Mohon tunggu...
Anan Alkarawangi
Anan Alkarawangi Mohon Tunggu... Jurnalis Warga
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Duta Pasundan Di Bumi Majapahit

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pabung Kodim 0815 Bekali Materi Kebhinekaan pada Pembinaan Jaring Teritorial

20 April 2018   15:49 Diperbarui: 20 April 2018   15:58 0 0 0 Mohon Tunggu...
Pabung Kodim 0815 Bekali Materi Kebhinekaan pada Pembinaan Jaring Teritorial
(Dok. Pribadi)

MOJOKERTO.    Perwira Penghubung Kodim 0815 Mojokerto, Mayor Arm Imam Duhri, menjadi pemateri pada kegiatan Pembinaan Peta Jarak Jaring Teritorial Semester I TA. 2018, yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kodim 0815 Jalan Majapahit Nomor 1 Kota Mojokerto, Kamis (19/04/2018).  

Dalam materi berjudul Ke-Bhinneka-an Nasional, Pabung memaparkan tentang sejarah Indonesia yang dimulai dari Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda sampai dengan Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

Masih Papar Pabung, semangat Ke-Bhineka Tunggal Ika-an, di era perjuangan dimunculkan pada Sumpah Pemuda sebagai tonggak sejarah perjuangan nasional, di mana para pemuda dari berbagai suku bangsa dari nusantara bertekad untuk mempersatukan diri dalam bentuk pengakuan akan tumpah darah/tanah air, bangsa dan bahasa yang satu yakni "INDONESIA" yang dikenal dengan "Sumpah Pemuda".  

Dijelaskan pabung, setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, Negara kita memiliki Konstitusi Negara yang dikenal dengan UUD 1945,  Dasar Negara Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa Indonesia (way of life).  Kemudian dalam perjalanan sejarahnya kita mengenal Wawasan Nusantara yaitu cara pandang dan sikap Bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan geografinya yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

"Wawasan Nusantara ini, dalam pelaksanaannya mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai ke-bhinneka-an untuk mencapai tujuan nasional", jelasnya.  

Berkaitan dengan Ke-Bhinneka-an Nasional, yang terdiri dari mata pencaharian, ras, suku bangsa, budaya, agama, dan lain-lain, di samping sebagai sumber kekayaan nasional juga merupakan potensi ancaman.

Untuk itu, diperlukan persatuan dalam keberagaman yang harus dipahami oleh setiap warga masyarakat/bangsa agar dapat mewujudkan kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang, pergaulan antar sesama yang lebih akrab, agar perbedaan yang ada tidak menjadi sumber masalah sehingga pembangunan berjalan lancar dan berkesinambungan.

Kondisi saat ini, nilai-nilai ke-bhinnekaan sudah melemah, indikatornya diantaranya berkurangnya respon terhadap lagu kebangsaan, minimnya pendidikan kewarganegaraan, adanya kasus SARA, dann timbulnya gejala-gejala intoleransi seperti, tawuran antar pelajar antar sekolah, tawuran warga antar kampung, dan lain-lain.

Hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut dan berkepanjangan serta diperlukan solusi untuk mengatasinya. Ada beberapa solusi untuk mengatasi kondisi tersebut, yaitu pertama, melalui perlunya literasi media khususnya bagaimana menggunakan media sosial secara bijaksana, kedua, saat ini pentingnya mengembalikan pendidikan moral baik  informal/formal, karena keberagamaan, toleransi dan saling menghormati dapat tumbuh diawali dari pendidikan terbawah informal yaitu dari keluarga. 

Dan tak kalah pentingnya, ketiga, mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) harus ikut memikirkan kondisi nasional, jika tidak maka bersiaplah menjadi mahasiswa korban industrial pendidikan yang tidak mampu mengimplementasikan dharma pendidikan.

Di akhir materinya, Pabung mengajak untuk menjalin kerukunan, wujudkan perdamaian abadi, ciptakan persatuan dan kesatuan demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh warga masyarakat dan komponen bangsa, dengan demikian Ke-Bhinnekaan Nasional, memiliki manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2