Anaz Kia
Anaz Kia lainnya

Mantan TKW Malaysia| Blogger yang lagi belajar nulis | suka motret #Aspret | koordinator Blogger Hibah Sejuta Buku @HibahBuku |Berbagi buku menebar ilmu | Acer Srikandi Favorit 2013 |\r\nNomaden | suka misuh di anazkia.com

Selanjutnya

Tutup

Media headline

Akankah Kompasiana Terkena Dampak SOPA dan PIPA?

16 Januari 2012   14:13 Diperbarui: 25 Juni 2015   20:49 1052 10 0
Akankah Kompasiana Terkena Dampak SOPA dan PIPA?
132672999362236720

[caption id="attachment_164143" align="aligncenter" width="500" caption="Ilustrasi/Admin (Shutterstock)"][/caption]

"Selamatkan Multiply-mu, Facebook-mu, Youtube-mu, Twitter-mu, dan rumah maya-mu lainnya...!"

Itulah sepenggal kalimat yang saya baca pagi tadi. Sepenggal kalimat itu adalah pembuka, akan penjelasan panjang lebar tentang isu SOPA dan PIPA yang akhir-akhir ini mulai mencuat di dunia maya, khususnya di sebuah social network di mana saya sebagai membernya. Sang admin, yang bermukim di Amerika  yang notabene orang Amerika sendiri juga memberikan himbauan kepada para usernya untuk mendukung melakukan petisi menolak tentang RUU SOPA dan PIPA ini, dengan mengirimkan e-mail.

Saat ini perseteruan panas terjadi antara mereka yang bergerak di industri musik, film dan teknologi cyber di Amerika Serikat (AS). Penyebab utama adalah paket RUU Anti Pembajakan yang tengah digodok dalam Kongres AS (Demokrat dan Republik). Tak lama lagi, bisa jadi internet di AS akan menyerupai Cina dan Iran yang menerapkan tembok masif sensor. Dalam paket RUU itu terdapat SOPA (Stop Online Piracy Act) dan PIPA (Protec IP Act) yang mengatur penanganan pembajakan hak kekayaan intelektual di dunia maya.

Kasus online piracy memang telah menjadi bagian sehari-hari di internet. Mengapa ini bisa terjadi? Ini dikarenakan oleh sifat dari data digital yang sangat mudah dan cepat untuk digandakan.  Di AS sendiri, banyak perusahaan media hiburan & software seperti Hollywood, Microsoft, Assosiasi Rekaman Musik Amerika yang selalu mencari cara untuk menghentikan pembajakan online ini.  Tentunya, ini adalah reaksi yang wajar, karena semua orang tidak mau jika hasil kerja keras mereka dapat dicuri oleh orang lain dan digunakan secara gratis.

Sejak beberapa hari lalu, saya sudah membaca tentang isu SOPA dan PIPA ini, tapi saya pribadi kurang memahami tentang artikel-artikel berkaitan. Secara pribadi, awalnya saya justru merasa "senang" dengan RUU ini. Tapi setelah kembali membaca dan meneliti apa dan bagaimana isinya, membuat saya kembali berpikir ulang, mengutip kembali kalimat-kalimat yang dituliskan oleh sahabat saya,

[Q #1]: Apa yang dimaksud dengan SOPA (Stop Online Privacy Act) dan PIPA (Protect IP Act) ?

SOPA dan PIPA adalah undang-undang yang diajukan tahun lalu oleh senator dan pejabat tinggi AS dengan tujuan untuk melindungi hak cipta materi internet seperti video, musik, software dan semua barang digital dari pembajakan. SOPA dan PIPA mengatur bagaimana dunia maya seharusnya menurut mereka, dan tentunya penggunanya. Namun, undang-undang ini tidak sesederhana itu, banyak hal dari undang-undang ini akan mengubah cara kerja internet saat ini.

[Q #2]: Apa yang menjadi dasar perintah utama undang-undang SOPA dan PIPA ini ?

a. Pemerintah AS dan organisasi perusahaan pemilik hak cipta dapat meminta penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir akses ke situs web yang dianggap sebagai penyedia tempat pelanggaran hak cipta. Teknisnya, yaitu memerintahkan ISP untuk mengubah server DNS mereka (baca: mem-block) dari membaca nama domain suatu situs di negara luar AS yang menyimpan konten ilegal seperti video, lagu, atau photo / gambar.

b. Pemerintah AS dan organisasi perusahaan pemilik hak cipta dapat mengambil tindakan hukum untuk menggugat mesin pencari, situs blog, direktori, atau situs secara umum yang memiliki situs-situs blacklist untuk dihapus dari situs web mereka. Teknisnya, yaitu memerintahkan situs pencari seperti Google atau lainnya untuk mengubah query pencariannya dengan mengecualikan situs yang menyimpan konten ilegal. Jadi, jika Anda mencari di situs pencari, situs ini tidak akan ditemukan.

Prakteknya mirip dengan di Cina. Bila ada netter mengetik 'Tibet' atau 'Tianamen' di negeri tirai bambu itu dipastikan tak ditemukan hasil pencarian di Google. Begitu pula yang terjadi bila RUU disahkan di AS. Pengguna internet yang mengetik 'Iwan Yuliyanto download gratis' misal, bakal kecewa karena tiada hasil yang didapat, meskipun berkali - kali mencarinya.

c. Jaksa Agung AS dapat membawa kasus ke pengadilan yang akan memaksa mesin pencari, pengiklan, penyedia DNS, server, dan prosesor pembayaran dari memiliki kontak apapun dengan situs yang diduga melanggar. Teknisnya, yaitu memerintahkan layanan iklan seperti Google Adsense untuk menolak iklan atau pembayaran dari situs luar AS yang menyimpan konten ilegal.

d. Prosesor pembayaran dapat memutuskan hubungan kerjasama dengan situs, bila mereka memberikan alasan kuat bahwa situs tersebut melanggar hak cipta. Teknisnya, yaitu memerintahkan layanan pembayaran online seperti Amazon, dsb untuk mematikan akun dari situs luar AS yang menyimpan konten ilegal.

e. RUU juga berpotensi memberi ancaman lebih dari itu karena definisi situs pembajak yang diusung SOPA dianggap terlalu luas. SOPA tak hanya mengancam situs-situs underground yang menyediakan lagu atau film gratis, namun juga situs yang dianggap dan dicurigai 'mempermudah atau memfasilitasi' materi bajakan bisa ikut disikat.

Contoh sederhananya, seorang kompasianer menonton konser idolanya. Kemudian, kompasianer menguploadnya di youtube dan kembali diunggah di komapsiana tanpa izin distributor atau pemegang hak cipta. Maka, menurut RUU tersebut kompasiana dan youtube dianggap memfasilitasi pelanggaran hak cipta. Konsekuensinya, kompasiana dan youtube diblock, kemudian penguggah dipidanakan. Nah, karena perbuatan satu orang pengunggah, maka tak mustahil kesemua dari halaman komapsiana dimatikan, akibat dari satu halaman yang mengandungi unsur pelanggaran hak cipta tadi.

Selain beberapa point yang saya tuliskan di atas mengutip postingan sahabat, tentu saja masih banyak dampak-dampak buruk andaikan RUU ini betul-betul disahkan. Lantas adakah ini berpengaruh kepada bangsa Indonesia? Dan masih menurut teman saya, jelas itu berpengaruh ke seluruh dunia, termasuklah Indonesia. Di mana ketika salah satu dari pengguna Indonesia menggunakan server-server dan hosting dari Amerika akan terkena jurdikasi hukum di sana (tepok jidat, saya pakai domain goddady yang bermukim di Amerikah :( hiks

Bengong, ah bacanya. Berarti, bukan tidak mungkin saat saya mengupload video unggahan dari youtube maupun mengambil gambar seenaknya dari google kemudian diposting di komapsiana, mendadak ada sidak dari AS dan saya melanggar SOPA dan PIPA tadi, maka komapsiana akan terkena dampak RUU ini.

Buat teman-teman yang ingin berpartisipasi menolak RUU ini, mari bergandeng e-mail mengirimkan petisi di beberapa alamat ini,

https://americancensorship.org Caranya: isi email dibawah tulisan “NOT IN THE US? PETITION THE STATE DEPARTMENT” lalu tekan tombol SIGN THE PETITION. ... atau ... https://www.avaaz.org/en/save_the_internet/ Caranya: isi email, nama, serta kode pos pada kolom sisi kanan, lalu tekan tombol SEND. ... atau ... https://sopastrike.com On Jan 18th, sites will go dark to protest the internet censorship bills.

Bila perlu, silakan sebarkan informasi ini untuk menyelamatkan kampung MULTIPLY ini.

Partisipasi pengisian hanya sampai batas UU mau ditetapkan pada 24 Januari 2012 ini.

Habis baca postingan penuhnya di postingan sahabat, saya malah mumet sendiri. Mendadak ingin menyelamatkan harta di dunia maya .

13267231252139691867
13267231252139691867