ( Wakil gubernur jawa timur), Dr.H.Muhaimin Iskandar (politikus asal Jombang), KH.Marzuki Mustamar (singa pembela ahlussunnah dari Malang), dan Habib anis syahab (pembina Majlis Ta'lim Al Anwar). Itulah tokoh-tokoh yang luar biasa yang akan mengisi acara di pondok pesantren Maslakul Huda Dengok. nah, sekarang kita simak sedikit dari biografi beliau-beliau.

          1. Drs.H.Saifullah yusuf

Drs.H.Saifullah yusuf atau yang akrab dipanggil Gus Ipul (lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 28 Agustus 1964) ia adalah Wakil Gubernur Jawa Timur ke-4 sejak tahun 2009. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ilmu sosial dan politik di Universitas Nasional, jakarta pada tahun 1985. beliau mengawali kariernya melalui organisasi GP Ansor. Ia menjadi ketua umum GP Ansor selama dua periode yaitu 2000-2005 dan dilanjutkan 2005-2010. Setelah selesai menjalankan tugasnya sebagai ketua umum GP Ansor, dia terpilih menjadi salah satu ketua di PBNU dibawah kepemimpinan KH.Said Aqil Siraj.

dan ia pernah menjadi anggota DPR dari PDIP pada tahun 1999. Ia dianggap sebagai lambang aliansi Gus dur dan Megawati, karena saifullah adalah orang kepercayaan Gus dur dan ditempatkan di PDIP. Ketika hubungan Gus dur dan Megawati merenggang, saifullah mengundurkan diri dari PDIP dan bergabung dengan PKB. Dan pada Muktamar PKB tahun 2002, saifullah terpilih menjadi Sekretaris Jendral PKB.

Beliau juga pernah menjadi Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Kabinet Indonesia bersatu dari oktober 2004 hingga Mei 2007. Beliau juga terpilih sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur Mendampingi Soekarwo dalam pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah provinsi Jawa Timur pada putaran pertama tanggal 23 juli 2008, dan putaran kedua pada tanggal 4 November 2008. Dan beliau terpilih lagi sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Soekarwo pada tanggal 12 februari 2014.

          2. Dr.H.Muhaimin Iskandar

Dr.H.Muhaimin Iskandar atau yang akrab dipanggil Gus Imin (Jombang, Jawa Timur, 24 September 1966) ia adalah anak dari Muhammad Isakandar, guru di pondok pesantren Mambaul ma'arif, Jombang, Jawa Timur. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Indonesia(UI) pada tahun 2001. Sejak duduk di bangku kuliah beliau aktif di tempat-tempat diskusi dan aktif di pergerakan mahasiswa. Dia bergabung di pergerakan mahasiswa islam indonesia (PMII) dan erpilih menjadi ketua cabang PMII yogyakarta pada 1994-1997. pada Pemilu 1999, Muhaimin terpilih sebagai wakil ketua DPR RI dari partai PKB. Dia termasuk pimpinan termuda di DPR RI yang ada pada saat itu.

Kariernya terus meroket, seiring menjadi ketua umum PKB. Pada saat pemilu 2004, ia terpilih lagi menjadi wakil ketua DPR RI 2004-2009. Pada pemilu berikutnya ia terpilih lagi untuk ketiga kalinya, dan kali ini dia diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi tenaga kerja dan Transmigrasi 2009-2014. Di pengujung jabatan menterinya berakhir, ia terpilih kembali sebagai ketua umum PKB. Keberhasilannya berlanjut, saat muhaimin mengantarkan kader-kader PKB menjadi menteri di kabinet kerja Joko widodo 2014-2019.

          3. KH.Marzuki Mustamar

KH.Marzuki Mustamar ia dikenal sebagai "Hujjatu NU" lahir di kota Blitar, 43 tahun yang lalu. Sejak kecil kyai Marzuki dibesarkan dan dididik oleh kedua orang tua beliau dengan disiplin ilmu yang tinggi. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjananya di IAIN (sekarang UIN Maulana Malik Ibrahim) Malang, yang waktu itu masih merupakan cabang IAIN Sunan Ampel Surabaya. Kyai yang juga anggota Komisi Fatwa MUI Kota Malang ini nyantri kepada Kyai Masduki Mahfudz di Pondok Pesantren Nurul Huda Mergosono. 

Selain itu, Kyai marzuki juga beruntung, karena beliau seringkali diminta untuk mendampingi dakwah kyai Masduki saat mengisi pengajian maupun dalam rapat organisasi kemasyarakatan. dari sinilah kyai Marzuki mulai mengetahui betapa beratnya tugas seorang ulama' dalam mengayomi ummat. selain sibuk membimbing para santri, kyai yang juga pernah menjabat sebagai ketua Jurusan Bahasa Arab Universitas Islam Malang ini juga disibukkan dengan urusan ummat. Mulai mengisi pengajian dari masjid ke masjid, blusukan keliling kampung dan sebagainya. Saat ini, Kyai Marzuki juga aktif diberbagai Organisasi keagamaan di antara sebagai ketua Tanfidiyah PCNU Kota Malang dan anggota Komisi Fatwa MUI Kota Malang.

          4. Habib anis syahab

Habib anis syahab ia lahir di Kota Palembang dari keluarga yang sederhana 11 januari 1978. Beliau menuntut ilmu di pondok pesantren Atsaqofah Al-Islamiyyah pimpian Al'Alim Al'allamah Ad Da'iyyah ilalloh Al Habib Abdurrohman bin Ahmad bin Abdulqodir Assegaf, Bukit duri Jakarta selatan. Dalam menuntut Ilmu Alhabib Muhammad mendapat bimbingan langsung dari sang gguru mulia sehingga mendapat bekal ilmu agama. Setelah 10 tahun menuntut ilmu disana, kemudian sang guru mulia menginzinkan Alhabib Muhammad melanjutkan menuntut ilmu di Yaman Hadramaut tepatnya di Kota Tarim. 

Disana Beliau mengambil ilmu dari para guru yang ada di Kota Tarim. Selain itu beliau juga banyak mendapatkan Ijazah dan Talbiis dari guru-gurunya. Setelah menyelesaikan pendidikan selama 4 tahun menuntut ilmu dengan para guru di Tarim, Alhabib muhammad kembali ke Indonesia untuk berdakwah dengan niat sholihah menyebarkan ilmu yang ia dapat selama menuntut ilmu dengan harapan mendapat keridhoan Allah SWT dan keridhoan Nabi besar Muhammad SAW.

Nah, itu semua sedikit gambaran biografi dari tokoh-tokoh yang luar biasa, yang akan mengisi acara di Pondok pesantren Maslakul Huda dengok dalam rangka memperingati Maulidurrosul SAW.