A. Reza B.
A. Reza B.

Menulis adalah menyampaikan pesan positif kepada pembaca

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

7 Strategi Ini Bisa Bikin Penulis Pemula Menerbitkan Bukunya

9 Juni 2018   08:56 Diperbarui: 9 Juni 2018   20:13 2627 12 2
7 Strategi Ini Bisa Bikin Penulis Pemula Menerbitkan Bukunya
writingcooperative.com

Bagi seorang penulis pemula hal yang paling membahagiakan adalah naskah tulisannya diterbitkan oleh penerbit, baik penerbit minor ataupun mayor. Namun kenyataannya, tidak semua penerbit berani menerbitkan karya seorang penulis pemula. Apalagi bila penulis pemula itu belum memiliki 'nama' atau teruji kualitas tulisannya.

Meski begitu, buat kamu penulis pemula tidak perlu berkecil hati dan galau karena naskah karyanya ditolak oleh penerbit.

Lalu, hal apa yang sebaiknya dilakukan oleh penulis pemula agar tulisannya diterbitkan oleh penerbit mayor ataupun minor?

Hakikatnya, naskah karya penulis pemula yang ditolak itu belum tentu tidak bagus atau tidak menjual dipasaran. Hanya saja seorang penulis pemula perlu memiliki strategi agar naskahnya bisa diterbitkan.

Alhamdulillah, saya seorang penulis pemula berhasil menerbitkan skripsi saya menjadi buku di sebuah penerbit.

Berdasar pengalaman saya ini, berikut 7 strategi menerbitkan naskah di penerbit mayor maupun minor:

1. Buatlah Judul dengan Menarik dan Berbagai Pilihan

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah membuat judul bukumu lebih dari 1 pilihan dan usahakan judulnya menarik. Pada saat itu, saya memberikan 3 judul untuk naskah buku saya sebagai berikut:

a. Membaca Ulang Politik Jawa dalam Pena Pramoedya Ananta Toer
b. Pramoedya Ananta Toer, Politik, & Sastra: Kajian Politik Jawa dalam Novel Arok Dedes dan Arus Balik
c. Politik Jawa dalam Pandangan Pramoedya Ananta Toer

2. Sinopsis Naskah Buku

Buatlah sinopsis naskah bukumu yang yang intinya menyampaikan pesan yang positif yang didapatkan oleh para pembaca setelah membaca bukumu. Adapun sinopsis naskah buku saya ketika diberikan ke penerbit sebagai berikut.

Karya-karya Pram yang membuat saya tertarik karena dapat menambah pengetahuan mengenai politik adalah novel Arok Dedes dan Arus Balik. Novel ini merupakan novel tetralogi yang terdiri atas Arok Dedes, Arus Balik, Mangir dan Mata Pusaran.

Keempat novel tersebut memiliki keterkaitan terutama penggambaran tentang sejarah yang berhubungan dengan politik, tetapi ditulis dalam bahasa ringan dan sedikit kritik melalui sastra.

Hanya saja karena kondisi dan situasi pada zamannya maka novel Mata Pusaran tidak memungkinkan diterbitkan.

Novel Arok Dedes dan Arus Balik berada di zaman yang berbeda. Novel Arok Dedes terjadi di masa kejayaan Kerajaan Hindu-Buddha, sedangkan novel Arus Balik berada di akhir kejayaan Majapahit dan mulai meluasnya praktik Islamisasi di Indonesia.

Walaupun kedua novel tersebut berbeda zaman, tetapi masih terdapat keterkaitan dalam hal merebut, mempertahankan, dan mengamankan kekuasaan.

Naskah buku ini mendeskripsikan konsep politik Jawa dalam pandangan Pram dan pesan yang ingin disampaikan kepada para pembaca yang dianalisis dari novel Arok Dedes dan Arus Balik.

Adapun relevansi politik Jawa dalam pandangan Pram, jika dikaitkan dengan konteks kontemporer politik di Indonesia di masa Orde Baru sampai Orde Reformasi masih sangat relevan.

Hal itu terlihat dari adanya kemiripan dalam merebut, mendapatkan, dan mempertahankan kekuasaan antara tokoh Ken Arok dalam novel Arok Dedes dengan cara Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke-2.

Selain itu, ada kemiripan antara tokoh Wiranggaleng dalam novel Arus dengan cara Gus Dur menjadi Presiden Republik Indonesia ke-4.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3