Mohon tunggu...
Andre Satria
Andre Satria Mohon Tunggu... Pejuang Bidang Sosial - Penggemar Sepakbola Arsenal FC - Garuda di Dadaku

Orang biasa yang berfokus untuk mengimplementasi bidang sosial.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Langkah Stan Kroenke Sang Owner Selamatkan Arsenal dari Krisis dan (Akan) Kembalikan ke Jalur Juara

16 Juli 2020   11:40 Diperbarui: 17 Juli 2020   10:40 1079 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Langkah Stan Kroenke Sang Owner Selamatkan Arsenal dari Krisis dan (Akan) Kembalikan ke Jalur Juara
kompas.com

Bagi orang yang tidak menggemari klub sepak bola Arsenal, setelah membaca judul tulisan khususnya yang menekankan pada kata "juara" akan tertawa terbahak-bahak, menyinyir, bahkan dikatakan mimpi siang bolong. Tidak salah mengingat Arsenal selalu kalah bersaing di 3 kompetisi yang diikutinya pada periode kompetisi 2019/20. 

Di Liga Inggris, posisinya saat ini hanya berada di posisi ke 9. Dengan sisa 3 pertandingan setelah melewati 35 pertandingan, untuk mencapai 5 besar secara matematis sulit. 

Di Liga Eropa, sebuah lomba kelas dua yang mempertemukan klub-klub tingkat menengah di Eropa, Arsenal sudah terdepak setelah kalah dari Olympiakos. 

Kesempatan terakhir ada pada Piala FA, namun peluangnya kecil mempertimbangkan lawannya nanti adalah Manchester City di mana dalam beberapa pertemuan terakhir Arsenal tidak bisa mengalahkannya.

Namun bagi penggemar Arsenal yang mengikuti perkembangan klub tidak hanya tentang lapangan bolanya saja, harapan untuk Arsenal menjadi lebih baik masih ada karena sang pemilik, Stan Kroenke, tidak tinggal diam.

Masa Suram

Covid-19 merupakan mimpi buruk bagi sebagian besar perusahaan seluruh dunia, termasuk klub-klub sepakbola. Namun untuk Arsenal, Covid-19 ibarat sudah jatuh tertimpa tangga.  

Sebelum pandemi ini terjadi, sebetulnya Arsenal sedang dalam periode krisis seiring dengan terus menurunnya prestasi di lapangan sepakbola dan gonjang-ganjing Manajemen yang mengikuti.

Semua akar masalah bermula dari 4 tahun yang lalu, di mana untuk pertama kalinya dalam 16 tahun, Arsenal tidak masuk 4 besar. Seluruh penggemar Liga Inggris tahu jika sebuah klub sepak bola Inggris tidak mampu menempati 4 besar, kesempatan untuk mendapatkan pendapatan sangat besar melalui pembayaran hak siar televisi, hadiah dan sponsorship hilang seketika. 

Belum lagi hilang juga kesempatan untuk bermain di Liga Champions atau kompetisi antar juara dari negara-negara Eropa yang ikut melipatgandakan pendapatan klub.

Dua tahun awal masa suram menghantarkan manager yang paling legenda Arsenal, Arsene Wenger, harus menerima bahwa sudah waktu baginya untuk tidak melanjutkan masa 22 tahun kepemimpinannya di lapangan sepakbola. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x