Lihat ke Halaman Asli

SISKA ARTATI

TERVERIFIKASI

Ibu rumah tangga, guru privat, dan penyuka buku

Dukung Anak Mengikuti PETA Sekolah

Diperbarui: 11 Juli 2022   15:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi gambar: http://www.smaitgranada.sch.id/

Masa liburan kenaikan kelas hampir selesai. Tinggal menghitung hari, tahun ajaran baru 2022/2023 akan segera dimulai. 

Seperti juga calon sekolah Nakdis yang rencananya akan memulai pada pekan ketiga bulan Juli. Namun sebelum kegiatan belajar mengajar normal dimulai, calon siswa dan siswi diwajibkan mengikuti kegiatan Pekan Ta'aruf (PETA).

Pekan Ta’aruf merupakan istilah yang digunakan oleh sekolah anak kami, yaitu kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Rencananya akan digelar selama 3 hari 2 malam, menginap di sekolah, dengan pendampingan dari para guru.

Bersyukur masa pandemi telah usai meski pelaksanaannya tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seluruh siswa diharapkan mengikuti kegiatan ini, baik yang tinggal di asrama maupun yang tidak.

***

Semasa saya bersekolah di tingkat lanjutan pertama, lanjutan atas, dan perguruan tinggi, pengenalan sekolah dibarengi dengan kegiatan P4, yaitu pembekalan penataran berupa Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau Ekapasetya Pancakarsa di era tersebut.

Nah, di sekolah Nakdis ini, selain memberikan pembekalan tentang wawasan berbangsa dan bernegara, kegiatan Pekan Ta’aruf akan memberikan banyak pengalaman dan informasi baru seputar Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu dan kehidupan di masa sekolah putih abu-abu.

Mengapa kegiatan PETA penting untuk diikuti siswa?

Anak kita akan menjalani proses peralihan masa pendidikan dan pergaulannya, dari fase remaja menuju usia dewasanya. Babak sangat penting ini merupakan bagian dari proses kehidupan, baik dari aspek ibadah, aspek kedisiplinan, maupun aspek budaya yang ingin dibangun selama mengikuti PETA.

Tentunya anak didik akan menemukan hal-hal baru dan pergaulan yang lebih luas lagi, lebih daripada saat mereka masih menempuh pendidikan jenjang sekolah lanjutan pertamanya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline