Lihat ke Halaman Asli

Teguh Ari Prianto

TERVERIFIKASI

-

Spirit Budaya dalam Kemaritiman Nusantara

Diperbarui: 16 November 2022   19:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Maritim Nusantara. Photo: https://www.kompas.com/

Kehidupan masyarakat di nusantara sangat erat dengan nilai-nilai leluhur terdahulu. Tidak sedikit dari tatanan nilai yang ada itu terjaga hingga kini dan mampu menginspirasi lahirnya pemikiran unggul dalam dunia kemaritiman.

Nilai-nilai tersebut hidup dalam taman sari kehidupan dan bergerak menjelma intuisi dalam tantangan jaman. 

Banyak diantara masyarakat kita mengetahui keberadaan nilai-nilai tersebut bahkan hal itu kerap terucap dan terekspresikan dalam gerak, suara hingga mampu mempengaruhi proses-proses perenungannya.

Ini adalah kondisi ideal yang dimiliki bangsa dan diharapkan masyarakat tetap menjadikan hal tersebut sebagai pijakan dasar dari setiap proses kehidupannya. 

Kebesaran nilai bangsa tersebut selanjutnya secara bersama-sama dapat dijadikan modal besar dalam meraih masa depan yang gemilang.

Sumber nilai yang kita kenal -dari sekian banyak sumber nilai yang ada kaitannya dengan dunia kemaritiman- dan mampu mengikat makna serta arti-arti dari adanya kejayaan masa lalu nusantara yang terus hidup adalah wayang dan Kujang. 

Wayang dan kujang sebagai suatu proses elaborasi sekaligus eksplorasi nilai yang paling mudah untuk menyusup kedalam pemikiran-pemikiran masyarakat.

Wayang, dengan pakem-pakem yang melandaskan pada setiap laju ceritanya bak "kitab suci" yang selalu up to date untuk dijadikan rujukan. 

Sifat-sifatnya yang khas dari setiap pewatakan para tokohnya dapat menjadi referensi dan gambaran hidup tentang sifat-sifat manusia dalam berbagai perkembangan jaman.

Begitu juga kujang, setelah ditetapkanya kujang sebagai pusaka Bnagsa Sunda yang memuat sejumlah nilai mendasar kehidupan, maka sejak itu kujang merupakan referensi ideal dalam memahami nilai-nilai luhur Bangsa Sunda dari sudut pandang falsafah, historis dan yuridis.  

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline