Lihat ke Halaman Asli

Soetiyastoko

☆ Mantan perancang strategi pemasaran produk farmasi & pengendali tim promosi produk etikal. Sudah tidak bekerja, usia sudah banyak, enerjik. Per 30 April 2023 telah ber-cucu 6 balita. Gemar menulis sejak berangkat remaja - Hingga kini aktif dikepengurusan berbagai organisasi sosial. Alumnnus Jurusan HI Fak.SOSPOL UNPAD, Angkatan 1975

Sebuah Dilema Merantaukan Anak untuk Menuntut Ilmu

Diperbarui: 30 Oktober 2021   12:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi pergi merantau. (DOK KOMPAS/SUPRIYANTO)

Menuntut ilmu, adalah sebagian dari upaya untuk mencapai kebijakan prilaku, "mempersenjatai" diri agar dapat mencari nafkah yang halal, serta mampu bersosialisasi dengan baik, dikemudian hari.

Sementara itu, sebagian agama konon, menyatakan bahwa, belajar, adalah aktivitas yang harus dilakukan seumur hidup.

Alasannya antara lain, bahwa, setiap fase kehidupan, harus dihadapi dan dijalani dengan pengetahuan yang spesifik.

Setiap situasi dan kondisi, diperlukan manual book, buku pegangan tersendiri. Ada standart operational procedure - SOP tersendiri.

Orangtua yang waras maupun yang penjahat besar, tentu menginginkan kehidupan anak-anaknya kelak menjadi lebih baik. Sedapat mungkin di atas capaiannya sendiri.

Lebih baik dalam banyak hal. Menyekolahkan anak, adalah salah satu upaya orang tua. Membekali ilmu, sesuatu yang dipercaya tidak akan hilang dan tidak bisa dicuri orang.

Tokoh-tokoh besar negeri ini, mereka berilmu, tentu saja pada awalnya adalah dorongan orangtua.

Mereka pergi dirantaukan orang tuanya. Dari pelosok daerah ke kota besar. Bahkan dikirim keluar pulau, hingga keluar negeri. Ke manca negara yang tingkat perkembangan ilmu-nya dianggap lebih baik dan lebih tinggi.

Hasil sekolah di rantau orang ini sayangnya tidak terdatakan. 

idak diketahui berapa jumlah yang berhasil mentuntaskan masa belajarnya sesuai rencana. Berapa yang molor waktunya dan berapa yang gagal. Mengecewakan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline