Mohon tunggu...
Andi Harianto
Andi Harianto Mohon Tunggu...

Tinggal di Kota Kecil Bantaeng, 120 Kilometer, arah Selatan Kota Makassar. Setiap orang adalah guru ku dan setiap tempat adalah sekolahku Sebagian tentang saya, ada di http://bungarung.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Berlarilah Sebelum Engkau Dikejar

30 Agustus 2016   12:08 Diperbarui: 30 Agustus 2016   13:07 0 1 1 Mohon Tunggu...
Berlarilah Sebelum Engkau Dikejar
2016-08-12-20-34-51-57c513467993734743a7bf99.jpg

"Berlarilah sebelum engkau dikejar..." kalimat konyol ini terucap begitu saja saat kami asyik bergosip tentang diri kami di tempat kerja saat jedah dari tumpukan kertas. Kondisi kami kala itu, mungkin miriplah ketika Newton berteriak "Eurekha...!" sesaat setelah appel jatuh menimpa kepalanya, lahirlah teori gravitasi, benda jatuh ke bawah.

Konyol kan si Mr. Newton, adakah benda yang jatuh ke atas? Adakah Anda dikejar jika tidak berlari? Peduli amat, yang pasti Bantaeng Running terbentuk saat itu yang kemudian disepakati agar nama komunitas menggunakan bahasa ibu pertiwi kita saja "Komunitas Bantaeng Berlari" yang setelah tiga pekan diperdebatkan akhirnya didapatkan singkatan yang pas walau agak dipaksakan. KITA Berlari adalah singkatan nama komunitas kami.

Nama komunitas itu pun bagi saya tidaklah penting, bisa berubah kapan saja tanpa harus potong kambing. Berlari dalam kelompok seperti bebek adalah yang terpenting, sebab kebugaran harus dijaga demi hidup yang tak melulu harus memacu otak. Tubuh perlu digerakkan, pikiran butuh refresh agar hidup tak terlalu keropos digerus usia.

Bantaeng adalah nama kota kecil kami, sebuah kabupaten yang berjarak kurang lebih 120 km dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Tentu semua orang pasti bangga dengan tempat tinggal masing-masing, demikian halnya dengan kami. Kami mewujudkan cinta itu, salah satunya dengan berlari menelusuri semua lekuk jalan di kota kami. Ide ini kemudian teraplikasi dengan selalu berpindah lintasan berlari tiap minggunya.

20160826-165507-57c513f27993738f43a7bf98.jpg
20160826-165507-57c513f27993738f43a7bf98.jpg
Pada setiap jalur berlari, kami selalu memilih untuk memasuki lorong-lorong kecil yang dihuni banyak warga Bantaeng. Berbagai pengalaman ditemukan, termasuk menjumpai orang yang tersenyum dengan kita walau mungkin sebelumnya tak pernah sekali pun bertemu dalam hidup ini. Bahagia rasanya. Selain tersenyum, beberapa diantara mereka juga heran, pula ada yang kaget dikiranya ada tawuran.

Tiap Jumat sore, pukul 16.30, adalah waktu komunitas ini untuk berlari, siapa saja boleh bergabung tanpa perlu isi formulir pendaftaran. Anda hanya perlu sepatu dan kaos penyerap keringat, sebab tentu tak elok jika berlari tanpa baju. Juma’at sore, kami pilih untuk berlari bukan karena mitos hari keramat, tetapi karena hari itu adalah hari terakhir kami bertemu di kantor pada tiap pekannya.

Maksudnya sederhana, usai lelah membanting otak di depan komputer dan seabrek kertas kerja selama 5 hari tanpa keringat, diperlukan penyegaran untuk membasuh racun dalam tubuh dengan keringat. Bagi perokok seperti saya, keringat itu penting tidak melulu asap. Keringat yang selain berperan untuk membakar lemak, juga turut meluruhkan racun nikotin dalam tubuh.

Jurnal Archives of Environmental and Contamination Toxicology mengungkapkan bahwa banyak elemen racun yang ternyata keluar bersama keringat. Peningkatan aktivitas metabolik merangsang sistem kekebalan tubuh. Berlari dalam kelompok juga ternyata lebih baik daripada berlari sendirian, apalagi jika berlari kesetanan hanya karena dikejar anjing.

Tahun 2009, Jurnal Biology Lettersmenerbitkanhasilpenelitian yang menyebutkan bahwa saat orang berolahraga bersama-sama, tubuh melepaskan lebih banyak endorphin daripada ketika gerak badan seorang diri. Berlari bersama mempererat ikatan sosial serta akan memperlebar senyum di wajah Anda. Berlari bersama akan membuat Anda bahagia.

Awalnya, kelompok berlari ini hanya terdiri dari 12 orang saja, itu pun sudah dihitung 2 orang anak kecil yang turut serta, salah satunya putri bungsu saya yang masih duduk di Sekolah Dasar. Para pelari kami juga adalah teman-teman sekerja. Jum’at sore 5 Agustus 2016 kami mulai berlari.

Minggu berikutnya, pelari sudah mulai bertambah menjadi 27 orang setelah medsos turut berperan mengabarkannya. Terus bertambah lagi di Minggu ke 3 setelah kami memilih lintasan berlari di area wisata Pantai Seruni Bantaeng yang ramai dan lagi bersolek itu. Pada minggu ke 3, KITA Berlari sudah mencapai 38 peserta karena saya memanfaatkan strategi komunikasi bisik-bisik tetangga untuk mengajak berlari bersama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2