Lihat ke Halaman Asli

Abdul Adzim Irsad

Mengajar di Universitas Negeri Malang

Jurusan Bahasa Arab Universitas Mendunia

Diperbarui: 12 Juli 2018   10:50

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto Arsip Kegiatan

Malang bisa dikatakan kota pendidikan dan santri di Nusantara. Banyaknya pesantren, serta lembaga pendidikan, baik berbasis agama atau umum membuat kota Malang semakin seksi di mata penuntut ilmu. 

Pendidikan berbasis Al-Quran, hadis, bahasa Arab semua ada di kota Malang ini. Jadi, santri Malang itu sudah pasti mengerti agama, bisa membaca Al-Quran, dan juga bisa berbincang bahasa Arab, walaupun tidak seperti wong Arab.

Nah, kali ini akan membincangkan pendidikan bahasa Arab. Berkali-kali, Malang menjadi tujuan orang Arab, baik untuk wisata kuliner, belanja, maupun wisata pendidikan. Tidak sedikit orang Arab bermukim di Kota Malang, dengan tujuan menikmati suhunya yang dingin, warganya yang ramah, serta kulinernya yang lezat nan nikmat. Dan yang tidak kalah pentingnya, orang Arab yang ke Malang pasti wisata ria di destinasi wisata kota Malang.

Pada liburan kali ini, saya kedatangan tamu orang Indonesia yang bermukim di Makkah selama hampir 25 tahun. mereka sangat tertarik dan menikmati pesona kota Malamg dan berniat menyekolahkan putra-putranya di kampus Malang. 

Saya-pun mengatakan "kalau bisa, kta harus bisa membuat poros baru "Makkah to Malang". Jadi, suatu saat nanti, orang Malang akan mudah ke Makkah semudah ke Surabaya. Sedangkan orang Makkah-pun juga akan mudah ke Malang.

Pada bulan juli 2018, Malang kedatangan tamu penting, dan luar biasa terkait langsung dengan  bahasa Al-Quran, dialah "Doktor Abdullah Saleh Alwashmi sekjen Markaz Malik Abdullah bin Abdul Aziz Riyad KSA. Dia tidak sendirian lho, tetapi ditemani empat rekannya, yaitu Dr. Prof. Dr. Abdul Karim (WAMI), Dr. Muhammad Alluwaimy, Dr. Khalid, Dr. Badr Nashir. Mereka termasuk para penjaga bahasa Arab di lembaga miliki Raja Abdullah Ibn Abdul Aziz Arab Saudi.

Foto Arsip Kegiatan

Kedatangan mereka bukan wisata, tetapi membangun dan mengembangkan bahasa Al-Quran di kota bungga Malang (Makobu) dan kota Pendidikan. Kedatangan mereka bukan atas inisitif sendiri, tetapi karena permintaan dari Universitas Negeri Malang. Ini tidak lepas dari peran Prof.Nurul Murtadlo dan juga Prof. Imam Asrori di dalam menjaga bahasa Al-Quran.

Ketika mereka melihat kampus UM, mungkin biasa-biasa saja, sebagaimana kampus pada umumnya. Yang menarik dari UM adalah, adanya "Jurusan Bahasa Arab". Dimana jurusan bahasa Arab ini sering dikatakan "Jurusan bahasa surga". Karena memang ada keterangan hadis yang menjelaskan bahwa bahasa surga adalah bahasa Arab.

Rupanya, ada sebuah organisasi yang secara khusus menangani bahasa surga di Malang, dan organisasi disebut dengan "IMLA"yang di singkat dengan "Ittihad Mudarris Lughoh Al-Arabiyah". Tokoh perintisnya adalah dosen-dosen bahasa Arab Universitas Negeri Malang, seperti; Ustadz Ahmad Fuad Effendi, Prof. Muhaiban.

Sementara ketua IMLA, termasuk Begawan bahasa Arab  yaitu Prof. Dr. Imam Asrori yang juga dosen bahasa Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Kemudian dibantu beberapa tokoh pencinta dan pengembang bahasa surga, seperti; Prof. Dr. Nurul Murtadha , Dr. Wildana Wargadinata (Sekjen), Dr. Hanik Mahliatussikah dan Dr. Mamluatul Hasanah (Amin Sunduq), Ustadz Mohammad Ahsanuddin dan Ustdz Ahmad Makki Hasan (Sekretaris), Dr. Uril Bahruddin (Bid.Ta'aun), Dr. Halimi Zuhdy(Koord. Nasyr Majallah) dan usatdz Moch Wahib Dariyadi. Jadi, mereka kompak dengan semangat tinggi, professional serta ihlas menjaga dan mengembangkan bahasa surga. Dalam bahasa ibadahnya "menjaga bahasa Arab itu ibadah, karena bahasa Arab itu bahas surga dan bahasa Rosulullah SAW".

Markaz Al-Malik Abdullah bin Abdul Aziz ad-Dauli li Khidmati al-Lughah al-Arabiyyah Riyadh sangat serisu di dalam berkhidmah pada bahasa Al-Quran ini. Mereka keliling dunia, termasuk di Malang hanya untuk berkhidmah terhadap bahasa Arab.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline