Mohon tunggu...
Andhika Wirakesuma S
Andhika Wirakesuma S Mohon Tunggu... Andhika

XI MIPA 4 SMAN 28 Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Izin Bolos Sekolah

1 Desember 2020   00:04 Diperbarui: 1 Desember 2020   00:13 54 1 0 Mohon Tunggu...

Minggu, adalah hari dimana kamu bisa bersantai sepanjang hari tanpa harus pergi ke sekolah dan mengikuti pelajaran yang membuat kepala pusing. Pada hari minggu ini Daren memutuskan untuk pergi ke kebun binatang dan menikmati hari liburnya untuk bersenang-senang bersama keluarga. Suasana yang begitu menyenangkan membuat Daren lupa waktu sehingga ia tak sadar ternyata hari sudah siang. 

Karena lapar ia dan keluarganya pergi ke restoran untuk makan siang. Lalu ia ke mall untuk menonton film di bioskop. Kebetulan hari itu ada film  anak yang cukup bagus dan pastinya mendidik. Liburan menyenangkan ini berlanjut hingga malam dan sesampainya di rumah ia langsung pergi ke kamar membaringkan tubuhnya yang sudah lelah namun bahagia.


Terdengar suara nyaring alarm dari meja belajar di kamar Daren. Ia pun bangkit mematikan alarm tersebut, namun bukannya pergi ke kamar mandi Daren justru melanjutkan tidurnya.

“Daren, bangun nak udah siang nanti kamu telat sekolah." panggil ibunya.

“Daren masih capek mah, hari ini gaada ulangan atau tugas yang harus dikumpulin kok." sahutnya.

“Ih sekolah itu buat masa depan kamu nanti kalo kamu ketinggalan pelajaran dan ga ngerti gimana?"

“Nanti Daren bisa tanya temen Daren kok mah, kali ini aja ya boleh?"

Geram dengan jawaban anak sematang wayangnya, ibu Daren kemudian membangunkan paksa anaknya dan membawanya ke luar rumah.

Tanpa turun dari mobil, ibu Daren menunjuk anak-anak yang sedang bermain dengan baju ala kadarnya dia sebuah panti. "Liat tuh mereka, udah gapunya orang tua buat biayain sekolah padahal mereka mau sekolah kayak anak-anak yang lainnya." Jelas ibu Daren.

 Lalu Daren diajak menyusuri jalan dan berhenti di sebuah persimpangan. Dari situ terlihat segerombolan anak dengan penampilan yang lusuh. Mereka sedang memainkan botol berisi beras sembari menyodorkan plastik bekas untuk meminta uang pada orang yang lewat.
Ya, anak-anak gelandangan tersebut harus bersusah payah demi mendapatkan uang untuk makan. Jangankan sekolah, untuk bisa makan saja mereka harus berjuang keras terlebih dahulu.

Di perjalanan pulang Daren pun melihat seorang anak dengan tongkat sedang berjalan kaki. Terlihat anak itu mengenakan seragam merah putih dan menggendong tas yang sudah terlihat usang. 

Ia mulai berfkir “betapa beruntungnya aku, hidup berkecukupan dan bisa menempuh pendidikan dengan enak. Fisik yang sempurna juga ku miliki tapi kenapa aku menyia-nyiakan kenikmatan ini.” Setelah dibeli pelajaran oleh ibunya, akhirnya Daren berangkat sekolah. Meskipun telat namun ia tetap semangat mengikuti pelajaran di sekolahnya.

VIDEO PILIHAN