Lihat ke Halaman Asli

Dr. Yupiter Gulo

TERVERIFIKASI

Dosen, peneliti, instruktur dan penulis

Mungkinkah Prabowo "Slips of the Tongue" atau "Jet Lag" di Cikeas

Diperbarui: 4 Juni 2019   14:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok: www.suara.com

Prabowo Mohon Maaf

Kedatangan Prabowo ke rumah duka Sby Cikeas pada Senin sore 3 Juni 2019 untuk berbelangsukawa atas meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono pada Sabtu 1 Juni 2019 dan dikebumikan Minggu 2 Juni 2019 menjadi viral beberapa saat setelah Capres 02 ini meninggalkan rumah Sby.

Video konferensi pers yang dilakukan oleh Prabowo yang berdurasi sekitar 1 menit saja beredar luas di kalangan sosial media dan media daring. Karena diikuti oleh konferensi pers yang juga dilakukan Sby setelah Prabowo meninggalkan Cikeas.

Pancingan pertanyaan para jurnalis mendorong Prabowo untuk menjelaskan bagaimana kedekatannya dengan keluarga Sby, dan bahkan juga dukungan politik Ibu Ani Yudhoyono kepada Prabowo dalam Pilpres 2014 dan 2019. Kendati Sby sudah memohon kepada jurnalis untuk tidak memberitakan pernyataan Prabowo itu, tetapi ternyata tetap juga disebarluaskan.

Secara pribadi saya sendiri berpendapat bahwa pernyataan Capres 02 sangat tidak elok didengar, bahkan hati ini menjadi sangat terganggu dengan sangat gamblang Prabowo menjelaskan di depan para wartawan saat itu.

Mengapa? Karena proses kepergian Ibu Ani Yudhoyono sejak dari Singapore hingga proses pemakaman di TMP Kalibata merupakan kedukaan yang mendalam tetapi juga membawa kesejukan dan kedamaian di tengah hati sanubari dan spiritual warga Indonesia. Bahkan seakan-akan bumi negeri ini dinaungi oleh suasana duka tetapi damai. Nyaris disana tidak ada suasana politik yang selama berbulan-bulan masyarakat berada dalam ketegangan yang luar biasa.

Di tempat pemakaman yang menjadi puncak kesejukan dan kedamaian ditangkap oleh publik ada pemulihan negeri ini dari keretakan sosial politik yang mendera dengan aksi 22 Mei 2109 yang lalu. Bahkan di klimakskan oleh momen bersejarah ketika Sby dan Megawati saling bersalaman sambil bertatap penuh senyum dan ketulusan yang menjadi indikasi adanya pemulihan sosial politik.

Harusnya situasi ini akan terus bergulir dan mengalir menjadi virus kedamaian dan kesejukan di tengah-tengah publik yang masih akan terus mengawal proses penyelesaian sengketa hasil Pilpres dan Pileg 2019 di MK.

Tetapi, pernyataan Prabowo yang diungkapkan hanya dalam hitungan beberapa detik saja, membuat suasana klimaks proses kepergiaan Ibu Ani Yudhoyono ini menjadi berbeda kini.

Kendati Pak Sby sudah memohon agar jangan di wartakan tentang statement Prabowo itu, tetapi malah menjadi meningkatnya tensi rasa ingin tahu publik tentang kedatangan Prabowo di rumah duka alm Ibu Ani Yudhoyono.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline