Mohon tunggu...
andra yunakurnia
andra yunakurnia Mohon Tunggu... Mahasiswa - cuman seorang hamba

tidak menerima orang ruwet bosku

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pelatihan Belajar Anak Melalui Taman Pendidikan Alquran dan Madrasah

28 November 2021   12:35 Diperbarui: 28 November 2021   12:41 31
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Meningkatnya angka kasus covid-19 melatarbelakangi diterapkannya kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM. Saat PPKM diperketat dengan mengubah status PPKM Mikro menjadi PPKM Darurat. Seperti yang telah disampaikan Presiden Jokowi bahwa PPKM Darurat telah diberlakukan dari tanggal 03 Juli hingga 20 Juli 2021, namun masih terus diperpanjang sampai pertengahan bulan Desember  2021.

            Tujuan diberlakukannya PPKM Darurat tidak lain yaitu untuk menekan angka penularan Covid-19 di masyarakat dan menurunnya jumlah penularan Covid-19 di Jawa-Bali. PPKM darurat sangat mempengaruhi segala aktiviatas masyarakat diberbagai aspek. Misalnya kegiatan perkantoran melakukan Work From Home atau WFH serta kegiatan di tempat makan minum hanya diperbolehkan menerima layanan pesan antar (delevery) dan dibawa pulang (take-away).

            Selain dibidang ekonomi, penerapan PPKM darurat juga berdampak pada sistem pendidikan di Indonesia. Dalam PPKM kegiatan belajar mengajar memiliki ketentuan yaitu wilayah dengan kondisi zona merah maka proses KBM dilakukan secara daring dan zona lainnya diberlakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

            Oleh karena itu melalui pengabdian di masyarakat yaitu kegiatan Kuliah Kerja Nyata Reguler Angkatan 77 Dari Rumah, UIN Walisongo Semarang Tahun 2021 turut andil dalam pelatihan pembacaan Al-Quran pada anak-anak. Dalam pelatihan pembacaan Al-Quran ini membantu anak-anak TPQ dalam kegiatan belajar Al-Quran dimasa pandemi ini yang sempat terhambat.

            Selain membantu pelatihan anak-anak TPQ,  mahasiswa KKN juga ikut andil dalam kegiatan belajar nonformal seperti Madin (Madrasah Diniyah) di masa PPKM yang berlaku saat ini. pelaksanaan TPQ dan Madin dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Misalnya mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir sebelum melaksanakan kegiatan, dan mengenakan masker.

Di masa PPKM seperti sekarang pembelajaran di TPQ dan Madin harus menerapkan kebiasaan baru yaitu selalu mematuhi prokes dan juga harus menyediakan tempat cuci tangan, serta dapat mengatur tempat dan durasi pembelajaran antar murid.

Dapat kita ketahui sebelumnya bahwa PPKM yang masih terus berlaku saat ini membuat kegiatan belajar formal seperti pada Taman-Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar dilaksanakan secara daring di desa Karangtejo kecamatan Kedu . Dampaknya pun anak menjadi kurang memahami materi pembelajaran, terutama saat mereka mendapatkan tugas dari sekolah. Oleh sebab itu pengabdian di masyarakat melalui kegiatan KKN ini turut andil dalam mengikuti pendampingan dan pengajaran belajar anak-anak yang dilaksanakan di rumah masing-masing. Salah satu tujuannya yaitu tetap mendapingi anak-anak belajar dengan baik sehingga dapat memahami materi belajar.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun