Mohon tunggu...
Andri Pratama Saputra
Andri Pratama Saputra Mohon Tunggu... Bankir - Seorang yang ingin selalu belajar dan saling berbagi pengetahuan

Seorang yang ingin selalu belajar dan saling berbagi pengetahuan #RI #BudayaReview

Selanjutnya

Tutup

Financial

Profil Risiko Kredit sebagai Manajemen Risiko Perbankan

6 Desember 2022   08:38 Diperbarui: 6 Desember 2022   08:57 170
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: www.ibf.proxsisgroup.com/

Dalam dunia perbankan diperlukan adanya manajemen risiko yang baik untuk keberlangsungan bank itu sendiri dan perlindungan konsumen. Salah satu aspek yang dinilai dalam profil risiko bank ialah risiko kredit. Risiko kredit merupakan risiko yang disebabkan oleh kegagalan konsumen dalam memenuhi kewajiban kepada bank sesuai yang telah disepakati. 

Zaini (2016) melanjutkan risiko ini dapat meningkat tergantung dari kinerja counterparty, penerbit, dan debitur dan disebabkan oleh debitur terkonsentrasi pada sektor industry, wilayah geografis, produk tertentu, jenis pembiayaan, dan usaha tertentu. 

Selanjutnya, risiko inheran akan semakin meningkat pula jika pertumbuhan kredit tinggi, pemasaran kredit baru, dan pengembangan kredit baru seperti kartu kredit,dll.

Dalam menilai risiko inheren kredit, hal yang dinilai adalah

  • Komposisi portofolio aset dan konsentrasi kredit, semakin tinggi risiko inheren jika diikuti oleh kredit bank terkonsentrasi, agunan, dan pemasaran di sektor tertentu.
  • Kualitas kredit, kredit yang kurang memiliki cadangan akan menimbulkan risiko inheren kredit yang semakin tinggi.
  • Pertumbuhan kredit, yang risiko inherennya semakin tinggi ketika strategi pertumbuhan bank semakin agresif dan ekspor ke daerah yang resesi.
  • Faktor eksternal, yang pertumbuhan fasilitas kredit semakin meningkat dan risiko inheren semakin menurun ketika pertumbuhan ekonomi semakin meningkat.

Dalam pertumbuhan kredit, terdapat peringatan dini untuk mencegah semakin menularnya risiko tersebut, antara lain:

  • Peningkatan rasio baki yang tinggi pada baki debet kredit dibagi total aktiva dan dibagi dengan ekuitas;
  • Peningkatan tinggi pertumbuhan kredit pada segmen tertentu atau konsentrasi yang terlalu tinggi;
  • Peningkatan tinggi volume kredit baik yang baru atau diperpanjang;
  • Pertumbuhan yang meningkat yang tidak disertai dengan pengembangan manajemen risiko yang memadai;
  • Penurunan tingkat permodalan dan ketergantungan sumber dana jangka pendek serta mengandalkan pihak ketiga.

Peringatan tersebut selaras dengan peringatan perkembangan kredit bermasalah antara lain:

  • Kualitas kredit yang selaras dengan laporan keuangan yang memburuk serta NPL yang meningkat;
  • Rating profil risiko yang besar dan jumlah debitur yang perlu diawasi;
  • Outstanding kredit yang meningkat dan kategori kredit yang berada dalam waktu yang lama tanpa penyelesaian yang jelas.

Manajemen bank harus memahami dampak pertumbuhan kredit akan mempengaruhi eksposur risiko pada kategori seperti laba, produktif, modal, dan likuiditas. Pertumbuhan yang cepat akan mempengaruhi kesehatan bank sehingga diperlukan adanya manajemen risiko yang lebih diperketat termasuk monitor kualitas aktiva produktif yang mencerminkan kualitas portofolio kredit yang memiliki potensi kerugian bank dan manajemen dalam mengandalkan kualutas portofolio kredit. Ketika kualitas produktif baik akan dicerminkan dengan kualitaf manajemen pengawasan yang memadai sehingga dapat meminimalkan risiko itu sendiri.

Informasi tentang kualiutas kredit didapatkan dari laporan rating portofolio krefdit, laporan kewajiban kredit, laporan restrukturisasi, pemberian kelonggaran kewajiban kredit, dan laporan portofolio. Manajemen bank dapat mengidentifikasi dari beberapa laporan tersebut.Dari beberapa risiko, risiko kredit yang berpotensi besar dalam merugikan bank bahkan dapat menggangu aset bank itu sendiiri dan menurunkan modal bank yang rawan membuat bank menjadi insolven.

Permasalahan kredit dapat bersumber dari risiko inheren dan kualitas pengawasan, contohnya bank mengeluakan kebijakan kredit yang longgar, memberikan kredit yang melebihi aturan BI, dan konsengrasi dalam pemberian kredit. Oleh sebab itu, BI dan OJK terus melakukan pengawasan baik of site atau onsite. Manajemen bank yang baik akan memastikan proses pemberian kredit berjalan dengan baik dan patuh, menekankan praktek perbankan pruden. Memberikan imbal hasil yang sesuai, dan memberikan kredit yang tidak terkonsentrasi.

Selain kualitas aktiva, laporan rating kredit juga harus diperhatikan dengan melihat kecenderungan perubahan kualitas kredit sebagai evaluasi tentang kinerja kredit dan sebagai matriks kredit, contohnya rating AAA dengan nilai 94,5% dianggap sebagai kredit yang sehat. Selanjutnya, bank juga perlu memperhatikan aspek batasan dalam pemberian kredit yang dikena; dengan istilah Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) untuk mengurangi potensi kegagalan kredit dengan penerapan prinsip kehati-hatian. BI telah menentukan BMPK sebagai berikut:

  • Kepada pihak terkait 10% dari modal;
  • 1 debitur yang bukan pihak terkait sebesar 20% dari modal bank;
  • 1 grup yang bukan pihak terkait diberikan maksimal eksposur 25% dari modal bank.

Selanjutnya, dalam kriteria bank pengendali akan ditetapkan jika:

  • Bank memiliki 10% atau lebih atau beropsi memilki saham seesar 10% atau lebih pada bank atau perusahaan;
  • Berwenang menyetujui, mengangkat, dan memberhentikan anggota komisaris dan direksi;
  • Berkemampuan menentukan kewajiban operasional dan kebijakan keuangan bank;
  • Mengandalkan 1 atau lebih perusahaan secara keseluruhan memiliki 10% atau lebih saham bank atau perusahaan lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun