Lihat ke Halaman Asli

Mauraqsha

Staff Biasa di Aviasi.com

Menangkap Potensi Bisnis Kapal Wisata di Mandalika

Diperbarui: 23 November 2021   20:50

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto : Dok Pribadi

Sirkuit Pertamina Mandalika sudah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia dan telah siap menjadi penyelenggara balap motor berkelas dunia.

Keberadaan sirkuit ini jelas akan membawa dampak positif di bidang ekonomi utamanya pada masyarakat sekitar tak terkecuali dari potensi pariwisata.

Mulai dari penyediaan akomodasi, restoran, caf, toko cinderamata hingga transportasi yang menjadi pelengkap dan pendukung dari sirkuit tidak saja tersedia untuk para peserta balap, officials dan pihak pihak yang berhubungan dengan kegiatan balap tapi juga para penggemar balap motor yang ingin menyaksikan langsung.

Infrastruktur seperti jalan menuju ke Mandalika dari pusat kota Mataram memang sudah dibangun sesuai dengan antisipasi keadaan yang akan terjadi saat balapan diadakan akan tetapi bisa saja terjadi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi disaat antusias masyarakat bercampur dengan antusias penggemar balap motor sehingga kepadatan jalan hingga ketersediaan akomodasi bisa mencapai titik puncak kapasitasnya.

Salah satu akses menuju ke Mandalika dari pusat kota Mataram atau Bandara adalah melalui laut dengan menggunakan kapal akan tetapi sepertinya pelayanan kapal wisata dari Utara ke Selatan di Lombok belumlah tersedia banyak.

Kapal wisata yang penulis maksud disini adalah kapal yang dapat memberikan sensasi berlayar serta dengan konsep liveaboarding atau menginap di kapal dengan tersedianya kabin-kabin dengan desain serta fasilitas seperti pada hotel-hotel berkelas pada umumnya.

Kapal layar berjenis Catamaran dan Kapal Layar Motor (KLM) Pinisi adalah contoh kapal yang dapat memberikan layanan tersebut dan saat tingkat ketersediaan transportasi dan akomodasi di Mandalika mencapai puncaknya, kapal-kapal ini bisa menjadi pilihan utama pada kondisi tersebut.

Kapal Pinisi adalah kapal yang terbuat dari kayu dengan memiliki dua tiang atau mast.

Memiliki dan mengoperasikan kapal wisata dengan konsep liveaboarding memang membutuhkan modal yang tidak sedikit, sebagai contoh kapal Catamaran bisa memiliki price tag ratusan juta mendekati milyar Rupiah bila memasukan biaya masuk atau impor barang.

Sedangkan untuk kapal layar motor pinisi bisa didapat dengan dua cara yaitu dengan membeli secondhand atau membangunnya yang pasti akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, untuk harga secondhand bisa berkisar antar Rp.5-12 milyar sedangkan membangun bisa mencapai hingga Rp. 15-20 milyar tergantung desain dan jumlah kabin yang kita inginkan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline