Mohon tunggu...
Andre Lolong
Andre Lolong Mohon Tunggu... Car enthusiast

Husband of a caring wife, father of two, Life learner

Selanjutnya

Tutup

Balap Artikel Utama

Menyambut Balap Formula E di Jakarta 2020

9 Desember 2019   02:50 Diperbarui: 28 Desember 2019   16:18 345 4 0 Mohon Tunggu...
Menyambut Balap Formula E di Jakarta 2020
Berfoto dengan prototipe mobil balap Formula E Championship | dokumentasi pribadi

Para pecinta Motorsport terutama penyuka balapan single seater pasti sudah tidak sabar menanti tibanya perhelatan ajang Balapan mobil elektrik; Jakarta E-Prix Formula E Championship yang rencananya akan diadakan bulan Juni tahun 2020.

Indonesia dengan segala keanekaragaman budaya, kuliner dan kemegahan negaranya sebenarnya telah banyak kali dipercaya mengadakan perhelatan Balap bertaraf internasional.

Pada tahun 1994 s/d 1997 Sumatra Utara, Selatan dan Sulawesi Selatan menjadi salah tuan rumah untuk World Rally Championship (WRC). Colin McRae dan Carlos Sainz pernah mencicipi kemenangan manis di sana.

Tahun 1996-1997 Grand Prix 500, 250 dan 125 (MotoGP, Moto2 dan Moto3 kala itu) pernah diadakan di Sirkuit Sentul, Bogor. Mick Doohan, Max Biaggi dan Valentino Rossi juga pernah menyemprot Champagne di atas podium Sentul kala itu.

Salut buat Bapak Gubernur Anies Baswedan serta jajaran Pemkot DKI Jakarta yang sudah memuluskan jalan Bersama Federation Internationale de l' Automobile (FIA) sehingga Jakarta, Indonesia resmi masuk dalam kalender perhelatan Balap Formula-e di tahun 2020.

Sekitaran Monas dan sebagian jalan protokol di Jakarta Pusat akan menjadi Circuit untuk balap Formula-e di Jakarta. Detail nya akan bisa kita ketahui tidak lama lagi setelah perencanaannya rampung.

Seperti apa sih balap Formula-e? Apa bedanya dengan Balap Single Seater yang lain? Sebelum kita nonton rame-rame di Monas, yuk kupas sedikit tentang mobil dan balapannya.

Seperti yang kita ketahui bahwa cadangan minyak bumi semakin menipis. Semua pabrikan otomotif bersaing demi menciptakan mobil yang efektif, efisien dan ramah lingkungan.

Hybrid dan electric kini bukan barang baru lagi. Teknologinya terus berkembang pesat. Siapa yang tidak ingat ketika Toyota Prius mulai ramai dipakai oleh para keluarga muda di Amerika? Dan Tesla yang berakselerasi mengalahkan Lamborghini Aventador S? Mobil Formula pun perlu balapan dengan teknologi ini. Memperlihatkan khalayak bahwa kita sudah siap masuk ke era ini. The future is now.

Nama di belakang gagasan balapan Formula-e adalah insan motorsport yang tidak asing; Jean Todt (Presiden FIA, sebelumnya CEO Scuderia Ferrari, mengawali karier di dunia Motorsport sebagai pereli) sebagai penggagas, Alejandro Agag (politisi, businessman dari Spanyol) sebagai Marketer dengan bernegosiasi dengan para pihak Televisi dan sponsor; Antonio Tajani (Ketua parlemen Eropa, sebelumnya Commissioner Industry dan Transport) yang berkonsentrasi untuk pengembangan mobil electric nya dan Teo Teocoli (actor Italia).

Semangatnya adalah mengurangi emisi Karbon dioksida (CO2) dan campaign teknologi Hybrid dan electric pada mobil.

Banyak kesamaan dengan Formula 1 ataupun ajang Balapan lainnya; di Formula-e terdapat 11 Team dengan 2 pembalap dan mobil pada masing-masing Team. Mobil Formula yang digunakan menggunakan teknologi elektrik, single seater.

reddit.com
reddit.com
Tahun 2013 di Frankfurt Motor Show, diperkenalkanlah Spark-Renault SRT_01. Mobil balap elektrik yang dibangun sang pemenang tender; Spark Racing Technology dengan berkolaborasi dengan Renault. SRT_01 memulai debut di tahun 2014 hingga 2018.

Bertenaga 250 Horsepower (195kW), SRT_01 mampu berakselerasi mencapai 100 kph dalam waktu 3 detik dan mempunya kecepatan maksimal 225 kph.

dokpri
dokpri
Tahun 2019 Spark SRT05e (Gen 2) hasil kolaborasi Spark dengan Dallara Automobili (pembuat Chassis mobil balap dari Italy) resmi menggantikan pendahulunya.

SRT05e punya output hingga 250kW dan sanggup dipacu hingga 280 kph. Lebih bertenaga dan hemat energi. SRT05e memungkinkan mobil melaju hingga garis finish dan tidak perlu lagi diadakannya pergantian mobil di tengah balapan.

inews.id
inews.id
Salah satu daya Tarik Formula-e adalah Balapan menggunakan Sirkuit jalan raya dengan Panjang rata-rata 1.9 km hingga 3.4 km.

Perhelatan dimulai dengan sesi latihan di hari Kamis dan kualifikasi di hari Jumat sebelum Balapan hari Sabtu. Pada sesi kualifikasi yang berlangsung satu jam, seluruh 22 pembalap akan dibagi menjadi empat hingga enam group dan berusaha mencatat Lap time terbaik.

Enam pebalap dengan catatan waktu terbaik akan kembali diturunkan ke sirkuit satu demi satu untuk memperebutkan enam posisi terdepan pada balapan keesokan harinya.

Balapan memakan waktu 45 menit dengan satu lap tambahan. Pada tahun 2014 hingga 2018 para pembalap harus mengganti mobilnya dengan mobil lain yang sudah disediakan oleh Team, bila sudah berhasil membukukan quota minimum sekian lap.

Untuk tahun 2019 sudah tidak ada pergantian mobil karena SRT05e sanggup dipacu hingga finish.

Scoring sesuai standard yang ditentukan oleh FIA; Juara 1 mendapat 25 points, juara 2 mendapat 18 points, juara 3 dapat 15 points dan 12-10-8-6-4-2-1 points untuk urutan 4 hingga 10.

Peraih Pole Position akan mendapatkan tambahan 3 points, pencetak Fastest Lap akan mendapat tambahan 2 points (jika berhasil finish di urutan 1-10). Selanjutnya Championship untuk Driver ataupun Team akan menghitung keseluruhan point keseluruhan Serie dalam satu season (tahun).

Para Fans juga dapat berperan untuk memenangkan jagoan mereka dengan cara voting lewat social media, dimulai dari enam hari sebelum Event berlangsung hingga lima belas menit setelah Race berjalan. 

Lima pembalap dengan rating tertinggi akan mendapatkan power boost berupa extra waktu selama lima detik yang bisa dimanfaatkan pada Race paruh kedua.

Biar makin seru, tahun ini diperkenalkanlah "Attack Mode". Mirip-mirip dengan DRS di Balapan Formula 1. Attack mode adalah tambahan tenaga (Boost) sebanyak 25kW jika melewati area tertentu di sirkuit yang bukan racing line.

Durasi Boost dan jumlanya ditentukan oleh FIA pada saat balapan untuk menghindari Team membuat strategi pemakaian Boost.

Pabrikan mobil Renault, Audi, BMW, Mercedes-Benz, Nissan, Jaguar, Porsche dan lainnya turut ikut ambil bagian pada balapan mobil elektrik ini. Semuanya ingin memperlihatkan pengembangan mobil elektrik jagoannya; Mercedes-Benz EQ, Audi Tron, Jaguar i-Pace, BMWi dan masih banyak lagi.

euroncap.com
euroncap.com
motor1.com
motor1.com
autocar.co.uk
autocar.co.uk
Jean Eric Vergne, Sam Bird dan Daniel Abt cukup mendominasi Balapan selama beberapa tahun belakangan. Dan beberapa nama mantan F1 drivers juga ada disini; Filipe Massa, Nick Heidfeld dan Sebastien Buemi.

Dulu para pembalap Indonesia; Rio Haryanto sudah pernah membalap di Formula 1, Sean Gelael di Formula 2 dan masih on progress, Ananda Mikola sudah mencapai F3000 international dan A1.. Kita berharap agar dalam waktu yang tidak lama, aka nada pembalap kita yang juga bisa duduk di cockpit Formula-e.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN