Mohon tunggu...
Khairul Anam
Khairul Anam Mohon Tunggu... Pembelajar

Harapan adalah mimpi dari seorang yang terjaga.

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Pilkada Serentak 2020 dan Stabilitas Nasional

5 Februari 2020   10:18 Diperbarui: 5 Februari 2020   10:21 55 0 0 Mohon Tunggu...

Pilkada Serentak 2020 tidak lama akan dihelat. Atmosfir rivalitas antara kekuatan politik sudah gegap gempita menyambut datangnya pesta rakyat sebagai salah satu negara penganut sistem demokrasi terbesar di dunia. Segala teknik dan strategi menjual pesona kandidat sekaligus menganjal lawan terpapar dalam bentuk halus dan kasar.

Demokrasi elektoral (Gun Gun : 2011) mewujudkan dalam pasar pertaruhan masa depan Indonesia yang disesaki ragam kepentingan elite untuk merebut kuasa, sebagai pembuktian bahwa dirinya sudah mahir/cakap dalam dunia persilatan politik nasional.

Hajatan lima tahunan negara ini tidak boleh ada yang merecoki. Segala upaya harus dilakukan sebagai suskesi dan menjaga marwah Indonesia di mata dunia, sebagai negara yang berhasil selenggarakan pemilihan langsung melalui mekanisme one man one vote.

Tak jarang untuk menaikkan legitimasi diri seorang konteskan membuat jagat perpolitikan Indonesia gaduh ulah segelintir orang karena ketidakdewasaan dalam berpolitik. Bahkan konflik horizontal (antar kelompok pendukung partai) pernah meletup di tengah dinamika politik yang melanda DKI Jakarta (2017) hingga ke nuansa SARA.

Di sinilah kiprah sinergitas TNI-Polri diuji bisa atau tidaknya dalam mengamankan Pilkada Serentak yang kondusif dan berjalan tertib saat pelaksanaannya dihelat nanti.

Langkah elite TNI-Polri dalam mengawal dan mensukseskan pesta rakyat ini tercermin saat pelaksanaan Rapat Pimpinan (Rapim) 2020 bertajuk "Dilandasi Profesionalitas, Soliditas, dan Sinergisitas, TNI-Polri Siap Mengamankan Pilkada Serentak Tahun 2020 serta Mengawal Pembangunan Nasional dalam Rangka Menuju Indonesia Maju" bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Sebagai orang nomor satu di tubuh TNI, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto bersama dengan jajaran TNI-Polri melakukan upaya pencegahan dinamika fenomena global, seperti ancaman terhadap stabilitas domistik.

TNI-Polri menjadi instrumen peneduh, dan suksesor Pilkada Serentak, mengingat dua institusi besar ini tidak terlibat dalam politik praktis atau dengan kata lain netralitas menjadi harga mati.

Kinerja positif TNI di bawah komando Hadi Tjahjanto dalam mengamankan perhelatan atmosfir semacam ini sudah teruji, dimana saat Pilpres 2019 menjadi Pemilu paling sulit di dunia karena dilakukan secara serentak dapat dijalankan secara baik dan minim konflik.

Kami yakin, citra TNI bak kasturi yang selalu mewangi di tengah khalayak umum, karena dinahkodai sosok yang mumpuni, penjaga stabilitas ulung sekelas Hadi Tjahjanto.

VIDEO PILIHAN