andrey ferriyan
andrey ferriyan Konsultan

Seorang penulis dan peneliti. Menyukai fiksi fantasi dan tulisan yang berkaitan dengan peradaban.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sosok Berkesan Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin

8 Januari 2016   20:01 Diperbarui: 9 Januari 2016   09:42 118 0 0

Tulisan ini merupakan sanggahan terhadap stasiun metrotv yang mencantumkan dalam slidenya bahwa Wahdah Islamiyah dan Ketuanya yakni Zaitun Rasmin masuk dalam bagian jaringan teroris di Indonesia. Tulisan ini sangat subjektif karena memang berasal dari pengalaman pribadi. Berikut ini adalah gambar slide yang berhasil dicapture

Berikut adalah pengalaman dan kesan saya terhadap beliau.

Pakaiannya yang sederhana dengan kopiah hitam agaknya tidak pernah terlepas ketika menghadiri majelis ilmu atau mengisi materi ataupun ketika bertemu dengan orang-orang penting. Dengan badan tinggi dan jalan yang tegap kemudian suara yang tegas dan lugas ketika mengisi akan tetapi materi-materi yang disampaikan sangat jauh dari kesan tuduhan stasiun televisi metrotv dengan tuduhan batil. Apalagi memimpin ormas Wahdah Islamiyah untuk menebar pemahaman terorisme. Jauh… sangat jauh… Jujur saya hampir putus asa dengan adanya persatuan umat Islam dulu dikarenakan masing-masing kelompok atau yang tidak berkelompok merasa paling benar tak peduli dengan membawa perkataan atau dalil masing-masing.

Akan tetapi dengan hadirnya ormas ini yang kemudian merangkul berbagai pihak baik dari kalangan ormas Islam lainnya dan juga berhubungan dengan pemerintah menjadikan kesan tersendiri dihati saya secara pribadi bahwa alhamdulillah ada salah satu bagian dari umat Islam yang berusaha dan bekerja untuk menyatukan elemen-elemen umat Islam lainnya. Tanpa mengesampingkan elemen-elemen lain yang juga turut andil dalam menyatukan umat Islam maka hadirnya beliau menjadi salah satu penyejuk dan alternatif bagi dakwah ahlu sunnah wal jamaah. Ibarat sebuah rumah maka beliau menjadi salah satu sendi-sendi yang berusaha menguatkan bangunan yang ada tanpa harus dilihat tanpa harus menjadi orang yang terkenal. Dan semuanya tentu paham bahwa menyatukan disini bukanlah menyatukan dibawah bendera ormas yang dipimpin olehnya, TIDAK !, karena apa yang dipahami oleh beliau dan ustadz-ustadz di Wahdah Islamiyah bahwa ormas adalah wasilah dan bukan tujuan. Adakah mungkin menyatukan umat Islam kemudian menjadikan seseorang adalah teroris ?.

Saya belum pernah melihat seorang ustadz yang tidurnya sangat sedikit dan kerja dakwahnya sangat kuat dibandingkan beliau. Beliau seperti mesin yang terus bergerak untuk terus menebar dakwah ini dari satu tempat ke tempat lainnya. Jujur yang membuat beliau berkesan bagi saya bisa jadi bukanlah karena pintarnya dalam beretorika atau dalil-dalil yang disampaikan namun karena keikhlasannya untuk mengajak orang dalam kebaikan.

Hal lain yang membuat saya sangat terkesan adalah suatu ketika beliau pernah mengisi sebuah acara yang sangat penting terkait dakwah. Kala itu anak-anak kami berseliweran di belakang beliau memutar kesana kemari. Namun beliau tetap mengisi materi dengan tenang dan santai tanpa terganggu sedikitpun. Saya dan yang lainnya yang mendengar menjadi tidak konsentrasi. Suatu ketika salah satu ornamen tersenggol anak-anak dan terjatuh dengan suara cukup keras. Saya terkejut dan khawatir beliau marah. Tahukah kalian apa tanggapan beliau ?. Beliau sama sekali tidak marah. Bahkan raut wajahnya tidak ada kesan dongkol sedikitpun. Pemberian materi berhenti sejenak beliau membantu si anak berdiri dan tersenyum dan menyampaikan agar berhati-hati. Beliau bahkan menasehati kami bahwa anak-anak kita adalah penerus-penerus dakwah maka biarkanlah ia bermain sementara kita mengikuti materi. Adakah kesan teroris ?. Jauh sekali… sangat jauh…

Maka melalui tulisan ringkas ini saya meminta stasiun televisi metrotv untuk meminta maaf di publik kepada Wahdah Islamiyah dan ustadz Muhammad Zaitun Rasmin secara khusus dan kepada umat Islam secara umum. Takutlah kalian dengan daging ulama yang beracun ketika engkau memfitnah dan menuduhnya dengan keji.

Al faqir ilallah
Andrey Ferriyan
27 Robiul awwal 1437 - 7 Januari 2016